
Perlahan mereka mulai berjalan memasuki Mension.
Baru saja Kelly dan Guntur melangkahkan satu kaki masuk kedalam ruangan Mension yang cukup megah itu. Seketika mereka merasa akan ada hal yang tidak terduga.
Kelly yang sudah sedari tadi mulai ketakutan berusaha menahan itu dengan mengatur nafasnya, ingin rasanya menggandeng tangan Guntur untuk mengurangi rasa takut, namun ia sadar sekarang berada dimana.
Guntur pun juga sama, saat sampai disini sebenarnya perasaan itu sudah tidak enak, namun sekuat tenaga ia tahan kegelisahan itu untuk meyakinkan Kelly.
Sampai pada ruang tamu Kelly menghentikan langkahnya saat melihat siapa yang sedang duduk di kursi sofa itu.
Guntur yang melihat Kelly berhenti seketika juga ikut berhenti, karena dari tadi ia berjalan dibelakang Kelly.
"Mas, a-apa k-kau memanggilku?" Tanya Kelly dengan gugup, ia kemudian mendekat ke arah Raditya.
Raditya yang sedang melihat ponselnya melirik Kelly dengan wajah dinginnya "Hmm" Jawab Raditya singkat.
"Ada apa?" Tanya Kelly lagi yang saat ini sudah berada didepan Raditya.
Sedangkan Guntur sedari tadi ia berada cukup jauh sekitar dua meteran dari Kelly dan Raditya. Ia berdiri dengan menunduk sembari kedua tangan ia gandeng dan diletakkan didepan.
Raditya menutup ponselnya dan meletakkan di Jasnya, ia kemudian berdiri, menatap istri yang tak diharapkannya itu"Mari berpisah" Ucap Raditya.
Degg
Jantung Kelly seakan ingin berhenti mendengar ucapan Raditya. Kelly kemudian menatap wajah Raditya yang tingginya melebihinya hingga ia harus mendongak.
"Ke-kenapa?"
Raditya tersenyum devil"Cih! Menjijikkan!" Bentak Raditya disertai dengan dorongan keras pada pundak Kelly hingga terjatuh kelantai marmer itu.
__ADS_1
Bruk.
"Shhh" Ringis Kelly yang kesakitan pada sikunya akibat benturan pada marmer itu.
Guntur yang melihat itu pun semakin dibalut dengan emosi, dengan cepat ia melangkahkan kakinya untuk membantu Kelly.
"Berani menolongnya, habis riwayatmu!" Ancam Raditya dengan menunjuk wajah Guntur.
Guntur berhenti melangkah, tubuhnya menjadi kaku ditempat.
Sedangkan Kelly tetap dalam posisinya yang terduduk dilantai sembari memegangi sikunya"Mas kau benar-benar keterlaluan!" Teriak Kelly yang sudah lelah dengan semuanya, ia kemudian berdiri dengan satu tangannya ia angkat untuk menampar wajah Raditya.
Namun, sebelum tangan Kelly menampar wajah Raditya. Ia sudah lebih dulu mencekalnya, mencengkram dengan erat hingga membuat sang pemilik tangan itu kesakitan.
"Mas, lepaskan! Itu sakit hiks...!" Ronta Kelly.
Kelly memegangi pergelangan tangannya, rasanya sudah hampir remuk semua tukangnya ini.
Plak!
Tamparan keras pada wajah mulus milik Kelly berhasil Raditya lakukan.
Kelly semakin menangis dibuatnya.
Guntur yang melihatnya pun sudah tidak bisa menahan lagi puncak amarahnya, dengan segera Guntur berjalan kearah Raditya sembari mengepalkan tangannya.
Raditya yang sudah tahu apa yang akan terjadi setelah ini pun dengan segera maju dan..
Bugh!
__ADS_1
"Arghh" Ringis Guntur ketika perutnya diberikan pukulan mendadak oleh Raditya.
"Segera pergi dari Mension ini! Kalian benar-benar menjijikkan!" Teriak Raditya yang suaranya menggema diseluruh ruangan.
Kelly mendekati Raditya, berusaha memegang tangan suaminya namun ditepis lebih dulu oleh Raditya.
"Mas, aku mohon jangan hiks..." Mohon Kelly pada Raditya.
"Pergi sejauh mungkin, aku akan menyuruh agar kau tidak akan pernah bertemu lagi dengan Abi! Aku melarangnya!"
Kelly yang mendengar itu pun menangis sejadi-jadinya, ia mulai ambruk ke lantai, ia sujud dikaki milik Raditya "Jangan Mas, jangan...Abi adalah segalanya. Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan...tapi jangan pernah memisahkan ku dengan Abi..."Isak Kelly. Mungkin siapa saja yang mendengarnya akan merasa iba dan kasihan.
Namun tidak dengan Raditya, lelaki egois dan arrogant itu. Ia bukannya merasa iba, justru malah semakin jijik, kemudian tangannya ia tunjuk pada wajah Guntur "Urus kekasihmu! Aku benar-benar muak dengan segala hubungan kalian! Aku izinkan kau menjalin hubungan dengan nya, silahkan lanjutkan! surat cerai menanti" Setelah mengucapkan itu, Raditya segera pergi dari ruangan yang membuatnya panas, ia akan menyegarkan diri dengan mandi.
Baru beberapa langkah Raditya berjalan, suara seseorang membuatnya menghentikan langkahnya.
"Asal kau tahu Raditya, yang lebih menjijikkan adalah dirimu" Teriak Guntur dengan tangannya memeluk Kelly yang masih menangis.
Raditya membalikkan tubuhnya.
"Kau adalah suami paling menjijikkan! Suami macam apa yang setiap harinya selalu memakai istrinya dengan kata-kata tidak wajar? Bahkan sudah sekian lamanya istrimu selalu menunggu kesiapan cintamu, tapi selalu kau sia-siakan. Orang mana yang tidak kasihan hah?! Seandainya aku adalah orang yang di atasmu, mungkin aku akan memenjarakan mu atau bahkan membuhmu..!"
Tapi, bukannya merasa bersalah Raditya justru menerbitkan senyumannya"Tapi sayangnya aku adalah orang yang diatasmu, silahkan pergi tinggalkan ini semua, jangan pernah kembali ke keluarga Agavi!"
"Tidak masalah, aku juga memang ingin mengundurkan diri" Jawab Guntur, ia kemudian perlahan membawa Kelly keluar dari Mension Agavi sembari terus memeluknya.
"Hiks.. Lalu bagaimana dengan anakku" Ucap Kelly yang berada dipelukan Guntur.
"Biar kita pikirkan nanti, sekarang aku mau kau melepaskan ini semua, aku tidak mau kau selalu tersiksa"
__ADS_1