
Kelly sekarang saat ini sedang berada disekolah Abi, karena seperti janjinya kemarin bahwa hari ini ia yang akan menjemput Abi.
Kelly menunggu dimobil dengan tatapannya mengarah pada gerbang, berharap agar anaknya cepat keluar dari gerbang itu.
Kelly sangat tidak sabar bertemu dengan Abi untuk memeluknya.
Tes!
Kelly menerbitkan senyumannya saat melihat Abi muncul setelah gerbang sekolah dibuka"Abi" gumam Kelly dengan begitu senang.
Tok! Tok! Tok!
Abi mengetuk mobil bundanya"Bunda" Sapa Abi saat pintu mobil tersebut dibuka oleh Kelly.
Abi pun segera memasuki mobil tersebut.
Kelly yang melihat anaknya sudah masuk segera memeluk anaknya dengan erat, entah kenapa memeluk Abi adalah obat yang paling ampuh untuk mengurangi semua beban yang ada dalam dirinya selama ini.
Abi membeku ditempat karena tidak biasanya bundanya ini memeluknya "Bun, are you oke?" Tanya Abi dengan khawatir, kemudian Abi mengelus punggung bundanya.
Kelly menggelengkan kepalanya "No, bunda hanya rindu dengan anak bunda, biarkan seperti ini untuk beberapa menit kemudian"
Abi yang tidak mengerti apapun hanya mengangguk sembari membalas pelukannya bundanya.
"Abi" Panggil Kelly dengan lembut dan tidak melepaskan pelukannya itu.
"Iya" Jawab Abi dengan bingung.
"I Love You"
Abi tersenyum senang"Love You too bunda" Jawab Abi.
Setelah beberapa menit mereka berpelukan akhirnya Kelly melepas pelukan itu, ia tersenyum pada anaknya, kemudian Kelly mengusap kepala Abi dengan lembut.
__ADS_1
"Kita pulang ya"
Abi mengangguk setuju.
Kelly kemudian menjalankan mobilnya.
Ya. Biasanya memang Kelly jika bepergian tak pernah sekalipun ada sopir karena menurutnya tanpa sopir akan lebih bebas kemana saja dan lebih enak menurutnya.
Baru beberapa menit Kelly menjalankan mobilnya, tiba-tiba Abi mengeluarkan suaranya.
"Bunda, aku tahu kenapa tadi bunda memelukku" Ucap Abi dengan amarah yang tersimpan di dadanya yang sudah memburu.
Kelly melirik Abi lalu kemudian berfokus kembali pada jalanan "Tadi bunda sudah bilang, bunda rindu padamu Abi"
"No, ini pasti ayah kan?"
Kelly hanya diam, ia tidak menjawab apapun, ia kemudian lebih memilih fokus pada jalanan.
Lagi lagi Kelly hanya diam dan menghiraukan panggilan dari Abi.
"Bunda!!" Teriak Abi yang berada disamping Kelly.
"Abi, kau ingin es krim?" Tanya Kelly saat melihat ada toko es krim, dan juga untuk mengalihkan pembicaraan anaknya, walaupun ia tahu sekeras apapun Kelly menghindar dengan pertanyaan Abi maka itu akan sia-sia. Sejatinya walau umur Abi baru menginjak empat tahun namun IQ dan kecerdasannya sangat tinggi.
"Aku ingin ke perusahaan Ayah"
Kelly menarik nafasnya"Abi, ayah sedang bekerja jangan diganggu, bunda bilang tadi hanya rindu padamu bukan, kenapa jadi menuduh ayah?"
Abi melipat kedua tangannya"Bohong, sejak kapan bunda berbohong? Bunda bilang bohong itu dosa bukan? Aku ingin ke perusahaan ayah"
"Abi..."
"Plise Bun, kalau bunda tidak mau kesana tidak apa, biar Abi yang akan kesana sendiri, bunda pulang saja" Mohon Abi pada sang bunda.
__ADS_1
Kelly melirik anaknya, kemudian mau tidak mau ia pun menuruti apa mau Abi"Baiklah, tapi bunda akan langsung pulang nanti"
Abi mengangguk.
"Jangan memarahi ayahmu, bunda sudah bilang bukan, tadi bunda hanya rindu padamu, tidak ada hubungannya dengan ayah" Ucap Kelly yang menasihati anaknya, ia tak mau jika Raditya disalahkan oleh Abi dan akan berujung Raditya yang menyalahkan dirinya dengan menuduh bahwa dirinya adalah ibu yang jahat sudah menghasut anaknya untuk membenci ayahnya.
"Baiklah" Jawab Abi dengan terpaksa.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu, di perusahaan PT.AGv saat selesai makan siang Yasmine segera kembali ke ruangannya untuk melakukan pekerjaannya kembali.
Ting!
Pintu lift terbuka.
Yasmine kemudian segera memasuki ruangan Raditya yang juga sekarang adalah ruangannya.
Yasmine masuk dalam ruangan itu, namun disitu tidak ada orang sama sekali"Kemana dia?" gumam Yasmine. Lalu kemudian kakinya ia langkahkan menuju meja kerjanya.
Duduk dengan tenang, Yasmine tarik nafas dalam-dalam "Huftt tenang Yas, pasti bisa! Ingat bahwa ibu membutuhkan biaya operasi, jadi bertahanlah sampai uang itu terkumpul" Ucap Yasmine yang menyemangati dirinya sendiri, ia yakin bisa melewati semuanya.
Kemudian ia membuka laptop dan tablet nya, kembali memeriksa dokumen yang akan dipresentasikan besok pagi akan lebih perfect lagi.
__ADS_1