CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 31-Menenangkan Yasmine


__ADS_3

Raditya yang melihat kepergian Yasmine pun segera menghentikan pidatonya dan menyusul Yasmine.


"Semuanya, saya mohon maaf harus menyusul istri saya terlebih dahulu. Terimakasih" Dengan terbaru buru Raditya berlari menyusul Yasmine, saking ikut paniknya ia lupa sampai mic itu ia bawa di tangannya.


Yasmine berlari dengan tubuh yang gemetaran karena takut jika terjadi apa-apa pada ibunya, orang yang ia punya satu-satunya didunia ini.


Ia tidak peduli dengan keberadaan orang disekitarnya hingga kadang ia tidak sengaja menabrak, namun orang yang ditabraknya hanya diam karena mereka tahu bahwa itu adalah istri dari Raditya yang menggunakan topeng warna berbeda.


Sampai keluar dari gedung pesta, dengan segera Yasmine menuju lift, setelah masuk ia menekan tombol untuk kelantai dasar.


Raditya yang akan masuk dalam lift tersebut seketika berhenti karena liftnya sudah lebih dulu tertutup.


"Sial!" Upatnya saat dia telat untuk masuk dalam lift tersebut. Tidak hilang akal, akhirnya Raditya memutuskan untuk menggunakan tangga darurat.


Ia membuka pintu yang letaknya tidak jauh dari lift dan segera berlari menuruni tangga, Raditya berdoa semoga dirinya lebih dulu sampai dibawah sebelum Yasmine. Tidak peduli dengan keringat yang bercucuran membasahi pakainya dan wajahnya Raditya terus saja berlari.


Yasmine menggigit kukunya sendiri, ia gelisah, takut, khawatir dan takut akan kehilangan ibunya"Ibu...jangan meninggalkan ku hiks..hiks...hiks...." Tangis Yasmine dalam lift tersebut.


Ting!


Selang beberapa menit lift pun terbuka, dengan segera Yasmine berlari keluar, namun Raditya yang juga sudah sampai lantai dasar segera menghalangi Yasmine.


"Raditya, singkirkan dirimu!" Bentak Yasmine, ia sudah sangat darurat dan takut akan kehilangan ibunya, Raditya justru menghalangi nya untuk pergi.

__ADS_1


"Ada apa, katakan" Ucapnya yang masih menahan Yasmine untuk tidak pergi.


"Hiks..hiks..pergi Raditya! Jangan menghalangi ku, aku takut..a-aku b-begitu takut..."Ujarnya dengan terbata sembari menahan ketakutan yang terjadi dalam dirinya.


Raditya dengan segera menarik tubuh Yasmine dan memeluknya dengan erat "Tenanglah, jangan panik, itu akan membuatmu menjadi semakin takut jika kau panik. Sekarang tenangkan dirimu lalu aku akan mengantarmu..."Ucap Raditya dengan lembut sembari mengelus punggung Yasmine, walaupun ia tidak tahu apa yang terjadi, namun setidaknya ia akan menenangkan Yasmine terlebih dahulu.


"Hiks.."Untuk sesaat Yasmine tidak menjawab, ia menikmati apa yang dilakukan oleh Raditya dan terasa begitu tenang, walau tidak dapat dipungkiri ketakutan itu masih ada dalam dirinya.


Tring!


Raditya mengambil ponselnya yang berada di Jasnya, ia segera membuka pesan masuk yang dikirimkan oleh suruhannya.


"Seorang bernama Winda yang diduga ibu dari nona Yasmine baru saja masuk rumah sakit sekitar dua puluh menit lalu"


Yasmine terdiam ditempatnya.


Raditya yang merasakan Yasmine yang hanya diam dan tidak bergerak pun menengok "Ada apa?"


"B-bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Yasmine, karena sebelumnya ia belum mengatakan apa penyebab dirinya menjadi seperti tadi.


Raditya hanya tersenyum, dan senyuman itu mampu membuat Yasmine menjadi salah tingkah.


"Tidak perlu tahu, sekarang ayo ke rumah sakit, ibumu butuh dirimu"

__ADS_1


Yasmine mengangguk, dengan cepat mereka berdua berjalan keluar gedung. karena sebelumnya ia sudah memerintahkan sopirnya untuk segera menyiapkan mobil, jadi saat keluar dari gedung mobil itu sudah langsung berada didepan gedung.


Raditya dan Yasmine segera masuk dalam mobil tersebut. Kini mobil itu berjalan dengan kecepatan tinggi, tidak takut akan kecelakaan karena sebelumnya Raditya sudah memerintahkan anak buahnya untuk membuat kendaraan yang berada dijalanan menepi agar mobilnya bisa lewat.


Dalam perjalanan itu, tidak hentinya Raditya menenangkan Yasmine dengan menyuruhnya berdoa agar ibunya selamat dan baik-baik saja.


Sesampainya di area rumah sakit, dengan segera Yasmine turun dari mobil milik Raditya, walau baru saja berhenti dan itu bisa membuatnya bahaya.


"Yasmine!" Panggil Raditya namun panggilan itu tidak dihiraukan sama sekali oleh Yasmine.


Masuk dalam rumah sakit yang cukup terkenal itu, segera Yasmine berlari menuju resepsionis, bertanya dimana ruangan ibunya.


"Atas nama Windasari, orang yang baru saja beberapa menit lalu kemari"


Resepsionis tersebut segera melihat komputernya untuk mencari pasien atas nama Windasari, setelah ketemu resepsionis tersebut segera memberitahukan nya"Pasien tersebut sedang dalam penanganan darurat, dia berada diruangan UGD"


Yasmine mengangguk, ia kemudian berlari kearah kanan untuk mencari ruangan IGD.


"Eh, nona!" Panggil resepsionis itu, karena Yasmine salah arah. Namun Yasmine tidak dengar panggilan radi resepsionis tersebut, dia pun berniat untuk menyusul.


Raditya yang baru saja datang memberitahu sang resepsionis bahwa tidak usah dikejar, biar dia saja yang mengejarnya.


Resepsionis pun mengangguk dan kembali lagi dalam pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2