CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 55-Salah Tingkah


__ADS_3

Setelah acara ijab kabul itu dilaksanakan, kini semua sudah pulang termasuk Bryan dan Michelle yang sebelumnya sudah memberikan selamat.


Kecuali mom Fillia yang memang ingin menginap semalam karena sekalian Yasmine yang juga akan pindah ke Mension nya.


Didalam kamar Yasmine.


Yasmine menatap tajam Raditya saat dia tidak mau keluar dulu.


"Raditya! Aku mohon keluarlah, aku ingin ganti bajuku..." Mohon Yasmine, sudah sedari tadi dia menyuruh Raditya untuk keluar dari kamarnya tapi tidak digubris sama sekali. Laki-laki itu justru lebih memilik sok sibuk dilayar ponselnya.


"Raditya!" Pekik Yasmine tapi tetap tidak di gubris oleh Raditya.


Karena sudah habis kesabaran dia pun mengambil bantal sofa dan berniat melemparkannya ke wajah Raditya, namun karena jaraknya dan Raditya lumayan jauh, lemparan itu pun meleset.


_"Kurang hoki!"_ Batin Yasmine yang melihat lemparannya malah melewati tubuh Raditya.


Yasmine pun berniat untuk mengambil satu bantal sofa lagi, dan kembali melemparkannya pada Raditya. Namun, untuk yang kedua kalinya juga dia gagal. "Sial!" Gumamnya dengan sangat kesal.


Kemudian dia berbuat kembali untuk melemparkan sisa satu bantal sofa itu pada Raditya.


Belum sempat ia mengambil.


Bugh!


Beberapa saat Yasmine membeku, tangannya terkepal erat saat kepalanya terkena bantal yang baru saja Raditya lemparkan.

__ADS_1


Raditya menahan tawanya melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Yasmine, dia menutup mulutnya dengan satu tangan guna menyembunyikan tawanya yang hampir meledak.


Namun, Raditya seketika dibuat terdiam saat wajah Yasmine yang semakin seperti nenek lampir, matanya memerah dan telinganya mengeluarkan asap, seperti seorang hantu yang akan memakannya hidup-hidup.


Glek!


Raditya menelan ludahnya, entah kenapa dia menjadi sedikit lebih takut sekarang. Padahal sebelum menikah, dia biasa-biasa saja, bahkan berani berbuat semaunya. Sekarang, melihat wajah asli Yasmine bak nenek sihir itu menjadi merinding.


Raditya kemudian mematikan handphone nya yang masih menyala"Baiklah, aku akan keluar" Pinta Raditya kemudian, daripada benar jika dia akan dimakan hidup-hidup.


Radit pun segera beranjak dari kasur dan berjalan keluar.


Yasmine menatap kepergian laki-laki yang mungkin sangat menjengkelkan, dadanya yang semula bergemuruh menahan amarah pun kini sudah mulai stabil.


Ia mengelus dadanya pelan"Sabar Yasmine, ini ujian" Gumamnya yang menenangkan dirinya sendiri.


Yasmine secara perlahan membuka kancing baju pengantinnya itu, dan membukanya hingga hanya menyisahkan kaos dalam dan B.H.


Ceklek!


Yasmine yang mendengar suara pintu terbuka pun seketika terpekik kaget, dia kemudian melihat kearah pintu.


"Em..Yasm-" Ucapan Raditya terhenti saat melihat Yasmine yang begitu sexy menurutnya. Menggunakan tanktop yang dapat dilihat dengan jelas betapa mulusnya dan putihnya kulit Yasmine. Terlebih saat melihat leher jenjang nya.


"Ah ingin rasanya memakanmu sekarang" Gumam Raditya yang masih mematung diambang pintu.

__ADS_1


Yasmine yang melihat tatapan Raditya yang mengarah pada dirinya pun segera menutupi tubuhnya dengan baju pengantin tadi"Kau!!! Bisa tidak ketuk pintu dulu?!!" Pekik Yasmine dengan sangat jengkel.


Raditya segera tersadar dari haluannya"Emm...aku hanya ingin mengambil dompet ku yang ketinggalan dimeja samping tempat tidur" Jawab Raditya. Padahal itu hanyalah ngarang, karena memang tujuannya membuka pintu tanpa mengetuk hanya untuk mengerjai Yasmine.


Yasmine melirik meja yang ada disamping tempat tidurnya, memang benar disana ada dompet milik Raditya. Ia pun mengangguk percaya"Tunggu disitu, aku akan mengambilkannya"


Yasmine pun berjalan menuju meja yang dimana tempat dompet itu berada, kemudian mengambil dompet milik Raditya.


"Ini" Ucap Yasmine saat sudah sama-sama diambang pintu, tidak lupa Yasmine menutupi bagian dadanya kebawah dengan baju yang baru saja ia lepas tadi.


Raditya pun menerima dompet itu"Terimakasih"


Yasmine mengangguk.


"Yas, lihatlah di lenganmu ada nyamuk" Ucap Raditya dengan menunjuk lengan putih milik Yasmine.


Ia pun melirik lengannya, dan mencari nyamuk itu, namun tidak ada. "Tidak ad-"


Cup!


Raditya mengecup pipi cubby milik Yasmine lalu segera pergi begitu saja. Ia takut akan kemarahan yang terlontar dari Yasmine.


Raditya pergi dengan tersenyum penuh kemenangan sembari terus memegangi bibirnya"Rasanya pahit, merah-merah make up itu sepertinya masih menempel" Gumam Raditya saat merasakan bibirnya yang pahit.


Sementara Yasmine masih mematung ditempatnya, dia tidak menyangka bahwa Raditya akan mencium pipinya. Ternyata ada nyamuk hanyalah modus belaka.

__ADS_1


Tidak dapat dipungkiri, bahwa dia begitu salah tingkah dan tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Yasmine memegangi kedua pipinya"Aku rasa harus kedokter besok" Ucapnya saat merasakan pipinya yang tiba-tiba saja panas.


Dengan segera Yasmine menutup pintu kamarnya dan kembali mengganti bajunya dengan baju tidur.


__ADS_2