CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 36-Sama Dengan Daddy?


__ADS_3

Pagi harinya...


Yasmine pulang sebentar ke apartemennya hanya untuk mandi dan berganti pakaian yang sejak pesta semalam belum ia ganti sama sekali.


Sebelum kembali kerumah sakit Yasmine istirahat sejenak terlebih dahulu, mungkin hanya untuk rebahan sebentar saja karena badannya pegal-pegal.


Ia kemudian membuka ponselnya yang dari semenjak Helen menelepon bahwa ibu masuk rumah sakit belum membukanya kembali.


Saat memasuki beranda di sosial media nya Yasmine mengerutkan dahinya saat melihat berita tersebut.


"Kenapa seperti aku kenal?" gumamnya pelan sembari memperhatikan gambar foto tersebut.


Itu adalah salah satu berita dimana seorang anak dari Presdir terkaya di negara K akan memimpin perusahaan cabang yang berada di negara ini.


Lama berfikir namun Yasmine tidak ingat siapa, yang jelas ia seperti kenal dengan calon CEO itu. Namun karena tidak mendapatkan apa-apa akhirnya Yasmine pun segera meng scrol kebawah dan meng-skip berita itu.


.


.


.


.


.


Fillia kini sudah sampai dihalaman Mension nya, setelah kurang lebih 5 jam perjalanan.


Ya, ia memutuskan untuk pulang karena ingin memarahi anaknya tentunya.


Beberapa pelayan yang melihat kedatangan nyonya besar segera menyambut nya dengan hormat.

__ADS_1


"Dimana Raditya?" Tanya Fillia pada pelayan yang membukakan pintu.


"Masih di kamarnya nyonya"


Dengan segera Fillia berjalan dan mulai menapaki tangga menuju kamar anaknya.


Namun,.baru saja beberapa tapak Fillia menaiki tangga tersebut, Raditya sudah muncul dan menuruni tangga.


"Mommy?"


Fillia menatap datar anaknya, seolah ia memperlihatkan betapa kecewanya dia pada Raditya yang melakukan keputusan tersebut "Jadi benar?" Tanya Fillia datar.


Raditya mengangguk "Iya, dan aku mohon jangan halangi aku mom" Ucapnya setelah saling berhadapan dengan mom Fillia ditangga tersebut, kemudian Raditya kembali berjalan melewati mom Fillia.


Dengan segera Fillia mencekal tangan anak laki-lakinya itu "Mom ingin bicara"


Raditya menarik nafasnya pelan"Baiklah, dibalkon kamarku saja"


Dibelakang punggung Raditya Fillia menjatuhkan air matanya, namun dengan segera ia usapnya. Ia tidak ingin di cap oleh anaknya sebagai ibu yang lemah.


"Tentu saja tentang perceraian mu dengan Kelly"


Raditya mengepalkan tangannya, kini ia berusaha agar tidak emosi terlebih dahulu "Sudah jelas mom, AKU DAN KELLY BERCERAI" Jawab Raditya dengan menekan semua kata-kata nya.


Fillia kini tidak bisa menahan semua nya, air mata itu semakin deras membanjiri wajahnya. Untunglah Raditya membelakanginya jadi Fillia bisa mengusap air matanya dahulu "Tidak bisakah dirimu pertahankan Raditya?"


Raditya memandangi langit-langit dipagi hari yang terlihat cerah itu"Tidak bisa mom, itu adalah keputusan yang sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat"


"Egois!"


"What? Egois?" Raditya menatap keatas, berfikir dan tidak habis fikir dengan pemikiran mom Fillia.

__ADS_1


"Tunggu sebentar mom, yang egois disini siapa? Yang memaksaku menikah dengan perempuan ****** itu siapa?"


"Memang mom lah yang memaksamu, tapi kenapa harus berpisah?! Tidakkah untuk mencoba bertahan Raditya..."


Raditya menjambak rambutnya dengan frustasi"Astaga mom! Apa lagi yang harus dipertahankan dari pernikahan tidak jelas ini?!" Ujarnya yang sudah sangat lelah dengan semua yang telah terjadi, mengapa persoalan hati dan cinta ini sangat rumit sekali cobaannya.


Raditya kemudian merongoh kantongnya yang berada di celana boxer nya itu"Lihatlah mom! Menantu kesayangan mu ini melakukan hal yang sungguh menjijikan " Raditya menunjukkan video yang tidak senonoh itu pada mommy nya agar hati mom Fillia itu terbuka lebar.


Selama video itu berputar hanya wajah datar itulah yang ia tunjukkan, selesai video itu Fillia memandangi hutan yang terlihat dari atas balkon itu, wajah yang ia tunjukkan hanya datar itulah, tidak berubah sama sekali.


"Mom, ayo kenapa diam? Tidak jijik melihat calon mantan menantumu" titah Raditya yang hanya melihat ekspresi wajah mom Fillia yang hanya datar saja.


Beberapa saat berlalu hanya diam sembari menikmati angin pagi dan suara burung berkicauan dipagi hari.


Lalu akhirnya Fillia menunjukkan jawabannya.


"Tidak, mom tidak jijik sama sekali" Jawab Fillia yang memang tidak menunjukkan ekspresi wajah jijik."Justru mom jijik padamu" Sambungnya kemudian.


Deg!


Raditya memandangi wajah mom Fillia, seolah bertanya kenapa bisa dirinya yang dibilang menjijikkan. Padahal sudah jelas-jelas Kelly lah yang melakukan perbuatan itu.


"Mom jijik padamu, kau adalah anakku satu-satunya namun kenapa membuatku kecewa? Kau sama dengan Daddy" Lirihnya, Fillia membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari kamar Raditya, air matanya sudah tidak bisa ia tahan jika terus berada disini, dia tidak akan pernah menunjukkan air matanya itu pada Raditya sampai kapanpun, bahkan sampai matipun air mata ini tidak akan pernah ia tunjukkan.


Raditya sedikit tertegun dengan kata-kata mom Fillia barusan"Sama dengan Daddy?" pikirannya kini melayang kemana-mana, ia berfikir apa yang pernah daddy-nya lakukan? Setahunya selama ini mommy dan Daddy baik-baik saja walau Daddy jarang pulang ke Mension ini.


*


*


🕶️

__ADS_1


__ADS_2