
Sementara itu, ditempat Yasmine meeting.
Yasmine menyeruput kopinya yang sebelumnya telah dipesan, sesekali dia menatap intens Mr. Mars saat sedang menjelaskan sesuatu, sembari tangannya menulis di IPad nya.
Mars yang ditatap oleh Yasmine pun seketika menjadi gelagapan "Jadi saya yakin kerjasama kita akan menghasilkan anak. Eee... maksutnya menghasilkan keuntungan, salah bicara tadi"
Bryan mengerutkan alisnya"Menghasilkan anak? Oh ayolah Mr ini terlalu lucu hahaha...." Bryan tertawa dengan ucapan dari Mars, karena dia memang orangnya receh jadi gampang tertawa.
Sementara Yasmine hanya bisa menahan tawanya "Pfttt...."
Mars menatap Yasmine dengan datar, dia berfikir kenapa sejak tadi Yasmine selalu memperhatikan nya.
Bryan sudah tidak bisa ditolong, entah kenapa siang ini bawaannya pengen tertawa terus, apalagi saat klien nya salah bicara, semakin memperparah kondisi otaknya. Bryan tidak bisa berhenti tertawa dengan memegangi perutnya sembari terjungkal-jungkal.
Lima menit berlalu, tertawa Bryan belum juga reda. Bahkan seperti orang stress.
Yasmine dan Mars saling berpandangan, seakan mereka kasihan dan bingung terhadap sikap aneh dari Bryan.
Beberapa saat kemudian barulah Bryan berhenti tertawa ketika merasa dirinya sedang diperhatikan "Ehem..." Bryan berdehem guna mengurangi rasa malunya."Saya rasa harus ke kamar mandi dulu ya, Mr. Mars saja izin ke kamar mandi, Yasmine..."
Mars mengangguk "Iya, silahkan tuan"
Yasmine mengangguk.
Kini diruangan VIP itu hanya ada Yasmine dan Mars. Yasmine tersenyum kepada Mars, kemudian mengambil cangkir kopi dan menyeruput nya dengan hikmat.
"Sendiri saja Mr?" Tanya Yasmine tiba-tiba.
Mars dengan segera mengangguk "Iya nona," Entah kenapa perasaan Mars menjadi tidak enak sekarang, apalagi hanya berdua dengan Yasmine.
"Minum Mr"
Mars mengangguk "Iya, silahkan nona"
Yasmine tersenyum dan kembali menyeruput kopinya. "Enak" Ucap Yasmine setelah menyeruput kopinya.
Mars tidak menanggapi, dia lebih memilih untuk mengalihkan perhatian dan pandangannya pada ponsel, sembari menunggu Bryan kembali kemari.
__ADS_1
Yasmine yang merasa pria didepannya sedang mengalihkan pembicaraan dan perhatian itu, seketika melihat situasi kanan dan kiri.
Setelah dirasa aman nyaman tentram dan tidak akan ada yang melihat, dia langsung melancarkan aksinya.
Yasmine berdiri dari duduknya, perlahan mendekati pria yang bernama Mars itu dengan berani.
Mars hanya menatap sekilas, ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan Yasmine, tapi mars mencoba tidak peduli dengan tetap berfokus pada Handphone nya.
Srek!
Yasmine dengan cepat mengambil ponsel milik Mars yang dimana mars juga ikut terbangun.
"Hey! Nona, anda lancang sekali! Kembalikan ponsel milik saya!" Mars mencoba untuk mengambil ponselnya, namun dengan cepat Yasmine menghindar.
"Nona Yasmine! Jika anda tidak memberikan ponsel itu maka-"
Yasmine mengerutkan keningnya "Akan apa tuan Robert?"
Mars seketika membeku. Dia tidak menjawab apa-apa saat Yasmine mengatakan itu.
Ya, dia adalah Mars yang menyamar menjadi Robert. Dia terpaksa melakukan itu karena Appa ingin menjodohkannya dengan perempuan yang tidak dia kenal. Mars adalah nama aslinya, Robert hanya sebagai nama samaran saja agar orang tuanya tidak mudah mencarinya. Dan juga dengan penampilannya yang agak culun itulah yang membuat orang tuanya semakin susah mencarinya.
Yasmine melototkan matanya, dia kemudian menunjukkan sesuatu pada Robert "Robert k-kau..."
Ucapan Yasmine terpotong saat ponsel itu diambil oleh mars dengan paksa.
"Robert, katakan. Kenapa wallpaper ponselmu memakai wajahku! Itu kan foto yang ada digaleriku, aku bahkan tidak mempublikasikan foto itu di sosial media" Yasmine kini merasa marah dengan apa yang baru saja dilihatnya. Dia merasa Robert sudah sangat lancang mengambil gambar galerinya secara diam-diam. Saking marahnya dia bahkan bukan memanggil Robert dengan inces lagi.
Mars hanya diam, tidak berani menjawab.
Pertengkaran dan kegaduhan itu terpaksa mereka hentikan saat Bryan baru saja memasuki ruangan. Bryan terbengong saat melihat Yasmine dan Mars yang berdiri.
"Ada apa? Kenapa semuanya berdiri?" Bryan menatap satu persatu wajah Yasmine dan Mars.
Dengan segera Yasmine menggelengkan kepalanya, dia akan menahan emosinya sebisa mungkin didepan tuan Bryan. Tapi, Yasmine akan melanjutkan masalah ini setelah meeting selesai nanti.
*
__ADS_1
*
Meeting itu sudah selesai dilakukan, Bryan sudah kembali kekantornya terlebih dahulu. Sementara Yasmine meminta izin sebentar dengan alasan untuk pulang ke apartemennha mengambil sesuatu.
Saat melihat mobil tuan Bryan yang sudah menghilang, Yasmine segera berlari menuju mobil milik Robert, yang dimana Robert akan memasuki mobilnya.
"Robert"
Robert seketika berbalik dan mengusung niatnya untuk membuka pintu mobil.
"Kita perlu bicara!"
"Aku sibuk"
"Aku memaksa. Hanya kali ini saja, setelah apa yang kau lakukan kau fikir aku tidak kecewa denganmu?"
Mars menarik nafasnya "Baiklah, kita bicara ditaman saja. Masuk mobilku"
Yasmine pun mengangguk "Baik"
Mereka segera memasuki mobil dengan Yasmine yang duduk didepan juga dan Mars yang menyetir.
"Jadi kau adalah anak orang kaya?"
Mars melirik Yasmine kemudian kembali berfokus pada jalanan "Appa ku yang kaya, bukan aku"
"Sama saja. Tadi siapa namamu?"
"Mars" Jawabnya.
Yasmine mengangguk."Kau mau aku memanggilmu mars atau Robert?"
"Mars saja"
"Baiklah"
Beberapa menit kemudian kini mobil yang dikendarai sudah sampai ditaman kota yang tidak jauh dari tempat meeting tadi.
__ADS_1
..._...