
Kelly terduduk dilantai dengan tubuh yang gemetar dan isakan tangisannya"Aku salah apa? Hiks...hiks..."
Perlahan ia bangun walau tubuhnya yang sudah lemas akibat lelah dengan semuanya, ia sudah terlalu sabar dengan semuanya.
Terlepas dari apapun dia hanyalah wanita biasa yang mempunyai rasa lelah, lelah jiwanya, lelah setiap hari harus membatin, lelah fisiknya yang setia hari selalu Raditya sakiti dengan perkataan kasarnya.
"Kalau saja mama tidak pernah memaksaku untuk menikah dengan pria arogan itu, aku tidak akan semenderita ini, aku akan bahagia dengan Xander, aku membencimu ma! Sangat membencimu!" Geram Kelly.
ia benci pada ibunya yang oemaksa itu, sesuka hati mengatur dan selalu bicara bahwa menikah dengan Raditya akan lebih bahagia dan terjamin, namun nyatanya bukan bahagia yang ia dapatkan, melainkan tersiksa batin, sungguh wanita itu hanya omong kosong.
"Abi maafkan bunda, bunda tidak bisa menuruti mimpimu untuk memiliki keluarga yang bahagia, bunda sudah berusaha nak, hanya saja ayahmu yang sudah terlanjur beku itu tidak bisa bunda cairkan..."
Selesai Kelly membereskan semuanya yang berantakan tadi, Kelly segera keluar dari ruang kerja suaminya untuk pergi menjemput anaknya, sang pahlawan penguatnya dikala sedang terpuruk.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Selesai dengan semua tangisan dan mengeluarkan unek-unek yang ada dalam dirinya sedari tadi, Yasmine segera membasuh wajahnya dengan air agar tidak terlihat jika matanya sembab.
Ia kemudian keluar dari kamar mandi, perutnya yang dari tadi andi keroncongan harus segera diisi agar tidak ngamuk dan menyebabkannya sakit perut.
Yasmine melihat peta yang ada dalam ponselnya, yang dimana dan lantai berapa resto dikantor ini, kemudian Yasmine membaca petanya tanpa berkedip karena matanya tertarik membaca ruang digedung ini"Ruang bercinta? Apa?! Bagaiman bis~ ahh ruang bercerita, rupanya salah membaca"
Beberapa menit kemudian"Ting!"
Rupanya resto yang ada dilantai 17 itu sudah dipenuhi oleh banyak orang untuk makan siang, hingga Yasmine bingung ingin makan dimana karena semua tempat sudah penuh, ingin bergabung ke yang lain namun dia belum kenal dengan semuanya.
Saat matanya sedang bingung dan mencari tempat yang kosong, tiba-tiba dirinya ada yang memanggil.
"Yasmine!"
Yasmine yang dipanggil pun segera menoleh, ia kemudian menunjuk dirinya sendiri seakan mengkode apa benar jika dirinya yang dipanggil atau bukan, tidak lucu jika ternyata bukan dirinya yang dipanggil dan ternyata tiba-tiba Yasmine dengan gr nya menghampiri mereka.
__ADS_1
serombongan yang kira-kira ada 4 orang sedang duduk dipojok semuanya mengangguk"Iya kemarilah" mereka semua melambaikan tangannya ke Yasmine.
Yasmine tersenyum dan mendekat.
Salah satu orang tersebut kemudian menggeser tubuhnya agar Yasmine duduk disitu.
Yasmine duduk dengan senyuman yang mengembang "Terimakasih"
Mereka berempat mengangguk "kami tahu kau pasti kebingungan, karenanya kami memanggil dirimu, kau berasal dari Indonesia?"
Yasmine menatap semuanya kemudian mengangguk "Apa kalian juga dari Indonesia?"
Mereka berempat berpandangan "Kamu nanyeeaaakkk" jawab mereka dengan kompak.
Yasmine menatap malas semuanya "Ya ya ya, aku semakin yakin dan tidak butuh jawaban atas pertanyaan ku tadi"
Mereka kemudian tertawa.
Mereka adalah Vivi, Sumanti, Liora, dan Niluh. Dan mereka semuanya berasal dari Indonesia, mereka adalah orang-orang yang pintar dan beruntung sama seperti Yasmine yang langsung ditawarkan untuk bekerja di perusahaan besar ini.
Kemudian mereka segera memesan makanan yang lumayan banyak, karena makanan itu gratis untuk semua karyawan di PT.AGv, jadi karyawan siapa saja yang ingin makan tidak dikenakan biaya apapun, makan bebas dan sepuasnya.
__ADS_1