CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 53-Pernikahan Gila


__ADS_3

Fillia juga mengangguk setuju, entah kenapa saat melihat wajah Yasmine Fillia dapat melihat aura positif dari wajah Yasmine.


"Mom juga setuju, Win kalau dirimu bagaimana?" Tanya Fillia pada ibu kandung dari Yasmine itu.


"Sangat setuju Fill" Jawab Winda.


"Bagaimana jika pernikahan ini diadakan nanti malam saja? Hanya pernikahan sederhana yang dihadiri oleh orang tertentu, untuk resepsi bisa dilakukan nanti" Usul Fillia, dia betul-betul tidak sabar anaknya itu segera menikah lagi, dia ingin melihat seberapa bucin anaknya pada seorang perempuan bernama Yasmine ini.


Winda mengangguk setuju lagi"Saya serahkan pada anda saja, apapun saya setuju"


Sementara Yasmine melototkan matanya mendengar tutur kata yang dilontarkan nyonya Fillia "Apa? Malam ini? Nyonya jangan malam ini"


"Lalu kapan?" Tanya Fillia.


"Kapan kapan saja" Jawab Yasmine lagi.


"Aku tidak setuju jika kapan kapan!" Pinta Raditya akhirnya yang membuka suaranya.


"Lalu kapan? Aku tidak mau nanti malam, aku maunya kapan-kapan jika aku mau"


"Lalu, kapan kapannya itu mau sampai kapan? Kalau kapan-kapan terus kapan akan segera menikah, aku tidak mau kapan-kapan, aku maunya nanti malam"


"Tap-"

__ADS_1


"Yas! Sudahlah, pokoknya ibu mau nanti malam kalian menikah! Kalau berani bantah ibu nanti kamu jadi anak durhakim, ibu kutuk jadi air mau?" Potong Winda yang begitu geram melihat anaknya yang selalu menolak.


Yasmine menggleng"Tidak mau. Tapi, harusnya ibu mengutuk jadi batu bukan air " Pinta Yasmine yang membenarkan yang seharusnya ibunya katakan.


"Berani beda" jawab Winda.


*


*


Beberapa jam berlalu, ditempat yang sama namun suasana berbeda.


Kali ini Yasmine sedang dirias ala pengantin untuk ijab kabul nanti.


"Benar-benar pernikahan Gila!" Gumam Yasmine sembari menatap dirinya didepan cermin, yang dimana sangat cantik sekali wajahnya.


Sementara Raditya saat ini sedang menyiapkan berkas-berkas yang memang penting untuk acara pernikahan, dia juga menghubungi Bryan teman dekatnya untuk ke apartemen Yasmine sekarang.


Lima belas menit kemudian Bryan datang dengan pakaian batik seperti bapack-bapack kondangan. Dia juga membawa kekasihnya kemari.


"Wow.....emezing bro!" Pekik Bryan saat baru saja memasuki apartemen yang lumayan mewah itu, dia betul-betul tidak menyangka Raditya akan menikah lagi dalam waktu dekat.


Sangat dekat karena akan diselenggarakan beberapa jam kedepan.

__ADS_1


Briyan mendekati Raditya dan menepuk pundak Raditya yang sedang sibuk melihat berkas-berkas "Gila, masih saja kerja, ini kan hari pernikahan mu. Memang kau benar-benar boss crazy sekali ya"


Raditya menyingkirkan tangan Bryan "Ini berkas untuk menikah nanti bodoh!"


Bryan menutup mulutnya "Oooo...aku kira kan"


"Lebih baik kau mengurus pacarmu, lihatlah dia sendiri diambang pintu"


Bryan melihat kekasihnya yang masih diam dipintu sembari matanya melihat ponsel."Hubby, kemarilah" Panggil Bryan pada sang kekasih.


Michelle mendongok, dia mengangguk "Sementara Bry, aku sedang membalas chat dari temanku" Ucapnya kemudian yang masih asik memainkan ponselnya.


Bryan menarik nafasnya dalam-dalam "Kenapa ya dua minggu ini sikapnya berubah padaku? Dia menjadi lebih cuek" Ujar Bryan berbisik pada Raditya.


Raditya mengangkat bahunya tidak tau"Ku pikir dia selingkuh" Jawabnya dengan asal dan mengarang."Dia berubahnya hanya cuek saja?" Tanya Raditya kemudian.


Bryan menggeleng"Bukan hanya itu, sekarang dia itu jarang mengeluarkan gas karbondioksida yang harumnya tiada tara" Jawab Bryan dengan wajah menggalau.


"Apa itu?"


"Ketut hahaha..." Jawab Bryan dengan tertawa sembari memegangi perutnya yang mulai kram.


Raditya mendengus kesal pada teman yang sedikit miring itu, dan lebih parahnya lagi pantun pantun cinta itu juga dia dapat dari sumber wwwww.Bryan.doc.di

__ADS_1


"Tidak lucu!" Raditya kemudian kembali lagi pada berkas-berkas nya, entahlah apa yang dia kerjakan. Perlu diketahui sebenarnya berkas itu sudah selesai tapi dia memang gabut jadi pura-pura sibuk saja.


__ADS_2