
Kini mereka sama-sama menikmati pelukan satu sama lain, melepas rasa rindu yang selama ini mereka pendam. bagaimana tidak rindu, 5 tahun tidak bertemu lalu harus menunggu kembali setelah semua penjelasan yang jelas, kini mereka baru saja merasakan pelukan hangat kembali.
"Terimakasih" Ucap Raditya sembari mengelus kepala Yasmine.
Yasmine tidak melepaskan pelukannya, dia justru sangat menikmati sampai memejamkan matanya, menghirup aroma parfum yang sangat ia suka dan rindukan itu"Untuk apa?" Tanya Yasmine saat mendengar Raditya mengucapkan terima kasih.
"Terimakasih karena kamu telah membuatku jatuh cinta sedalam ini, terimakasih sudah membuatku rindu selama ini. aku sebenarnya benci dengan kamu karena telah banyak membuatku tersiksa, tapi mana bisa aku membenci wanita yang aku cintai" Jawab Raditya dengan jujur.
"Gombal"
"Aku tidak gombal, ini serius"
"Aku benci kamu" Pinta Yasmine.
"Tapi aku mencintaimu "Ucap Raditya.
"Kamu jahat"
"Tapi kamu rindu kan?"
"Tidak" Jawab Yasmine bohong dengan menahan senyuman dibalik pelukan hangat itu.
"Bohong!"
"Ya udah, iya aku rindu" Ucap Yasmine yang akhirnya jujur.
"Tuh kan"
"Hmm"
šµ: Tolong pesankan satu tiket untuk ke luar angkasa ada tidak ya? Aku bosan dengan planet biru ini, isinya orang budak cinta semuanya, aku yang jomblo gimana???šš
Lanjuttt..
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian akhirnya pelukan itu terlepas, namun jarak diantara mereka jangan ditanyakan, masih sangat dekat jaraknya.
Mereka kemudian saling tatap mata, dan entahlah siapa duluan yang memulainya tiba-tiba saja mereka sudah saling berciu*an.
Raditya mengangkat tubuh Yasmine agar duduk di pangkuannya lalu melingkarkan tangannya di pinggang milik Yasmine, dan Yasmine segera melingkarkan tangannya dileher milik Raditya.
Mereka kini sama-sama menikmati ciuman penuh kerinduan itu, mereka saling menghisap, *******, bermain-main didalam rongga mulut tersebut tanpa ada mengenal kata lelah.
Raditya melepas ciumannya lalu mengecup bibir Yasmine "Mau lanjut yang benar-benar lebih nikmat dari ini?"
Yasmine menatap ragu. Ia tau betul maksud dari apa yang Raditya ucapkan, tapi...."Tapi ini masih sore, bagaimana jika yang lain tau?"
"Memang ******* mu sekeras apa?"
Yasmine membungkam mulut Raditya dengan tangannya, ia begitu malu mendengar ucapan Raditya barusan "Kenapa bicaramu seperti itu!" Ucap Yasmine dengan kesal.
Dibalik tangan kecil milik Yasmine, Raditya tersenyum saat melihat wajah Yasmine yang mulai merah merona di pipi nya.
Raditya memegang tangan Yasmine yang membungkamnya, lalu melepaskannya "Kenapa? Benar kan?" Ucap Raditya yang menaik turunkan alisnya menggoda Yasmine.
"Mau kemana hmm..?" Bisik Raditya dengan memeluk Yasmine dari belakang.
Yasmine merinding dengan bisikan itu, entah kenapa sekarang dia menjadi sangat takut berada didekat Raditya, ingin sekali dia kabur sekarang "Lepaskan! Aku harus bertemu ibu sekarang" Ucap Yasmine dengan sedikit memberontak, namun tetap pada awalnya yaitu tubuhnya dipeluk dengan erat.
"Lepaskan apa sudah tau aku ingin apa? Hmm?" Satu tangan Raditya menyingkirkan rambut milik Yasmine yang menutupi leher mulus dan putih itu, lalu perlahan ia kecup singkat.
Cup!
"Glekk" Yasmine menelan ludahnya kasar, kini semakin merinding ditandai dengan bulu kuduknya yang perlahan mulai berdiri.
Raditya kembali mengecup. Iya, memang awalnya kecupan namun lama-kelamaan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang penuh hisapan seperti seorang vampir yang menemukan darah dari seseorang.
"Ssshhh..." Desis Yasmine saat Raditya menghisap lehernya terlalu kuat.
__ADS_1
Raditya melepaskannya, ia tersenyum senang saat dimana ada tanda kepemilikan dileher milik Yasmine.
Kemudian tangannya yang tadi ia gunakan untuk menyingkirkan anak rambut milik Yasmine kini beralih kembali mendekap erat dengan tangan dua.
"Raditya" panggil Yasmine yang nafasnya sedikit sesak saat Raditya memeluknya lumayan kencang.
"Apa?" Jawab Raditya tanpa rasa bersalah. Kepalanya ia senderkan dipunggung milik Yasmine.
"Ku rasa kau ingin membunuhku"
Raditya langsung melonggarkan pelukannya. Pikiran Raditya kini mulai kotor. Perlahan satu tangannya masuk kedalam baju longgar milik Yasmine.
Tentu pemiliknya belum menyadari bahwa tangan itu telah memasuki area terlarang.
Yasmine melototkan matanya saat tangan Raditya tiba-tiba sudah memegang dua benda kenyal miliknya, ia melihat kearah dadanya sendiri "Raditya!" Pekik Yasmine sembari memegang tangan Raditya yang sudah masuk.
Raditya menghentikan aktivitasnya "Kenapa?"
"Emm...jangan sekarang. Aku sedang mens" Ucap Yasmine yang memang tadi pagi baru saja keluar, setelah kejadian kamar mandi di apartemen.
Raditya yang semula sangat semangat kini menjadi loyo alias lemas tak berdaya. Adik yang semula berdiri tegak tapi bukan tiang listrik itu harus terpaksa ia lakukan sendiri dikamar mandi.
Raditya pun melepas pelukannya dan membiarkan Yasmine untuk bangkit.
Sedangkan Yasmine hanya nyengir kuda melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Raditya "Selamat berkarir solo Labi!" Ujar Yasmine dengan sorakan 45, menyemangati suaminya yang lemas tak berdaya. Dengan wajah tanpa dosa ia segera berjalan keluar kamarnya meninggalkan suaminya.
Raditya menggaruk kepalanya yang tidak gatal"Sial!" Umpat Raditya. Perlahan ia pun bangkit dari kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
Mau apa?
š: Pokoknya jangan lupa bolongin sabun𤣠Btw ini bulan puasa loh
Raditya: Lah? Sori min, itu kan untuk dunia nyata, kan ini dunia halu jadi bedaš
__ADS_1
š:Oh iya yaš Yaudah deh kapan-kapan aja ya anu anu nyaš