
"Abi!"
Abi yang mendengar suara sang Ayah pun menghentikan semuanya, melihat Ayahnya dengan tangan yang ditekuk dan wajah tidak suka.
"Apa yang kau lakukan!" Bentak Raditya saat melihat semua ruangan nya berantakan.
"Hanya sedikit memberimu pelajaran" Jawab Abi dengan berani.
Raditya segera berjalan menuju anaknya yang saat ini sedang berdiri dikursi kebesarannya.
"Turun!" Perintah Raditya.
"Tidak" Jawab Abi sembari menggelengkan kepalanya.
"Apa bunda yang menyuruhmu kemari?" Tanya Raditya, saat sampai didepan Abi, dirinya segera menggendongnya untuk turun dari korsinya.
Abi mendongak ayahnya dengan wajah tidak suka"Jangan menyalakan bunda, aku yang meminta kemari"
"Katakan" Ucap Raditya tanpa berbasa-basi pada anak seusia 4 tahun lebih itu.
__ADS_1
"Apa ayah memarahi bunda lagi?"
"Tidak"
"Bohong, ayah berbohong"
"Ayah bilang tidak" Raditya kemudian duduk di kursi kebesarannya."Pulanglah, ayah akan menyuruh sopir untuk mengantarmu"
"Kan, ayah lagi lagi berbohong padaku. Kenapa yah? kenapa ayah tidak menyayangi bunda seperti yang lain yang menyayangi istrinya"
"Cukup Abi, kau masih kecil, jangan bertingkah seolah kau tau segalanya, tugasmu hanya bermain-main diluar sana"
Raditya menatap anaknya, sedikit rasa bersalah pada anaknya yang diumur masih anak-anak ini harus merasakan rasa yang tidak seharusnya dirasakan, tapi mau bagaimana lagi? menurutnya cinta tidak bisa dipaksakan, dia bukan tipikal orang yang gampang bersandiwara didepan orang lain untuk pura-pura mencintai Kelly, bukan salahnya jika dia tidak mencintai istrinya yang tak pernah ia harapkan, sejatinya ini adalah rencana Mommy nya.
"Abi"
"Sudahlah yah, Abi benar-benar lelah dengan semuanya, jika begini kenapa kalian tidak berpisah saja, bukankah rasanya sama saja? Mungkin takdir Abi memang menjadi anak yang broken home, percuma setiap hari Abi berusaha untuk mendekatkan ayah dan bunda, kalau pada kenyataannya selamanya tidak akan pernah berhasil" Ujar Abi sembari menundukkan kepalanya, menyembunyikan segala kesedihan karena ayah dan ibunya yang tidak pernah sekalipun mengerti perasaannya dan apa yang dibutkannya saat ini, ia kemudian keluar dari ruangan ayahnya dengan berjalan perlahan.
Ceklek!(Pintu dibuka)
__ADS_1
Ceklek!(Pintu ditutup)
Raditya sesaat termenung mendengar semuanya tentang apa yang dikatakan anaknya, berfikir apa yang harus ia lakukan setelah ini. Jika bisa berpisah dengan Kelly mungkin sedari dulu ia lakukan, namun itu semua sulit ia lakukan karena ancaman dari Fillia, ibu yang egois.
"Abi maafkan ayah.." Lagi, dan lagi kata-kata itu selalu ia ucapkan dikala ia tau bahwa dirinya belum menjadi orang tua yang baik untuk anaknya.
Raditya segera merongoh kantongnya menelepon sang sopir untuk mengantarkan anaknya pulang jika sudah sampai lobi.
Setelahnya ia segera membereskan barang-barang yang berserakan dilantai karena ulah anaknya.
Drttt! Drtttt!
"Tuan nona Kelly saat sedang dihotel bersama seorang pria yang sama seperti waktu itu"
"Biarkan dia bersenang-senang, kau cukup rekam dari jauh jika dia pergi kehotel itu bersama seorang pria, jangan sampai ketahuan"
"Baik tuan"
Raditya segera mematikan telepon nya, tersenyum miring setelah mendengar suatu kabar dari anak buahnya, sudah dua bulan ini ia selalu memantau Kelly, apa saja ia dia lakukan tentu saja Raditya tahu. Dan ia senang saat mendengar bahwa Kelly sang istri yang tidak diharapkan itu berselingkuh darinya, karena itu akan memudahkan untuk berpisah dan sebagai barang bukti agar mommy nya itu sadar, bahwa menantu kesayangan nya tidak seperti yang dilihat.
__ADS_1
"Sering-seringlah melakukan nya Kelly, bukannya aku patah hati karena merasa dihianati, justru akan senang, karena itu bisa membuat kita cepat berpisah dan aku akan kembali mengejar cintaku yang telah lama hilang"