
Dipagi yang cerah, walaupun matahari belum keluar namun cahaya itu sudah ada. Dan dapat Yasmine rasakan lewat celah-celah tirai jendela yang sedikit terbuka.
Yasmine menggeliat dibalik selimut tebalnya. Dia melirik sampingnya, ternyata tidak ada siapa-siapa, wajah cantiknya itu tiba-tiba mengembangkan senyumannya.
Seorang perempuan yang baru saja berstatus sebagai seorang istri itu tau betul kenapa suaminya tidak ditemukan disampingnya. Dia kemudian melirik pintu yang masih dikunci olehnya tadi malam.
Ya, tadi malam Yasmine memutuskan untuk mengunci pintu kamarnya agar pria menyebalkan itu tidak masuk kembali. Salah satu ide paling bagus untuk menghindari tidur satu ranjang juga.
"Aku yakin tadi malam dia pasti kesusahan membuka pintunya" Gumam Yasmine dengan wajah tersenyum.
Kemudian satu tangannya mengambil bantal guli yang ada dibawah kakinya dan memeluknya dengan erat"Nyaman"
Beberapa menit kemudian.
Tok!
Tok!
Tok!
Tok!
"Yasmine" Panggil Winda dari luar kamar dengan mengetuk pintu beberapa kali.
Yasmine yang sedang memejamkan matanya seketika langsung bangun, sudah dapat dipastikan ibunya pasti akan marah setelah ini.
Perlahan tapi pasti, Yasmine menyibak selimut tebalnya dan turun dari ranjang.
Ceklek..
"Kenapa Bu?" Tanya Yasmine dengan wajah pura-pura polos, awalnya dia sedikit terkejut karena dibelakang ibu ada Raditya yang sedang menatapnya tajam.
"Raditya ngadu sama ibu, semalam kamu kenapa mengunci pintu kamarnya?"
Yasmine kebingungan menjawab apa, otaknya berfikir untuk mencari alasan yang tepat"Ee...anu Bu, lupa kalo ternyata sudah punya husband" Ucap Yasmine dengan alasan, padahal dia sebagai mengunci pintu kamarnya.
"Benarkah?" Celetuk Raditya kemudian, dia tidak percaya jika istrinya itu lupa. Bayangkan saja, sedari tadi malam ia mencoba membuka kamar Yasmine namun tidak bisa, ia pikir pintunya rusak. Namun, setelah diteliti ternyata dikunci dari dalam, ingin masuk namun tidak memiliki kunci cadangan, jadi mau tidak mau Raditya harus tidur diruang tamu.
Dengan segera Yasmine mengangguk, dia berharap aktingnya ini daoat dipercaya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, nak Raditya masuk saja kedalam. Ibu mau buat sarapan pagi" Ucap Winda pada Raditya.
"Yas, cepatlah mandi, bereskan pakaian mu dan barangmu yang penting" Lanjut Winda pada anaknya kemudian.
Yasmine menatap kebingungan pada ibu"Kenapa harus dibereskan? Memang mau kemana?"
"Tentu saja pindah kerumah husband mu"
Duarrr!!!
Yasmine begitu terkejut dengan penuturan ibunya, ia pikir tidak akan pindah dan tetap tinggal disini"Bu...Yang benar saja pindah, Yas tidak mau" Rengek Yasmine, dia tidak mau jika berpisah dari ibunya.
"Terserah suamimu lah, dia ingin kamunya pindah, ibu bisa apa?" Setelah mengucapkan itu Winda segera pergi sebelum Yasmine kembali merengek.
"Buuu!!!" Pekik Yasmine saat melihat ibunya pergi. Kemudian Yasmine menghentak-hentakkan kakinya dilantai.
Sementara Raditya hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap anak-anak dari Yasmine. Dia pun segera masuk kedalam kamar untuk mandi karena badannya sudah sangat lengket.
Raditya menggeser tubuh Yasmine yang menghalangi jalannya agar kepinggir. Setelahnya dia segera masuk.
Yasmine mematung ditempatnya saat tubuhnya digeser"Arghhhhhh!!!! Sangat menyebalkan!" Ucap Yasmine dengan frustasi, kemudian Yasmine membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam kamar untuk mandi, seperti yang ibunya suruh.
Dengan wajah tersenyum sembari menyanyi tidak jelas Yasmine berjalan menuju kamar mandinya, seolah lupa akan sesuatu tapi tetap jalan.
Perlahan Yasmine membuka pintu kamar mandi.
Ceklek!
Dengan wajahnya yang tidak memperhatikan isi kamar mandi, Yasmine dengan segera menutup pintu kamar mandi lalu menguncinya.
Sementara, seseorang yang juga sama ruangan dan tempat dengan Yasmine menatap bengong didalam rendaman air. Itu adalah Raditya yang sedang berendam di bathtub, tidur disofa membuat badannya terasa pegal, maka dari itu Raditya memutuskan untuk berendam sebentar.
Baru beberapa menit dia memasukkan tubuhnya, dia dibuat terbengong oleh seseorang yang tiba-tiba saja masuk dalam kamar mandi. Sengaja kamar mandi tidak Raditya kunci, karena tidak mungkin Yasmine mau masuk juga pikirnya.
Namun, dugaannya ternyata salah. Perempuan dengan status istrinya itu tiba-tiba saja masuk dalam kamar mandi, yang dimana membuatnya sedikit kaget.
Tapi, sedetik kemudian. Seluas senyuman itu muncul diwajah tampan Raditya. Pikirannya yang semula jernih dan suci kini berubah menjadi kotor saat Yasmine belum menyadari keberadaan dirinya disini.
Raditya perlahan menenggelamkan wajahnya didalam air bathtub yang tingginya sekitar setengah meter. Kini bila orang melihat mungkin tidak ada orang di bathtub itu.
__ADS_1
Yasmine kemudian menaruh handuknya digantungkan, lalu melangkah menuju bathtub. Niatnya ia akan berendam dulu sebentar untuk menyegarkan tubuhnya.
Alis Yasmine berkerut saat melihat bathtub itu sudah terisi air"Kenapa sudah diisi?" Gumam Yasmine dengan bingung. Busa sabun itu juga masih ada.
"Mungkin bekas kemarin kali ya?" Ucap Yasmine yang sedikit lupa lupa.
Yasmine pun berniat untuk menguras air yang ada dalam bathtub dengan memencet tombol yang ada di tembok samping bathtub.
Namun, mungkin karena lantainya yang basah dan licin atau dirinya yang tidak berhati-hati. Tiba-tiba saat baru dua langkah, kakinya terpleset. Tubuh Yasmine tidak seimbang dan...
"Aaaa...." Pekik Yasmine saat sudah benar-benar yakin akan jatuh kedalam air bathtub itu.
Byur!!
Raditya dan Yasmine sama-sama terpekik.
"Arghhh!!!" Erang Raditya saat tiba-tiba tubuhnya diduduki oleh Yasmine termasuk anu nya yang tiba-tiba tergencet oleh tangan milik Yasmine. Dia pun memunculkan kepalanya kembali ke udara.
"Wuaaa!!!! Cacing!!!" Pekik Yasmine saat tangannya tidak sengaja memegang sesuatu didalam bathtub."Setan!"
Plak!
Yasmine menampar wajah Raditya karena kaget dengan kehadiran Raditya yang tiba-tiba. Untung saja Yasmine menggunakan baju tidur yang bahannya tidak tembus.
Raditya memegangi pipinya yang telah ditampar oleh Yasmine."Kenapa menampar ku!"
"Keterlaluan! Kenapa masuk dalam kamar mandiku hah?!!" Pekik Yasmine saat dirinya sudah keluar dari bathtub.
Namun, wajah marahnya tiba-tiba berganti dengan wajah panik saat Raditya yang hanya diam sembari tangannya memegangi perutnya.
Yasmine berjongkok"Raditya!" Panggil Yasmine namun tidak disahut oleh Raditya sama sekali.
Raditya memegangi perutnya yang sebelumnya diduduki oleh Yasmine secara tiba-tiba. Mungkin karena kaget dan belum siap, hingga menyebabkan perutnya menjadi sangat sakit, bukan hanya perutnya tapi juga benda pusaka nya yang tiba-tiba berdiri karena disentuh oleh tangan Yasmine membuat dirinya semakin sakit.
Perlahan Raditya menutup matanya.
Yasmine semakin panik saat suaminya itu tiba-tiba saja menutup matanya direndaman air, dia kemudian menepuk pelan pipi Raditya "Hei bangun, jangan membuatku khawatir" Ujar Yasmine dengan takut kalau Raditya kenapa-kenapa.
"Labi bangun" Entahlah itu keceplosan atau bagaimana, tapi yang jelas tiba-tiba mulut Yasmine memanggil nama itu, nama yang dulu ia buat spesial untuk Raditya, lautan birunya.
__ADS_1
__🔥