
Yasmine merongoh ponselnya yang saat ini sedang berada di tas mungilnya, yang dimana tertera panggilan dari Niluh.
"Siapa?" Tanya Raditya saat melihat Yasmine seperti sedang kebingungan.
"Niluh tuan"
Raditya mengerutkan keningnya "Siapa dia?" Tanya Raditya, dia memang tidak tahu jika itu adalah karyawannya, karena menurutnya sangat tidak penting menghafal nama-nama karyawannya, terlebih lagi jika harus menghafal ratusan orang.
"Karyawan anda tuan, teman kantor saya. Dia meneleponku...jika aku menjawab teleponnya, lalu mereka bertany-"
"Bilang saja sedang tidak enak badan, jadi tidak bisa mengikuti acaranya" Ucap Raditya yang memotong ucapan Yasmine.
Yasmine pun mengangguk setuju dengan usulan dari Raditya, ia segera mengangkat telepon dari Niluh.
"Yas, kamu dimana? Aku sama temen yang lain menunggu kedatangan mu nih" Ucap Niluh yang kini sudah berada didalam ruangan dan duduk bersama sahabat seperti biasanya.
"Maaf Luh, aku enggak berangkat. lagi enggak enak badan nih" Jawab Yasmine dengan melirik Raditya yang sedang melihat-lihat ruangannya.
"Keterlaluan banget si Yas, udah nunggu. Padahal makanannya enak banget!!!!"
"Bener nih, enaknya luar binasa lho" Timpal Sumanti yang sedang memakan cake melon.
"Eh eh guys, ternyata pak boss udah Dateng, lihat diambang pintu sana!" Seruu Vivi saat dia baru saja menyadari bahwa bos nya sudah datang.
Niluh pun mengarahkan pandangannya diambang pintu, dan ternyata memang benar.
"Eh iya, Yas udah dulu ya, bos nya udah sampai ternyata...gile benar-benar pasangan serasi dan wibawanya mahal banget Yas, nyonya Kelly pakai baju merah maroon sama topeng biru muda, cantik banget....."
Yasmine melototkan matanya, ia kemudian mengamati pakainya yang dimana Niluh menyebutkan warna baju dan topengnya sama, itu berarti sahabatnya mengira dirinya adalah istri dari Raditya.
Setelah panggilan telepon itu mati, ia segera berbicara dengan Raditya"Tuan, saya sudah selesai"
Raditya melirik Yasmine"Hmm"Jawabnya singkat.
Mereka berdua kemudian berjalan sesuai dengan karpet merah yang sudah disediakan, dan perlu digaris bawahi. Itu adalah karpet yang hanya boleh di injak oleh orang tertentu yang biasanya adalah keluarganya saja yang boleh menginjak karpen merah itu.
Para karyawan yang melihat kedatangan tuan pemilik perusahaan PT.AGv atau bisa dibilang pemilik tempat mereka bekerja, segera berdiri dan bertepuk tangan dengan meriah.
"*Lihat, istrinya sedang memakai topeng saja terlihat sangat cantik"
__ADS_1
"Istrinya benar-benar terlihat elegan"
"Andai aku yang ada disampingnya, istrinya sangat beruntung sekali*"
Begitulah para karyawan menanggapi atau memberi tanggapan saat melihat bos nya sedang bergandengan tangan dengan istrinya.
Yasmine yang mendengar segala tanggapan yang diberikan para karyawan menjadi sangat malu, ia berfikir apa jadinya jika dia membuka topeng tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa dia bukannya mendapat pujian melainkan kritikan yang sangat pedas.
"Tegakkan kepalamu!" Perintah Raditya saat melihat Yasmine yang sedang menundukkan wajahnya.
Yasmine pun hanya menuruti saja.
Sampai pada panggung, tepuk tangan dari para hadirin itu bukannya berhenti justru semakin meriah, seperti pada konser BTS saat kalian melihat yoongi lalu kalianberteriak "Yoongi Marry me!."
, atau saat melihat Taehyung yang menggigit bibirnya.
atau saat melihat Jungkook membuka bajunya dengan sexy.
Atau saat kalian melihat betapa indahnya tertawa J-Hope
Atau pada saat kalian kaget, yang ternyata Jimin adalah seorang lelaki tampan hingga membuat kalian pingsan.
atau yang terakhir, saat dimana kalian syok ternyata RM sangat tinggi dan menggoda.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Raditya mengintruksikan kepada para hadirin untuk diam dan duduk ditempat masing-masing.
Ia kemudian memegang mic yang sudah disediakan sebelumnya oleh panitia yang bertugas kepada acara ini.
"Selamat malam semuanya, disini saya sebagai pemilik perusahaan PT.AGv yaitu Raditya Price Yungtaeh Agavi, saat ini sedang berdiri dihadapan kalian. Bersama dengan..." Raditya melirik Yasmine yang juga sedang memandangnya, tangan Yasmine yang sebelumnya dilingkarkan dilengannya ia pegang lalu kemudian menggenggam tangan Yasmine dengan erat.
Yasmine dibuat terkejut dengan sikap Raditya.
"Bersama dengan kekasih saya, ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota keluarga PT.AGv atas kerjasamanya selama ini yang sudah membuat perusahaan berkembang pesat......" Raditya menjelaskan secara panjang lebar kurang lebih sepuluh menit, dan para hadirin yang hadir mendengarnya dengan seksama.
"Oleh karenanya sebagai ucapan terimakasih saya kepada kalian semuanya, saya menyediakan dan mempersiapkan acara ini. Silahkan nikmati acara nya, untuk selanjutnya akan dibimbing oleh petugas yang bertugas" Setelah mengucapkan itu, Raditya segera membawa Yasmine menuju kursi yang sudah disiapkan, tentu saja kursinya berbeda dari yang lain.
Prok! Prok! Prok!
Para hadirin yang tidak lain dan tidak bukan adalah keluarga dari PT.AGv sendiri langsung bertepuk tangan.
Beberapa saat kemudian, acara pun dimulai dengan sangat meriah, dengan menyetel lagu populer yang dimana membuat para hadirin merasa galau, pasalnya lagi yang diputar adalah tema sedih.
Yasmine sedikit mengusap pipinya yang tiba-tiba saja meneteskan air matanya, untung saja ada topeng dimatanya yang sudah menutupi, sehingga orang tidak akan tahu matanya yang sudah mulai merah.
Bagaimana tidak menangis? Sedangkan lagi yang diputarnya adalah lagu favoritnya yang setia malam ia stel.
"Keterlaluan sekali panitia ini!" Batin Yasmine yang merasa jengkel pada panitia karena telah menyetel lagu galau tersebut.
Saat sedang fokus pada air matanya yang tidak berhenti mengalir, tiba-tiba suara disampingnya mengangetkan nya.
"Apa kau mau makanan?" Tanya Raditya.
Deg!
__ADS_1
"Kenapa dia perhatian sekali?" Batin Yasmine yang merasa terkesima dengan apa yang Raditya lakukan, namun sejurus kemudian ia kembali tersadar dengan statusnya yang hanya menggantikan nyonya Kelly beberapa jam kedepan.
Ia kemudian menggelengkan kepalanya "Tidak perlu, jika nanti aku ingin maka akan mengambilnya sendiri" Ucapnya dengan ketus, ia berusaha untuk tidak terbawa perasaan.