
3 hari kini telah berlalu....
Dan sinilah Yasmine sekarang, kantor PT.AGv.
Ia harus rela meninggalkan ibunya sendiri dirumah sakit karena dirinya dan Helen haruslah bekerja masing-masing.
Yasmine menatap jam dinding yang terpajang didepan matanya, sudah menunjukkan pukul lima belas sore, namun Yasmine bingung karena bos nya itu belum juga kembali setelah makan siang. Padahal ada beberapa berkas yang harus ditandatangani.
Ia sangat sangat tidak masalah bos nya itu keluyuran kemana-mana, namun yang membuatnya jengkel adalah keluyuran disaat yang tidak tepat, bahkan beberapa hari ini juga melakukan hal yang sama seperti itu.
Karena kesal Yasmine pun menyudahi segala pekerjaan nya yang berhubungan dengan data-data dan informasi atau apapun itu tentang perusahaan. Namun, beberapa saat kemudian ia kembali berfikir jika ia ketahuan ingin bolos dari cctv maka dapat dipastikan gajinya akan dipotong dan akan semakin lama membayar hutang pada Raditya.
Yasmine pun akhirnya kembali melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.
Sekitar pukul lima sore barulah dia selesai dan tepat saat pulang kantor biasanya "Sebenarnya keluyuran kemana dia?" Gumamnya.
Sampai lobi kantor sudah sepi karena lima menit yang lalu memang sudah waktunya pulang.
"Yas, ingin bareng kita?" Tanya Niluh dari dalam mobil yang didalamnya ada .
Yasmine menggelengkan kepalanya "Tidak, ibuku masih dirumah sakit sekarang"
Niluh pun mengangguk mengerti "Ya sudah kalau begitu, kita pergi dulu ya"
Setelah kepergian Niluh and the geng Yasmine pun hanya menunggu didepan perusahaan, menunggu taxi yang ia pesan lewat aplikasi, kali ini ia tidak menggunakan bus, karena ia akan langsung kerumah sakit.
"Inces?" Gumamnya yang baru saja teringat dengan Robert, orang yang sudah beberapa hari ini tidak muncul di perusahaan, biasanya Robert akan istirahat diresto bersama-sama.
"Dia kemana?" Segera Yasmine ambil ponselnya didalam tasnya dan menelpon Robert.
Nut!
Nut!
__ADS_1
Nut!
"Nomer yang anda tuju sedang...."
"Tidak aktif" Yasmine mematikan sambungan telepon tersebut karena hanya ada suara operator.
Ia segera memasukkan kembali ponselnya didalam tas setelah taxi yang ia pesan telah datang.
Setengah jam berlalu...
Mobil yang Yasmine tumpangi kini telah sampai dirumah sakit, ia segera memberikan uangnya pada sopir taxi tersebut.
"Assa-taghfirullah... Tuan?! Sedang apa didalam kamar ibu saya?" Tanya Yasmine dengan sedikit terkejut melihat Raditya yang ada didalam ruangan ibunya.
Raditya hanya tersenyum tipis.
"Yas, kamu tidak bilang jika selama ini mempunyai pacar" Ucap Winda yang masih berbaring dikasur dan masih dikelilingi oleh selang-selang.
"Pacar?" Tanya Yasmine dengan heran, kemudian ia menatap Raditya yang sedang tersenyum padanya. Yasmine melototkan matanya.
Winda mengangguk pelan"Memang putriku ini sering pikun nak Raditya, menaruh BH nya saja lupa dimana hingga ibu yang harus menyarinya"
"Ibuuu!!!" Kesal Yasmine pada ibunya yang kalau berbicara terlalu jujur. Ia malu pada Raditya.
Raditya hanya mampu menahan tawanya, ia tidak menyangka jika ternyata Yasmine mempunyai sebuah rahasia besar dan malah yang membongkar rahasia itu adalah calon mertuanya wkwk.
Kini Yasmine kembali beralih menatap Raditya dengan tajam"Tuan, sekarang katakan padaku kenapa anda bisa kekamar ibu saya!"
Raditya menarik nafasnya dalam-dalam merilekskan pikiran nya"Tentu saja untuk menemui calon ibu mertua ku" Jawabnya dengan santuy tanpa rasa bersalah dan malu pada Yasmine.
Yasmine semakin melototkan matanya mendengar ucapan dari bos sintting itu"Kau gula em maksud ku kau gila?!!" pekik Yasmine.
"Yas, jangan begitu sama calon suami. Kualat nanti lho" Ujar Winda yang menasehati Yasmine agar jangan berbicara nada tinggi pada calon suaminya.
__ADS_1
Raditya mengangguk setuju "Benar itu sayang, kau akan kualat nanti"
Yasmine tidak bisa ber word-word lagi, ia hanya mampu mengusap wajahnya dengan frustasi "Buu dia bukan pacarku sumpah! Dia bukan siapa-siapa apalagi calon suami ku oh astaga sepertinya aku akan gila sebenar lagi Bu!!!" Pekik Yasmine dengan sangat frustasi dipintu.
"Jangan dong Yas, jangan bila dulu, ibu belum merasakan punya cucu" Ucap Winda yang sepertinya melihat anaknya sangat frustasi, kemudian ia memandang lelaki yang mengaku sebagai calon suami anaknya itu."Nak Raditya, sepertinya kalian sedang ada masalah. Lebih baik kalian berbicara berdua dahulu supaya anak ibu tidak jadi gila, biar ibu keluar dari ruangan ini" Winda pun berniat untuk bangun dari berbaring nya, namun pekikan kedua orang yang ada dalam ruangan itu membuatnya tidak jadi.
"Ibu!!!"
"Tante!!!"
Pekik keduanya.
"Ada apa?" Tanya Winda dengan bingung.
Yasmine menepuk jidatnya"Ibu ini aneh sekali, harusnya aku dan tuan Raditya yang keluar dong dari ruangan ini. Oh astaga ibu....pusing lama-lama deh"
Winda tersenyum haru "Iya kau benar Yas, kalau ibu yang keluar nanti bagaimana dengan selang-selang ini? Ya sudah silahkan kalian mengobrol diluar."
Yasmine mengangguk.
Raditya dan Yasmine pun kini sudah berada diluar ruangan ibunya"Tuan, apa maksud mu berbicara bahwa ibu adalah calon mertua mu?" Tanya Yasmine tanpa basa-basi, ia sungguh tidak suka dengan kata-kata itu, terlebih jika Raditya sudah memiliki istri.
"Kita berbicara ditaman rumah sakit saja, tidak enak jika aku menjelaskan disini" Ucap Raditya.
Yasmine pun mengangguk mengerti, kemudian mereka berdua segera berjalan menuju taman rumah sakit yang tidak jauh.
"Jadi?" Tanyanya setelah sama-sama duduk dibangku panjang.
Raditya berdiri dari bangku besi panjang itu"Jadilah ibu untuk anakku"
Deg!
Yasmine terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh Raditya kepada nya"Kau gila?!"
__ADS_1
Raditya menggeleng "Aku tidak gila, aku bilang jadilah ibu untuk anakku Abi"
Yasmine berdiri"Aku tidak mau! Kau mau menjadikan ku istri kedua? Lelaki gila!" Segera Yasmine melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan boss gila dan sinting nya itu.