CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 30-Ibu Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Dansa pun dimulai.


Awalnya Yasmine menolak keras saat Raditya mengajaknya untuk berdansa, karena ia pikir sangat lancang berdansa dengan suami orang.


"Aku tidak mau!" Tolak Yasmine.


"Kau ingat janjimu siang tadi? Kalau tidak mau tinggal-"


"Arghh, baiklah" Geram Yasmine, ia begitu jengkel jika Raditya selalu mengancamnya dengan gajinya yang akan dipotong.


Raditya tersenyum tipis, perlahan ia akan buat hati Yasmine yang sudah hancur itu kembali tertata rapi.


Dan, entah siapa yang memulainya, sepuluh menit lagi melodi romantis itu diputar, selama itulah Raditya dan Yasmine berdansa ditengah panggung yang dikelilingi oleh beberapa pasangan lain yang berdansa juga.


Begitu pun dengan para hadirin yang hadir di acara tersebut, ada yang dibawah dan ada juga yang naik ke atas panggung untuk berdansa bersama Raditya dan Yasmine.


Selama berdansa itu, Raditya dan Yasmine tidak ada henti-hentinya untuk saling bertatap mata dibalik topeng berwarna biru muda itu, Yasmine seakan terpana dan tidak percaya bahwa dia sedang berdansa dengan mantan kekasih yang sangat ia benci namun harus ia pendam.


.


.


.


Laki-laki dengan menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja didalamnya berwarna merah berani dan topeng berwarna hitam itu mengepalkan tangannya saat dirinya melihat wanita yang ia sukai berdansa dengan pemilik serta pemimpin PT.AGv itu.


Pria yang sejak sedari awal dimulai nya acara itu selalu memperhatikan mereka, memperhatikan apa yang mereka lakukan diatas panggung itu. Kini, ia begitu sangat membenci seorang Raditya karena telah berani menyentuh perempuan yang sangat ia sukai dari sejak awal Yasmine bekerja di perusahaan itu.


"Tidak akan kubiarkan wanita yang aku cintai dengan mudahnya didekati oleh laki-laki hidung belang! Aku akan bertindak lebih cepat" Geramnya sembari mengeratkan genggaman gelas kaca yang berisi minuman keras itu hingga hampir saja pecah.


.

__ADS_1


.


.


.


Sementara itu, Winda ibu dari Yasmine saat ini sedang berada dikamar menonton Vidio tok tok.


Wanita yang usianya sudah tidak muda lagi, terbukti dengan wajahnya yang sudah mulai memunculkan garis-garis keriput dibagian tertentu itu tertawa saat melihat video yang menurutnya lucu.


Namun, video yang sedang kini Winda tonton tidak ia hiraukan sama sekali, saat tiba-tiba sesuatu yang telah membuatnya bergejolak.


Tangannya yang semula sejuk karena suhu AC kini menjadi keringetan dan panas dibuatnya hingga menyebabkan Handphone yang ia pegangannya jatuh kelantai.


"Yasmine" Panggilan Winda pada anaknya saat dirinya merasa sedang diambang maut kematian. Tubuhnya gemetaran akibat kesakitan yang terjadi dibeberapa titik, termasuk lehernya dan juga perutnya.


"Yasmine" Panggilan Winda disisa- sisa sudah benar-benar tidak berdaya.


Setelah dapat, dengan segera Winda menekan tombol darurat yaitu dengan memencet tombol matikan daya dan menu secara berbarengan.


Namun, lama ia menunggu, putrinya belum juga meneleponnya. Wajahnya yang pucat akibat menahan rasa sakit yang ada pada dirinya perlahan kini mulai lemas dan jatuh ke lantai serta penglihatannya juga mulai buram.


Bruk!


Winda perlahan menutup dua bola matanya dengan air mata yang masih tersisa diwajah menuanya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Musik melodi romantis itu setelah kurang lebih setengah jam diputar kini diberhentikan karena sudah selesai.


Yasmine menghentikan dansa nya bersama Raditya.


"Kenapa?" Tanya Raditya dengan bingung saat Yasmine berhenti berdansa.


"Musiknya sudah selesai Tuan" Ucapnya dengan jengkel karena mendengar pertanyaan yang menurutnya cukup polos seperti seorang anak kecil.


Raditya mengangguk.


"Aneh! bilang saja tidak ingin lepas dariku!" Ketus Yasmine, ia kemudian segera berjalan menuju kursi yang sebelumnya ditempati karena sebelumnya tas mininya ia tinggalkan dikursi tersebut.


Raditya tidak menyusul Yasmine, karena setelah ini dia harus berpidato sebentar untuk membahas tentang proyek yang baru saja beberapa hari lalu akan direncanakan untuk segera dilaksanakan secepatnya.


Yasmine duduk dibangku itu, entah kenapa tiba-tiba sekarang ia menjadi sangat gelisah dan tidak tenang. ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya hingga membuatnya gelisah seperti itu.


Drtttt! Drttt!


Ponselnya yang berada didalam tas mini itu berbunyi, dengan segera dan cepat Yasmine membuka tas tersebut. Itu adalah nomor petugas kebersihan apartemen yang sudah lumayan akrab dengannya, dan kadangpun dia menitipkan ibu pada perempuan petugas kebersihan tersebut.


"Halo, ada apa Hel?"


"Ibumu Yas, dia masuk rumah sakit"


Yasmine melototkan matanya saat mendengar ucapan dari Helen, dadanya bergemuruh dan panas dingin. Keringat bercucuran di dahinya"Hiks...hiks..Serlok Hel!" Teriak Yasmine disertai dengan tangisan. Karena sudah begitu paniknya, ia tidak peduli jika suara cemprengnya akan membuat orang-orang dengar termasuk dengan Raditya.


Ia begitu bingung saat melihat Yasmine yang panik dan sedang berlari turun dari panggung menuju keluar gedung.

__ADS_1


__ADS_2