CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 44-Tidak Akan


__ADS_3

"Nona Yasmine-"


"Panggil saya Yasmine saja tuan, rasanya kurang enak jika anda memanggil saja nona" potong Yasmine yang merasa tidak enak karena tuan bryan jauh lebih tua darinya.


Bryan mengangguk"Baiklah,apa kau tahu kan anak dari Mr.Jim?" Tanya Bryan sembari fokus pada jalanan.


Yasmine kembali mengingat-ingat kembali siapa Mr. Jim, kemudian ia mengiyakan"Iya, saya ingat Mr. Jim, tapi sedikit lupa dengan nama anaknya"


"Dia baru saja menjabat sebagai pemimpin perusahaan cabang yang berada disini. Namanya adalah Mars, dia seumuran dengan dirimu"


Yasmine mengangguk dengan mulutnya membentuk O"Ooooo...Yang berita viral itu lah tuan?"


Bryan menganggukkan kepalanya"Benar! Dia juga yang akan meeting dengan kita"


Yasmine lagi-lagi hanya mengangguk karena bingung harus jawab apa dan bagaimana.


"Em, Yas. Apa boleh aku bertanya sesuatu?" Bryan kembali membuka pembicaraan setelah sepuluh detik berlalu.


"Boleh, bertanya apa?"


"Apa kau pernah ada satu masa lalu dengan tuan Raditya?"


Deg.


Yasmine gelagapan, memikirkan jawaban apa yang harus ia lontarkan"T-tidak a-ada apapun...ken-kenapa tuan bisa berfikir begitu?" Jawabnya dengan terbata bata.


"Hanya memastikan. Hei kenapa wajahmu pucat?" Bryan tertawa melihat wajah Yasmine yang pucat pasi seperti seorang mayat hidup. Tidak tahu saja jika Bryan menerbitkan senyuman mirik secara ghaib karena tentu saja dia tahu apa yang Yasmine jawab itu bohong, soal bagaimana bisa tahu, tentu saja dari Raditya sendiri yang memberitahu, karena bos gila itu setiap hari selalu curhat di grup wa.


Drttt!


Drtt!


"Yas, bisakah kau mengangkat teleponnya? Aku sedang menyetir"


Segera Yasmine angguki, karena memang dia tahu bahwa memegang handphone saat sedang menyetir sangat berbahaya.


"Itu, ada didalam tas"


"Siapa?" tanya Bryan.


"My hanny my lope lope" Jawab Yasmine dengan membacakan nama di ikon layar ponsel milik Bryan.


Setengah jam berlalu, mobil yang ditumpangi oleh Yasmine dan Bryan telah sampai ditempat pertemuan meeting.


Bryan sudah keluar lebih dulu, sementara Yasmine mengambil tote bag kemudian keluar dari mobil.

__ADS_1


Bryan jalan lebih dahulu sementara Yasmine berjalan dibelakang tak jauh. Mereka kini menjalankan kakinya menuju ruang VIP yang sudah dipesan sebelumnya.


Sampai disana ternyata Mr. Mars belum datang karena sengaja mereka datang lebih awal.


Sekitar lima menit kemudian, barulah pintu itu terbuka.


Yasmine yang sedang menyiapkan dan mengeluarkan berkas-berkas untuk meeting itu pun mengalihkan pandangannya pada seseorang yang baru saja memasuki ruangan. Sesaat dirinya terpana pada tuan muda yang sudah menjabat sebagai pemimpin walau hanya cabang itu, karena seperti oppa oppa Korea.


"Kiyowo!" batin Yasmine saat melihat rambut rapih belah dua itu.


"Maaf sudah menunggu kalian" Mars segera bersalaman dengan Bryan sembari tersenyum tipis.


"Kenapa suaranya seperti inces? Tapi ini versi lebih beratnya"


Kemudian Mars mentatap sejenak seorang wanita yang berada disamping tuan Bryan. Kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Yasmine segera menerimanya dengan baik dan ditambah senyuman kecil.


*


*


Sementara itu ditempat lain.


"Ada apa?" Fillia pun duduk disamping Raditya.


"Tunggu dulu, mom dulu yang ingin berbicara padamu. Mok sangat mohon padamu kali ini saja, Abi lagi-lagi tadi mengadu pada mom ingin pulang untuk bertemu Kelly. Jadi bawa Kelly kembali kerumah "


"Tid-"


Fillia menghela nafasnya"Mom tidak memaksamu untuk berbalikan padanya, mom akan membebaskan mu untuk melakukan apapun termasuk ingin menikah lagi. Tapi ceraikan Kelly secara sah terlebih dahulu" Ucap Fillia akhirnya. Ya, dia sekarang sedang berusaha agar tidak menjadi ibu yang terlalu egois, dia memikirkan ini sudah jauh-jauh hari sebenarnya, hanya saja terkadang ia terlalu susah untuk melakukannya.


Raditya menerbitkan senyumannya, senyuman yang sama sekali belum pernah Fillia lihat sebelumnya. Dia menatap sang mommy, perlahan ia pegang tangan milik mom Fillia.


"Raditya?" Fillia heran dengan sikap anaknya itu, ia pun ikut menerbitkan senyumannya saat melihat senyum Raditya.


"Mom, jangan bercanda!"


Fillia mengangkat kedua alisnya hingga keningnya berkerut, kemudian menggelengkan kepalanya "Mom tidak berbohong"


Segera Raditya memeluk tubuh ramping mom Fillia dengan penuh kasih sayang.


Deg!


Fillia begitu kaget saat Raditya memeluknya, itu adalah pelukan pertama setelah sekian lama Raditya tak pernah lagi memeluknya. Ia menitihkan air matanya sembari membalas pelukan anak laki-laki yang sebetulnya sangat ia banggakan itu, namun tidak berani ia katakan langsung.

__ADS_1


"Terimakasih!"


Fillia mengangguk.


Beberapa saat berlalu, kini Fillia melepas pelukannya.


"Apa kau sangat bahagia?"


Segera Raditya mengangguk"Sangat, sangat bahagia..." Jawabnya dengan cepat.


"Mom senang kau bahagia"


"Mom" Panggil Raditya yang langsung disahut oleh mom Fillia.


"Ada apa?"


Raditya memandang kedepan, yang dimana ada banyak sekali pasien yang sedang berjalan-jalan bersama keluarga nya."Apa mom selama ini bahagia?


Alis Fillia berkerut, tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan anaknya "Maksutmu? Tentu saja mom bahagia-"


"Bohong" potong Raditya kemudian."Aku tau rahasia besarmu"


Fillia melototkan matanya, jantungnya terpicu dengan cepat seakan ingin lepas dari tempatnya. Pikirannya kini menduga-duga rahasia apa yang Raditya ketahui.


Kemudian Fillia teringat jika tadi pagi Raditya tidak ada dan pergi entah kemana"Raditya, jangan bilang dirimu tad-"


"Ya, aku baru saja ke rumah daddy. Terkejut, sudah pasti mom. Saat aku tiba-tiba bertemu dengan anak istri kedua daddy"


Deg.


Fillia terdiam membeku dengan lontarkan Raditya.


"Saat aku bertemu istri kedua daddy. Mom..." panggil Raditya dengan wajah yang tidak bisa digambarkan, perasannya kini campur aduk. Wanita yang menjadi cinta pertamanya dulu ternyata menahan sakit yang sedalam ini.


Sekuat tenaga Fillia bertahan agar tidak mengeluarkan air matanya"Hmm" jawab Fillia dengan suara yang hampir tidak ada, namun Raditya dapat mendengarnya.


"Ayo, bercerai dengan daddy. Dia tidak pantas untukmu"


Deg!


Segera Fillia menggelengkan kepalanya terus menerus. Air matanya sudah mengumpul dipelupuk matanya dan siap untuk menjatuhkan diri"T-tidak"


"Kenapa?"


Lagi lagi Fillia menggeleng"Sampai kapanpun mom tidak akan mau berpisah dengan daddy"

__ADS_1


-


__ADS_2