CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 47-Pengakuan Mars/Robert


__ADS_3

"Sekarang cepat katakan padaku, kenapa kamu berpura-pura menjadi Robert?"


Yasmine melihat Mars yang justru hanya diam saja dengan pandangan lurus. Saat ini mereka sedang berada ditaman kota dengan duduk dikursi panjang.


"Mars!",


Sebelum menjawab, dia menarik nafasnya terlebih dahulu. Kemudian memutar kepalanya menghadap Yasmine "Aku...."


Sekitar lima belas menit, Mars bercerita tentang dirinya mengapa bisa menyamar. Semuanya ia ceritakan, dari mulai dirinya dipaksa menikah dengan seseorang yang dia tidak suka hingga mengharuskannya terpaksa kabur ke negara orang, lalu menyamar menjadi Robert yang notabenenya adalah laki-laki tapi perempuan, semua itu Mars lakukan agar orang tidak curiga, terlebih Appa nya adalah orang berpengaruh juga.


"Kamu ingat kan waktu aku mengantarmu pulang, tapi bukannya lurus malah belok?"


Yasmine mengangguk.


"Dilampu merah itu, aku melihat ada mobil Appa, aku takut jika mereka tahu bahwa itu aku. Orang suduh Appa sangat jeli dan tahu apakah itu anggota Xiao atau bukan"


Yasmine mengangguk mengerti."Lalu, apa kamu berhasil ditemukan oleh Appa mu hingga kamu bisa menjadi seorang Mars lagi?" tanya Yasmine kemudian.


Mars segera menggeleng"Tidak, aku sendiri yang menyerahkan diri, perjodohan itu sudah batal karena keluarga perempuan marah pada keluarga Appa"


Lagi lagi Yasmine mengangguk. Setelah mendengar cerita dari Mars, ia kemudian akan bertanya kembali tentang yang tadi.


"Lalu, Maksutmu dengan wallpaper ponselmu memakai fotoku bagaimana? Menurutku kau lancang!"


Mars segera mengalihkan pandangannya. Dia seketika menjadi gelagapan saat Yasmine kembali menanyakan tentang itu."T-tidak ad-ada, hanya iseng" Jawab Mars dengan terbata.

__ADS_1


"Bohong! Tidak mungkin jika itu iseng memakai foto pribadiku, terlebih foto itu sebelumnya tidak pernah ku publish sama sekali" Kini emosi Yasmine kembali naik.


"Sekarang katakan! Sebenarnya tujuanmu apa? Aku tau, pasti ada sesuatu"


Mars diam, memikirkan bagaimana akan menjawabnya kembali. Dia berfikir apakah sekarang saja dia jujur pada Yasmine tentang perasaannya saat ini? Tapi bagaimana jika Yasmine menolaknya? Arghh Mars tidak peduli jika Yasmine menolak, sekarang yang terpenting dia jujur pada perasaannya.


"Mars-"


"Aku menyukaimu! Aku mencintaimu Yasmine"


Mars menutup matanya dan berbalik membelakangi Yasmine, dia takut jika uangkapan sukanya akan ditolak. Ya, selama ini yang selalu mengintai Yasmine kemanapun itu adalah Mars, sudah sejak dulu saat pertama kali melihat Yasmine, Mars jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang Yasmine. Gadis sederhana yang ceria itu. Dia seringkali merasa cemburu jika Yasmine hanya sekedar mengobrol dengan karyawan lain, apalagi saat ia tahu bahwa dipesta kemarin Yasmine menyamar menjadi istri dari Raditya, mantan bos nya. Dia tahu karena baju yang Yasmine pakai adalah baju pemberian dari dirinya.


Sementara Yasmine, dia terbengong dengan ucapan Mars. Matanya dia kedipan berkali-kali, ia pikir ini hanyalah mimpi saja. Tidak mungkin jika Mars alias Robert yang dia kenalnya itu menyukai nya. Jujur, Yasmine sekarang bingung harus menjawab apa, sejatinya dia tidak pernah menyukai seorang Robert, atau sekarang bisa dipanggil Mars.


"Mars. T-tapi..."


Yasmine menunduk sedih. Benar, dia memang akan mengatakan itu. Dia tidak mempunyai perasaan pada Mars sama sekali, dihatinya saat ini masih tersimpan nama seseorang dari masalalu, yang sampai saat ini tidak bisa tergantikan. Dia hanya menganggap bahwa Mars adalah satu frekuensi dengannya walau berbeda gender.


"Tapi aku ingin mengucapkan itu. Aku jujur padamu sebelum nantinya kau lebih sakit lagi"


Sebelum kembali mengatan sesuatu, Yasmine menggelengkan kepalanya"Aku tidak menyukaimu atau mencintaimu. Aku hanya menganggap mu sebatas teman dan sahabatku, aku juga nyaman saat bersamamu karena aku berfikir kita satu frekwensi, terlebih sikapmu yang seperti seorang perempuan"


Mars hanya mampu menahan kesedihannya mendengar kejujuran dari perempuan yang dicintainya. Dia tahu cinta memang tidak bisa dipaksakan.


Yasmine kemudian melanjutkan kata-katanya lagi"Kamu berhak untuk mencintaiku Mars dan juga seseorang itu berhak mencintai kita kembali atau tidak, tidak perlu memaksa untuk dimiliki, dan aku tidak mencintaimu. Mars kamu tahu kan maksutku?" tanya Yasmine saat melihat Mars hanya diam dan masih membelakanginya, dia tahu pasti Mars sangat hancur sekarang. Tapi lebih baik dia berkata jujur sekarang, daripada berbohong yang akhirnya nanti akan menjadi luka yang besar.

__ADS_1


Mars merasa tidak bisa berkutik atau menjawab setelah mendengar kata-kata yang Yasmine lontarkan. Perlahan Mars berbalik memberanikan diri menghadap Yasmine.


Yasmine tersenyum manis pada Mars.


Sesaat melihat senyuman manis itu, Mars meluruhkan air matanya. Perlahan membanjiri pipinya.


"Mars, kau laki-laki yang tampan, mapan. Kau cari perempuan lain yang lebih daripada diriku, yang bisa menghargai mu daripada aku"


Dia hanya diam. Kemudian pikirannya terbesit akan sesuatu "Apa kamu menyukai tuan Raditya?"


Deg


bagaimana Mars bisa tahu bahwa sekarang dihatinya masih menyimpan nama itu. Kini tinggal Yasmine yang diam dengan pertanyaan dari Mars.


"Benarkah? Yas, dia sudah memiliki istri dan anak. Seharusnya kamu jangan menjadi perempuan murahan dengan mau menjadi mainannya, akan lebih baik jika bersamaku! Aku akan mencintaimu dengan caraku, aku akan mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku"


Yasmine yang mendengar perkataan Mars tentang dirinya yang murahan segera berdiri"Aku tahu, dia memiliki keluarga. Aku bahkan tidak berniat merusak rumah tangganya, kenapa kau berbicara jika aku mau menjadi perempuan murahan?" Yasmine mengangkat satu alisnya.


"Cih, aku kira kata-kata mu mencintaiku itu benar. Rupanya salah! Kamu bahkan sekarang baru saja merendahkan ku! Apa sebegitu rendahnya aku dimatamu sekarang?"


"Ak-"


"Aku pamit! Terimakasih atas pengakuan mu! Ku harap kita tidak akan pernah bertemu kembali! Tetaplah bersandiwara seolah kita tidak saling kenal jika bertemu!"


Yasmine pun segera pergi dari taman itu, dia sangat amat kecewa pada Mars yang menganggapnya sebagai wanita murahan. Padahal, dia tidak tahu selama ini dia selalu mati-matian menjaga dirinya agar tidak menjadi yang murahan diantara murahan lainnya.

__ADS_1


Mars menatap nanar kepergian Yasmine, dia tidak bisa mengontrol perasaan. Ke-obsesian untuk mendapatkan Yasmine sangat besar dihatinya. Kini, Yasmine sepertinya membenci dirinya karena perkataan yang memang hanyalah omong kosong, dia telah menuduh Yasmine sebagai wanita murahan.


"Maaf"


__ADS_2