CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 60-Abi Tertekan


__ADS_3

Dugh!


Yasmine menutup pintu mobil itu dengan cukup kencang, namun setelah dia mengelus-elus pintu mobil karena merasa bersalah dan juga terlalu keras membanting pintu mobil.


"Untung saja pintunya tidak rusak" Gumam Yasmine sembari melihat Raditya yang mulai berjalan mendekat menuju mobil.


Raditya segera memasuki mobilnya dan duduk dikursi kemudi, sebelah dengan Yasmine. Ia melihat istrinya yang sedang mengalihkan pandangan pada jendela.


"Hufh.." Raditya menghela nafasnya. Lalu kemudian dia menjalankan mobilnya menuju sekolah anaknya yang tidak terlalu jauh, tapi tidak terlalu dekat juga.


Yasmine melipat kedua tangannya di dada, masih jengkel dengan ucapan ibunya yang membela Raditya. Tadi, saat ke kamar ibu Yasmine mengatakan bahwa belum siap untuk menjadi ibu.


*Kilas balik~


"Bu, Yasmine belum siap menjadi seorang ibu sambung" Pinta Yasmine saat memasuki kamar sang ibu.


Winda yang sedang meng-Scroll tik tok pun seketika mendongok mendengar ucapan anaknya "Maksutmu apa Yas?" Tanya Winda lagi, padahal dia sudah tau apa yang anaknya itu katakan.


Yasmine menggeser tubuhnya didekat Ibu "Aku belum siap menjadi ibu sambung, belum berpengalaman Bu..."


Winda menarik nafasnya "Mangkanya cari pengalaman, ini anggap saja sebagai latihan jika suatu saat kamu hamil"


Yasmine menggeleng, tidak pernah terfikir sebelumnya jika mungkin suatu saat dia hamil. Karena memang tidak ada niatan Entahlah, dia saja belum bisa memaafkan Raditya dimasa lalu. Ingin sekali dia bercerita tentang masa lalu nya pada ibu, tapi Yasmine takut jika ibu akan marah.


"Tetap saja Bu, rasanya kaku, belum terbiasa. Ibu kan tau aku tidak suka anak kecil, waktu sekolah SMA saja aku sering mengajak para bocah kematian adu jotos, walaupun aku kalah karena mereka rombongan"


Winda mematika ponselnya dan menggenggam tangan anaknya"Sudah, jalani saja dulu. Ibu yakin kamu bisa menjadi ibu yang baik. Sekarang kamu keluar dan ikut bersama Raditya untuk menjemput cucu baru ibu"

__ADS_1


Yasmine menatap sang ibu"Kok ibu tau?"


"Feeling Yas" Ucap Winda dengan berbohong, karena sebenarnya tadi menantu tersayangnya itulah yang mengechet dirinya untuk membujuk Yasmine agar mau menjemput Abi.


"Yasmine enggak mau lah bu"


"Harus mau, pokoknya Yasmine harus belajar jadi ibu yang baik" Ucap Winda yang menyemangati anaknya.


Yasmine pun menekuk kepalanya dan memonyongkan bibirnya. Jengkel dengan ibu, tidak tau perasaannya bagaimana, dengan segera ia keluar dari kamar ibunya.


*Kilas balik selesai


*


Tidak terasa saat Yasmine tengah melamun dirinya sudah sampai di sekolah internasional milik Abi.


"Kamu ya yang masuk kedalam untuk jemput Abi, aku ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan dimobil" Ucap Raditya sembari melirik Yasmine.


Tidak ada jawaban, Yasmine pun langsung keluae dari mobil dan berjalan memasuki area sekolah. Malas sekali jika harus meladeni ucapan Raditya, karena dia yakin jika menolah untuk masuk kedalam pun percuma.


Yasmine mengedarkan pandangannya pada sekolah dasar yang cukup besar, memasuki area sekolah dia sudah dapat melihat beberapa ibu-ibu sosialita yang sedang msngerumpi didepan gedung.


Kemudian matanya melihat ada bangku kosong, dengan segera Yasmine duduk dibangku tersebut.


Yasmine melihat jam di Hp nya, sudah lima menit dia menunggu. Sangat membosankan karena dia tidak mempunyai teman sama sekali, ingin bergabung dengan ibu-ibu nggosip juga tidak kenal, dia takut di sebut sok asik nantinya.


Lima menit kemudian....

__ADS_1


Yasmine melihat semua anak-anak sudah pada keluar dan mencari orang tuanya. Ia mengedarkan pandangannya, mencari sosok anak sambungnya itu.


Setelah beberapa saat dia celingak-celinguk mencari Abi, akhirnya Yasmine dapat melihat seorang anak laki-laki yang sedang menenteng tas sekolah dan mencari sesuatu.


Yasmine pun berdiri dan langsung memanggil Abi "Abi..." Panggil Yasmine.


Abi yang sedang mencari apakah Oma atau sopir menjemputnya pun seketika menoleh saat ada yang memanggilnya. Abi mengerutkan dahinya melihat perempuan yang memanggilnya.


"Abi, ayo kita pulang" Ajak Yasmine yang sok akrab, tidak tau saja jika dia masih teringat dengan ucapan bocah yang beberapa bulan lalu mengatainya bodoh dan seorang selingkuhan.


"Kau?" Abi tentu saja ingat dengan perempuan didepannya, perempuan yang ia anggap sebagai selingkuhan ayahnya itu."Dimana Ayah? Kenapa kau yang menjemput?" Tanya Abi dengan sangat arrogant.


"Astaga, kalau bukan anak sambung sudah aku keplak mulutnya, sabar Yas kamu harus bisa mengontrol emosi"


"Ada diluar, dia menunggu dimobil" Jawab Yasmine yang berusaha tersenyum.


Abi mentatap menuju curiga pada Yasmine.


"Sudah ayo pulang" Ucap Yasmine dengan memegang pundak Abi lalu membawanya jalan.


Raditya tersenyum melihat ke-akuran antara ibu sambung dengan anaknya "Ternyata dia sangat pandai membuat hati anakku luluh" Gumam Raditya yang merasa senang, ia berharap semoga saja bisa terus akur dan Abi mau menerima Yasmine sebagai ibu sambungnya.


Melihat kedatangan Yasmine dan Abi yang semakin dekat, Raditya segera membuka pintu mobil yang semula ia kunci dari dalam.


Abi yang sedari tadi merasa tertekan karena Yasmine memgang pundaknya terlalu kuat, dia berusaha melepas pegangan tangan Yasmine "Tante, lepaskan tanganmu dari pundakku!" Ucap Abi namun Yasmine tidak peduli, asalkan dia cepat sampai kemobil.


...----------------...

__ADS_1


😊: Yas, gitu banget sama anak kecil, bisa mati kesiksa dan tertekan😌 Sebegitu dendam kah sama bocah? Iya sih trauma, di Indonesia memang rata-rata bocilnya ngeselin😫 lagi lewat pake motor tiba-tiba dikagetin pake petasan yang bunyinya bikin seluruh badan bergetar hebat😉 apalagi kalo siang siang 🥴😆


__ADS_2