
Yasmine memejamkan matanya, ia begitu sangat tidak percaya dengan apa yang dilakukannya, melakukan perbuatan yang menurutnya sangat memalukan. Terlebih bersama suami orang.
Sementara Raditya, ia berniat untuk menyusul Yasmine, ia akan meminta maaf "Yasmine, ak-"
"Tuan, Mr.Gerry baru saja menandatangani kontrak yang kemarin, dia baru mengirim email nya, akan saja paste dan kirim ke anda" Ucap Yasmine saat Raditya kembali membicarakan kejadian tadi, ia hanya mau melupakannya.
Raditya yang tahu bahwa Yasmine tidak ingin kejadian tadi kembali teringat segera menganggukkan kepalanya dan kembali ke tempat duduknya.
Beberapa menit berlalu, Yasmine merasa sangat tidak nyaman berada disini, terlebih ia masih terus teringat kejadian tadi, ingin rasanya ia cepat-cepat pulang.
Raditya yang sedari tadi melihat laptop tapi juga memperhatikan gerak-gerik Yasmine yang sepertinya kurang nyaman pun mengerti, ia mengeluarkan ponselnya dan menyuruh admin grup untuk memulangkan semua karyawan agar bersiap-siap untuk acara nanti malam.
Benar saja, beberapa menit kemudian para karyawan mulai pulang, terdengar dari banyaknya suara kendaraan yang berada diparkiran.
"Yasmine, kau pulanglah. Bersiap untuk acara nanti malam"
Yasmine yang baru saja membaca pesan grup, segera melihat Raditya. Dengan ragu ia anggukan kepalanya "I-iya tuan, kalau begitu saja pamit"
"Hmm"
Dengan cepat Yasmine membereskan semua barangnya dan menutup laptopnya, kemudian segera keluar dari ruangan yang membuatnya tidak betah itu.
Ia segera memasuki lift.
Ting!
Sampai di lantai bawah, ia segera keluar dari gedung itu. Niatnya ia akan mencari kendaraan umum, karena Yasmine pikir Robert sudah pulang, namun baru saja akan ke halte bus tiba-tiba ada sebuah motor yang berhenti didepannya, siapa lagi jika bukan Robert, teman baiknya. Yasmine terbengong melihatnya.
"Ayo naik, ngapain bengong?"
"Aku kira kamu udah pulang" Jawab Yasmine, kemudian segera naik kemotor listrik itu.
__ADS_1
Robert segera menyerahkan helm untuk dipakai Yasmine, agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.
Setelah Yasmine memakai helm, barulah motor listrik itu di gas ngeng oleh Robert, motor listrik itu perlahan mulai menjauh dari perusahaan PT.AGv itu.
"Pulang bersama seorang karyawan sini, kalau tidak salah namanya Robert"
Dengan segera Raditya mematikan teleponnya, ia menggenggam teleponnya itu dengan erat karena merasa cemburu dengan apa yang barusan ia dengar dari orang suruhannya.
"Cih, harusnya aku yang memboncengkan nya" Geram Raditya yang masih terasa kesal dengan informasi itu.
Kemudian ia kembali melihat layar ponselnya dan menelpon kembali orang suruhannya.
Nut! Nut!
"Bos kita emang rada-rada kan? Sudah dimatikan lalu menelepon lagi" Ucap Woyon pada teman yang juga satu profesi yaitu orang suruhan Raditya.
Baron mengangguk"Dari dulu kali, baru sadar ta?"
Ucapan Woyon terpotong oleh Baron "Jangan-jangan nona Yasmine laki-laki yang berkedok perempuan"
".........."
Pria dua yang bertubuh besar itupun terus bergosip tanpa henti hingga melupakan panggilan telepon dari Raditya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
"Nces, nanti mampir ke toko kosmetik yang ada di perempatan sebelum apartemen itu ya, buat nanti malem" Ucap Yasmine yang agak mengencangkan suaranya karena sedang berada dijalan raya.
Robert menganggukkan kepalanya "Asiappp!"
Merekapun melanjutkan perjalannya dengan begitu nikmat menikmati indahnya pemandangan sore dikota.
Saat lampu merah, motor listrik yang ditumpangi oleh Yasmine dan Robert pun berhenti.
Yasmine mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, sembari menunggu lampu merah ia memainkan ponselnya terlebih dahulu.
Sementara Robert, ia hanya melihat-lihat pengendara lain yang ada di kanan, kiri, depan dan belakang sembari bersiul tidak jelas.
Tiba-tiba Robert menghentikan siulannya dan menyipitkan matanya, melihat bahwa apa yang dilihatnya benar atau tidak, ternyata benar!
Nomor plat mobil seseorang yang tidak jauh darinya adalah nomor mobil yang ia kenal, buru-buru Robert mengalihkan pandangannya, berharap ia tidak akan ketahuan oleh orang dalam mobil tersebut.
Saat lampu hijau tiba, dengan segera Robert gas motor itu dengan kecepatan tinggi membelok ke kiri, yang dimana itu bukan arah apartemen milik Yasmine.
Yasmine pun bingung karena yang Robert lewati bukan lurus melainkan belok"Nces! Kok lewat sini! Kan lurus,"
"Emm, ini lewat trobosan, biar lebih cepat Yas" jawab Robert dengan sedikit gugup, ia sengaja belok agar arahnya tidak sama dengan mobil yang ia lihat tadi, Dan ternyata benar, setelah Robert lihat di spion arah mobil itu bukan kearahnya.
Robert pun bernafas lega.
"Yah, gajadi beli lipstik dong kalo lewat trobosan" Ucap Yasmine yang kecewa, karena lipstik itu akan ia gunakan untuk acara nanti malam.
"Jadi lah, kan ini biar cepat, gampang pokoknya kalo sama inces"
Yasmine tersenyum mendengarnya "Emang temen terbaik deh" Dengan segera Yasmine memeluk tubuh Robert, karena memang sudah biasa jika Yasmine sedang senang pasti akan langsung memeluk tubuh Robert, karena Yasmine sudah menganggap Robert teman seperti teman perempuannya.
__ADS_1
Namun,