
Sekitar perjalanan dua jam, akhirnya helikopter pribadi milik Raditya itu telah sampai dibelakang Mension nya.
Abi yang sudah terbangun sejak lima belas menit yang lalu tersenyum sumringah saat sudah sampai dirumahnya. Dia betul-betul tidak sabar bertemu bunda.
"Ayah, cepat buka pintunya, aku tidak sabar bertemu bunda"
Beberapa saat bodyguard yang memang menjaga Mension itu datang untuk menyambut kedatangan tuan rumah. Mereka membukakan pintu helikopter.
"Selamat datang tuan"
Raditya hanya mengangguk, dia kemudian turun lalu membuka kacamata hitamnya. Dibarengi dengan Fillia dan Abi yang juga turun.
Para bodyguard lalu membantu mengambil barang-barang yang masih ada didalam helikopter.
"Bunda!" Abi berlari melepas pegangan tangannya pada Oma lalu berlari menuju sang bunda.
Kelly tersenyum tipis melihat anaknya. Saat Abi datang dengan segera Kelly berjongkok dan merentangkan tangannya agar Abi lebih leluasa memeluknya. "Kau sudah baik-baik saja kan?" Tanya kelly dengan begitu khawatir, pasalnya Raditya baru memberitahu dirinya tadi malam jika tiga hari yang lalu Abi masuk rumah sakit. Tentu saja Kelly sedikit terasa marah saat Raditya baru mengabarinya, namun untuk sekarang ini dia tidak bisa marah atau apapun pada Raditya semenjak kejadian kemarin yang telah ketahuan berselingkuh.
Abi mengangguk dengan gembira "Iya, aku baik-baik saja. Bunda, aku rindu padamu" Ujar Abi yang semakin erat memeluk Kelly.
Kelly hanya mampu tersenyum sembari mengelus punggung anaknya.
Fillia datang dengan senyuman tipis diwajahnya. Sementara Raditya yang acuh tak acuh langsung pergi kedalam untuk membersihkan diri dikamarnya.
Kelly lalu melepaskan pelukannya pada Abi.
"Mom" Dengan segera Kelly bersalaman mencium tangan mom Fillia.
Fillia hanya tersenyum mengangguk saat tangannya dicium oleh calon mantan menantunya. Ya, Fillia sudah setuju dengan apa yang Raditya putuskan, dia tidak akan lagi mengatur ini dan itu. Apapun yang terbaik dan bisa membuat anaknya bahagia sekarang akan Fillia lakukan.
"Abi, bunda sudah memasak makanan spesial untukmu. Apa kau mau mencobanya?" Ajak Kelly.
__ADS_1
Abi mengangguk "Mau..."
"Abi masuk kedalam dulu ya, bunda ingin berbicara dengan Oma" Ucap Kelly dengan lembut.
Abi mengangguk, dia kemudian masuk kedalam lebih dulu, ditemani oleh pelayan yang memang bertugas membantu keperluan Abi.
Kelly kemudian berdiri. "Mom, kau sudah t-"
"Sudah" potong Fillia. "Mom sudah mengetahuinya" lanjutnya kemudian.
Air mata Kelly kini mulai berkaca-kaca, dia perlahan mengambil tangan mom Fillia "Mom, bantu aku. Aku tidak ingin berpisah dengan mas Raditya hiks...hiks... Aki tidak mau berpisah dengan Abi, abi segalanya untukku. Mas Raditya bilang tidak akan pernah mengizinkan aku bertemu Abi kembali hiks..hiks..." Kelly menangis terisak dengan penuh permohonan pada mom Fillia, berharap mertuanya itu mau membantunya. Karena sedari dulu mom Fillia memang selalu membelanya dan berada di pihak nya, Kelly yakin mom Fillia akan membantunya.
Namun, Kelly semakin terisak saat melihat gelengan kepala dari mom Fillia.
Fillia melepas tangan yang kini sedang menggenggam nya"Maaf Kell, mommy tidak bisa membantu. Mommy merasa selama ini sudah ikut campur tentang rumah tangga kalian, sekarang mungkin jalan perpisahan adalah yang terbaik. Terlepas setelah Lima tahun menikah namun Raditya belum juga mencintaimu, mom hanya mencoba untuk menjadi seorang ibu yang baik, tidak ingin menjadi ibu yang egois" Fillia kemudian mengusap pipi menantunya yang sudah basah.
"Maaf, dahulu mommy sudah memaksamu untuk menikah dengan Raditya. Sekarang semuanya terserah pada Raditya, mom hanya bisa menyetujui apa yang Raditya lakukan" lanjut Fillia kemudian.
Fillia menggeleng, tidak tau apa yang harus dilakukan. Berbicara pada Raditya pun pasti akan sia-sia, Raditya pasti tidak akan setuju.
"Anggap itu adalah hukuman untukmu Kelly, apapun itu penghianatan diatas pernikahan tetap disalahkan dalam agama" Fillia segera pergi masuk meninggalkan kelly seorang diri.
Kelly menangis sejadi-jadinya. Benar, ini memang salahnya karena telah berkhianat, seharusnya jika memang sudah tidak bisa bertahan dia lebih baik bercerai, maka bertemu dengan Abi tidak akan terhalang.
Tapi, karena hatinya yang sudah terlanjur sakit hati dengan sikap dingin Raditya, akhirnya dengan sama-sama mau, Kelly menerima hasrat terlarang dari karyawan suaminya sendiri. Hanya demi kebutuhan se*ks nya dia menerima Guntur, hanya karna Guntur yang selalu ada dia menjadi terbawa perasaan, dan lama-kelamaan menjadi saling nyaman.
Sesal dan menyesal itu pasti, jika dirinya benar-benar berpisah. Bagaimana dengan orang tuanya nanti? Mereka pasti akan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi.
Bisa saja diusir.
Karena penghianatan itu kini Kelly kehilangan segalanya, bertemu dengan Abi tidak diperbolehkan, orang-orang semakin membencinya. Bahkan, mom Fillia yang dulu selalu ada di pihak nya kini malah hanya diam dan tidak memberikan solusi.
__ADS_1
*
*
"Bunda, apa kau habis menangis?" Tanya Abi saat melihat mata bundanya yang sedikit bengkak.
Kelly yang sedang mengambilkan makanan untuk Abi pun seketika berhenti"Tidak apa-apa, tapi bunda terlalu banyak tidur jadi matanya terlihat bengkak"
Abi mengangguk percaya.
"Dimana Oma?" Tanya Abi saat tidak meliha7ada tanda-tanda kedatangan Oma nya. Abi tidak menanyakan keberadaan ayahnya karena Abi sudah tau jawabannya.
Semua yang Oma ucapkan omong kosong, bunda dan ayah tidak berbaikan sama sekali.
"Oma dikamarnya, dia lelah ingin istirahat "
Abi mengangguk.
"Ini apa bunda?"
Kelly tersenyum"Itu spageti yang terbuat dari bayam, karena kau baru sembuh dari sakit, jadi bunda memasakkan makanan sehat tapi enak "
"Abi akan coba, pasti rasan6sangat enak"
Kemudian Abi segera menyendokkan satu sendok mie spageti itu pada mulutnya.
Beberapa saat Abi terdiam, dia berhenti mengunyah.
Kelly yang sedang duduk pun ikut memperhatikan Abi yang tiba-tiba menghentikan mengunyah "Kenapa? Tidak enak?" Tanya Kelly.
Abi menggleng, dia tersenyum kemudian kembali melanjutkan kunyahan nya"Sangat enak!"
__ADS_1