
Karena melihat istrinya itu hanya diam membeku, Raditya menggigit kecil bibir yang tidak tebal tapi tidak tipis milik Yasmine itu.
Yasmine meringis dengan gigitan itu, dia pun membuka sedikit mulutnya karena merasa sedikit sakit.
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, lidah milik Raditya segera memasuki rongga mulut , melakukan ciuman itu agar semakin dalam.
Entah dorongan darimana, Yasmine memejamkan matanya, melingkarkan tangannya pada leher milik suaminya. Menikmati ciuman itu, apalagi saat lidah milik suaminya bermain didalam mulutnya.
Tidak mau hanya suaminya saja yang bermain-main didalam mulutnya, Yasmine pun segera membalas ciuman itu, saling melilitkan lidahnya dengan lidah milik Raditya.
"Ah..." Des ah Yasmine keluar saat tiba-tiba tangan nakal nan jahil suaminya masuk kedalam pakainnya dan merem as dua bongkahan terfavorit para laki-laki.
Mereka kini saling menghisap dan melilitkan, bertarung untuk kepuasan masing-masing hingga menciptakan suara decapan yang amat merdu bagi sang pasangan masing-masing.
Beberapa saat kemudian Raditya melepas ciumannya, menatap lekat wajah istrinya yang sedang terengah-engah sembari memejamkan matanya. Bibirnya sudah memerah akibat hisa pannya yang terlalu kuat.
Satu tangannya kini membuka satu persatu kancing baju milik istrinya. Raditya ingin mencoba seperti seorang anak kecil ketika haus. Tau kan?
Yasmine membuka matanya, melihat apa yang suaminya itu lakukan. Dia hanya diam saja dengan apa yang Raditya lakukan, mungkin ini memang sudah saatnya untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik. Toh juga kejadian masalalu sudah tidak Yasmine ingat lagi, karena semuanya sudah jelas! di antara Yasmine dan Raditya tidak ada yang perlu disalahkan. Raditya pergi karena kekangan dari ibunya, tapi tidak cerita sebelumnya pada dirinya hingga menciptakan dendam bagi Yasmine yang memang tidak tau permasalahannya apa, dia pikir Raditya adalah lelaki yang brengsek karena pergi setelah kejadian malam itu.
Jadi, kesimpulan nya mereka berdua adalah pasangan terpisah yang saling mencintai namun sama-sama terluka.
"Boleh kan?" Tanya Raditya saat dirinya sudah berhasil membuka semua kancing baju milik Yasmine.
"Tidak boleh" Jawab Yasmine dengan ketus. Sudah dibuka baru bertanya boleh atau tidak? Lelaki aneh!. Karena sudah kesal Yasmine pun kembali menutup bajunya, namun dengan cepat Raditya menahannya menggunakan tangan.
"Tidak ada penolakan!" Dengan penuh semangat 45 Raditya kembali membuka baju itu. Matanya terlihat freess saat melihat dua melon yang masih dibalut benda berbusa itu.
Srek!
"Auu!" Yasmine terpekik kaget saat br a itu dirobek bagian depannya, padahal dibelakang ada pengaitnya. Ia segera menutupinya menggunakan kedua tangan, Yasmine sangat malu, walaupun dulu pernah melakukannya tapi tetap saja malu.
Mata Raditya yang sebelumnya berbinar menatap melon miliknya dengan masing-masing memiliki satu boba itu seketika menatap kesal saat ditutupi.
__ADS_1
Dengan segera ia menyingkirkannya dengan menggenggam kedua tangan milik Yasmine dan meletakkannya diatas kepala.
Yasmine panik, nafasnya naik turun ketika kedua tangannya dikunci menggunakan satu tangan Raditya yang big itu.
Kini senyuman itu kembali merekah dalam wajah sang raja. Tanpa menunggu lagi Raditya segera melahapnya dengan rakus, satu tangannya tidak ingin menganggur, ia merem as satu melon lagi yang dianggurkan.
"Shhh...Ahh...Labi....!" Des ah Yasmine yang merasakan sangat nikmat saat bagian payu dara nya dihisap. Tubuhnya menggelinjang tidak karuan kesana kemari, ingin menekan kepala milik Raditya agar diperdalam lagi, namun tangannya masih terkunci oleh tangan kekar milik Raditya.
Raditya kini beralih pada buah melon yang satunya lagi, ia kembali melahapnya dengan rakus seperti seorang anak kecil yang sangat kehausan.
"Ahh..." Lagi dan lagi suara desa han itu keluar dari dalam mulut Yasmine. Perasaannya tidak bisa digambarkan melalui kata-kata, yang jelas sangat nikmat!
Beberapa saat kemudian, Raditya kini menyudahinya "Milikmu terasa enak dan besar" ucap Raditya dengan suara seraknya, ia sedang berada diambang naf su sekarang.
Yasmine yang mendengarnya pun menjadi malu, wajahnya seketika menjadi merah seperti tomat. Yasmine kemudian mengalihkan pandangannya.
Raditya kini melepas tangan yang sebelumnya digunakan untuk mengunci tangan milik Yasmine. Kini dia akan melakukan sebuah tindakan yang dimana akan membuat Yasmine semakin melayang tinggi kemana-mana! Bahkan lebih nikmat daripada yang mereka lakukan sebelumnya dulu.
Ia turun dari atas tubuh Yasmine, kemudian berpindah pada bagian bawah Yasmine yang sangat menggoda walaupun masih tertutup oleh celana.
Lagi lagi Raditya kesal saat pemandangan indah itu kembali ditutupi oleh Yasmine. "Apakah aku harus memborgol mu agar tidak kembali menutupinya?"
Dengan wajah takut, Yasmine pun perlahan menyingkirkan tangannya yang sebelumnya menutupi bagian yang paling privasi.
Setelah tidak ditutup lagi, Raditya lalu membuka kaki Yasmine dengan lebar. Untuk selanjutnya wajahnya kini ditenggelamkan dibagian bawah, mulutnya perlahan menyapu bagian organ bawah Yasmine yang sudah basah.
"Ah...Labi...! Raditya...! STOPPP!! Apa yang kamu lakuka~ Ah..." Erang Yasmine disertai dengan desa han yang keluar. Tangannya meremas sprei, bibirnya ia gigit dan matanya merem melek menikmati apa yang sekarang Raditya sedang lakukan . Entahlah apa yang Raditya lakukan pada bagian vagin anya .
Raditya menjilati bagian int im itu, lidahnya kadang ia masukkan kedalam goa dan memelintirnya didalam. kadang juga ia menghisapnya dan menelannya saat tiba-tiba ada cairan yang keluar dari dalam goa.
"Raditya stopp! Ah..." Yasmine memohon dengan sangat pada Raditya. Tubuhnya benar-benar melayang diatas awan, badannya susah dikendalikan saat Raditya melakukannya. Badannya juga sudah mulai lemas.
Raditya menyudahi aktivitas nya yang itu, lalu ia kembali bangun dan menatap wajah Yasmine yang nafasnya masih tersengal-sengal, ia lalu kembali menindihi tubuh Yasmine dan menc ium lagi bibir yang menurutnya sudah sangat candu baginya.
__ADS_1
Yasmine hanya mampu pasrah dengan apa yang Raditya lakukan, dirinya benar-benar lemas sekarang. Padahal baru pemulaan, bagaimana jika intinya?
Yasmine kembali mengeluarkan suara desa hannya saat beberapa jari tangan Raditya itu memasuki goa nya, memaju mundurkan tangannya dan kembali berhasil membuat Yasmine melayang.
Raditya mempercepat gerakan tangannya, semakin dipercepat semakin kuat desa han yang Yasmine keluarkan.
Kini tubuh Yasmine mulai bergetar hebat dan ingin mengeluarkan sesuatu, seperti ingin pipis tapi bukan. "Stopp! Ak-akuh...ingin keluar !"
Raditya tersenyum senang saat Yasmine sudah melakukan pelepasan pertama. Itu artinya sudah siap, tinggal dirinya saja yang belum siap.
Dengan segera Raditya turun dari ranjangnya dan melepaskan semua pakaiannya yang menempel.
Tidak sabar, Raditya kembali naik dan memposisikan dirinya agar Bara nya pas saat memasuki goa itu.
Dan....
""Ah..."" Des ah keduanya saat bara milik Raditya perlahan mulai memasukinya diarea yang memang seharusnya dimasuki. Terasa sempit dan terjepit namun sangat nikmat.
"Milikmu sangat sempit sayang ah..." Raditya memejamkan matanya sembari berusaha untuk masuk. Mungkin efek baru yang kedua kalinya hingga masih terasa sempit goa nya.
Yasmine meremas sprei nya. Antara sedikit sakit dan nikmat jadi satu.
Karena susah lagi, Raditya pun menghentak-hentakkan nya dengan pelan. Hingga akhirnya miliknya sudah tenggelam masuk dalam goa itu.
Setelah terjeduk beberapa saat barulah milik Raditya dimaju mundurkan sesuai dengan ritme dan buku panduan yang ada. Tangannya tentu saja tidak tinggal diam, kedua tangan milik Raditya itu kembali merem as kedua melon yang padat kencang dan berisi.
Kini, malam itu mereka habiskan dengan malam yang sangat indah. Malam pertama setelah menikah. Saling berbagi keringat bersama dan saling menikmati apa yang mereka lakukan.
"Aku harap, anak ini tumbuh didalam rahim milikmu Yasmine Asilal, wanita yang aku cintai. Semoga kita bisa mewujudkan apa yang kita impikan. kita punya anak-anak yang lucu lalu hidup bahagia selamanya sampai dimana nyawa yang memisahkan kita. Aku Raditya Price Yungtaeh Agavi sangat amat mencintaimu Yasmine Asilal. Separuh hidupku dan seluruh nafasku aku berikan semuanya padamu. I love you my Wife... The most beautiful woman in my life.."
Cupp!
Raditya mengecup kening milik istrinya yang dipenuhi dengan keringat. Ia kemudian segera berbaring disebelah Yasmine, memandangi wanitanya yang sedang tertidur pulas setelah melakukan aktivitas barusan. Raditya menarik selimut guna menutupi tubuh istrinya agar tidak dingin.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, sepasang kekasih itu tertidur dibawah selimut tebal dengan Raditya yang memeluk tubuh Yasmine.
Pukul 4 pagi.