CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 59-Saling Nyaman


__ADS_3

"Kamu Jemput Abi ya?" Ucap Raditya yang saat ini sedang duduk disofa.


Yasmine yang sedang cemberut karena Raditya pun seketika menoleh"Tidak mau!" Tolak Yasmine karena masih menahan amarah.


Raditya menolak untuk berpisah ranjang darinya, dengan alasan karena suami istri. Bukankah Yasmine tidak berbakti pada suami, tapi hanya belum siap saja, terlebih setelah kejadian tadi pagi yang sangat memalukan.


Raditya menutup laptopnya yang ada di pangkuannya lalu segera berjalan mendekati istrinya.


Yasmine yang melihat Raditya akan mendekat seketika duduknya dimundurkan agar menjauh.


Raditya kemudian duduk disamping Yasmine.


Yasmine yang melihat itu segera berdiri dan berniat untuk keluar dari kamar yang dingin namun panas baginya. Jujur rasa trauma saat dikamar berdua itu masih ada, bayangan kejadian one night dihotel lima tahun lalu masih ada dimemorinya.


Bilang ingin bertanggung jawab setelah lulus sekolah itu bohong, walaupun sekarang pun dia sudah menikah dengan lelaki yang dicintainya dan yang melakukan one hot night itulah yang menikahinya.


Raditya segera mencekal tangan Yasmine yang sudah bangun itu.


Srekk...


Yasmine sontak kaget, tubuhnya menjadi tidak seimbang karena tarikan yang lumayan kuat.

__ADS_1


"Akhhh..!" Pekik Yasmine saat dirinya jatuh dipangkuan Raditya.


Tanpa menunggu lama Raditya segera memeluk tubuh Yasmine itu dengan erat, menikmati setiap aroma yang ada dalam tubuh istrinya.


Yasmine memberontak dalam pelukan Raditya "Lepaskan!!" Pekiknya, karena posisi Yasmine yang membelakangi Raditya jadi dia hanya bisa memberontak dengan menyikut dada Raditya sekuat tenaga. Yaaa walaupun hasilnya sia-sia 🥴.


Rindu. Itulah yang Raditya saat ini rasakan, ini yang dia mau lima tahun lalu sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan orang yang sangat dia cintai hanya karena menuruti kemauan mom Fillia yang dahulu sangat egois.


Raditya hirup aroma yang keluar dari leher jenjang istrinya. Sangat harum. Mulai sekarang aroma kesukaannya adalah wangi tubuh Yasmine yang Raditya pun tidak tau ini wangi apa, seperti aroma baby namun tidak tau juga.


Yasmine yang sudah kehabisan tenaga hanya pasrah saja saat Raditya memeluknya. Jujur Yasmine memang menikmati pelukan hangat itu, tapi tidak mungkin jika dia jujur. Kalau jujur nanti Radit akan mengira bahwa dirinya sudah memaafkan kejadian 5 tahun lalu. Padahal belum sama sekali.


Entah kenapa sekarang Yasmine tiba-tiba meneteskan air matanya, ingin sekali dia menangis tersedu-sedu dihadapan Raditya, mengungkapkan semua kekesalannya yang belum ia keluarkan dulu saat Raditya mengakhiri hubungan di taman itu.


"Kamu nangis?" Tanya Raditya didekat telinga saat merasakan tangannya tertetes oleh air.


Yasmine menggeleng pelan, sebuah suara isak tangis mulai muncul dimulut Yasmine.


Raditya mendengarnya dan kini dia tahu sang pujaan hatinya sedang menangis.


"Aku hanya ingin tau jawabannya 5 tahun lalu, kenapa kau meninggalkan aku" Akhirnya pertanyaan itu Yasmine lontarkan juga, setelah menimbang antara bertanya atau tidak, kini jawaban Yasmine adalah bertanya. Dia hanya ingin tau alasan yang jelas dan masuk akal dari Raditya agar tidak salah paham lagi.

__ADS_1


Raditya masih terdiam dengan pelukannya yang masih erat, kemudian ia pejamkan matanya.


Semua peristiwa dari awal sampai titik ini seperti sebuah film yang berputar diatas kepalanya. Meski ia tidak tau kedepannya seperti apa, namun satu yang ia percaya, setiap kejadian yang ia lalui dan lakukan sekarang tidak lebih dari campur tangan tuhan.


Pelukan yang semula sudah erat kini semakin dieratkan, seakan tidak mau lepas dari tubuh wanitanya"Hufhh" Raditya menarik nafasnya dalam-dalam, lalu perlahan ia hembusan di leher jenjang milik Yasmine.


Sapuan udara dari rongga mulut Raditya mampu membuat Yasmine seakan terhipnotis, dia semakin menikmati apa yang terjadi saat ini.


"Cup!" Raditya mengecup leher putih nan jenjang milik Yasmine. Ingin rasanya ia menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada pujaan hatinya. Ingin rasanya ia katakan bahwa selama ini tidak ada dalam benaknya untuk melepas tanggung jawab dengan apa yang terjadi. Namun belum saatnya,akan ada dimana waktu yang tepat untuk ia ceritakan pada Yasmine.


Saat sedang terbuai oleh apa yang terjadi, tiba-tiba...


"Brutt!!"


Suara kentut Raditya mempu membuat Yasmine terpekik "Raditya!!!" Teriak Yasmine dengan kesal, kemudian segera berdiri saat Raditya tiba-tiba melepaskannya dan malah tertawa terjungkal-jungkal dikasur hingga berguling-guling.


Sontak Yasmine menjadi semakin jengkel dengan Raditya. Dengan wajah yang ditekuk, Yasmine segera keluar dari kamar neraka itu menemui ibunya dikamar tamu.


Raditya masih memegangi perutnya yang terasa sangat sakit karena tertawa"Hmm..sudah lama aku tidak mengeluarkan gas karbondioksida dengan suara yang sebesar ini"


****

__ADS_1


__ADS_2