CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 52-Melamar


__ADS_3

"Yas, segera pulang dari supermarket. Di apartemen kedatangan tamu ya ingin melamarmu" Ucap Winda dari seberang telepon.


Yasmine terpekik dan terkejut. Whattt?? Melamar? Siapa?.


"Siapa Bu? Mungkin salah apartemen kali" Pinta Yasmine yang masih shock dengan apa yang ibunya katakan.


"Benar, dia bilang ingin melamar kamu Yas, cepatlah, ada ibunya juga disini"


"Akh.. Baiklah, aku akan segera pulang. Lima belas menit aku sampai" Dengan segera Yasmine mematikan sambungan teleponnya.


Sementara Winda yang saat ini sedang didapur membuatkan dua minuman itu segera mengantarnya kedepan.


"Silahkan diminum nyonya, nak Radit " Ucap Winda yang menaruh dua gelas teh hangat yang dibawanya dinampan.


Fillia mengangguk"Seharusnya tidak usah repot-repot Bu, panggil saya Fillia saja. Kita sepertinya tidak berbeda jauh usianya"


Winda mengangguk, dia lalu duduk dikursi sofa tunggal"Tapi saya merasa tidak enak. Ah..tidak pantas saja memanggil nama"


"Tidak apa, malahan saya suka jika dipanggil nama, bukankah sebentar lagi kita akan berbesan?"


Winda tersenyum"Iya juga, kalau begitu panggil saya juga Winda, jangan Bu"


Fillia mengangguk, dia kemudian menyeruput sedikit teh yang dihidangkan.


Beberapa menit berlalu Winda dan juga Fillia terus berbincang tentang segala hal, terutama kedatangan Fillia dan Raditya yang menjadi topik pembicaraan mereka.


Sementara Raditya sedari tadi hanya menyimak ibu-ibu rempong yang sedang mengobrol. Tapi, ia juga sedikit aneh pada mom Fillia, pasalnya ibunya itu tidak gampang akrab pada orang lain dan tidak suka mengobrol banyak. Terlebih dengan sangat asyik begini. Tapi, Raditya justru menerbitkan senyuman tipisnya, ia senang dua ibu-ibu itu akrab seperti besty, kerena dengan begitu hubungannya dengan Yasmine akan semakin maju, ya walaupun dia yakin Yasmine akan menolak. Tapi, tidak apa-apa, dia akan terus berusaha untuk meluluhkan hati sang ratunya.


Ya, Raditya memutuskan untuk melamar Yasmine setelah tiga hari kemudian dia baru sampai, kedatangannya juga bisa disebut mendadak karena ia tidak memberitahu Yasmine sama sekali. Tentang perceraiannya dengan Kelly? Tenang, itu sudah terselesaikan, karena dia memiliki uang, maka semuanya bisa selesai dengan begitu cepat, terlebih bukti jika Kelly melakukan perselingkuhan itu juga akan semakin mempercepat proses perceraian.


Dan, hak asuh Abi sepenuhnya berada ditangannya, Kelly tidak mengajukan adu banding, karena memang dia juga merasa bersalah telah melakukan perselingkuhan.


Namun, Abi masih belum mengetahui tentang perceraiannya, yang anaknya tau hanya saat ini bundanya sedang pergi ke London untuk berlibur bersama teman-temannya.


*

__ADS_1


Yasmine berjalan menuju lift dengan tergesa-gesa sembari menenteng beberapa belanjanya tadi, dia sungguh penasaran siapakah yang datang ke apartemen untuk melamarnya.


Pikirannya saat ini tertuju pada salah satu pria yang sangat menyebalkan beberapa hari ini menurutnya.


Ting!


Dengan segera Yasmine keluar dari lift dan berjalan cepat menuju ruang apartemen nya.


Pintu yang semula tertutup itu langsung saja Yasmine buka.


"Ibu, siapa yang-" Ucapan Yasmine terhenti saat melihat ada dua orang tamu. Terkejut karena tamu tersebut adalah Raditya dan seorang perempuan yang berumuran ibunya itu. Yasmine menjatuhkan seluruh belanjaannya kelantai hingga berantakan dan keluar dari totebag.


Winda yang melihat putrinya datang segera berdiri dan berjalan kearah Yasmine "Yas, kok belanjaannya dijatuhkan?"


Yasmine yang masih terbengong pun langsung sadar, dia segera berjongkok dan membereskan nya"Eee..maaf maaf Bu"


Sementara Fillia yang duduk disamping Raditya pun menyenggol lengan anaknya"Dia kah perempuan yang akan kau nikahi?" Tanya Fillia dengan berbisik sembari matanya terus menatap lekat perempuan yang sedang berjongkok membereskan barang-barang yang jatuh.


Raditya mengangguk "Iya mom, dia cantik kan?"


"Lumayan, hidungnya tapi pesek"


"Terserah!" Jawab Fillia yang sudah lelah mengahadapi sikap anaknya, jika sudah bucin akut ya pasti begini.


Sementara Raditya hanya menanggapi dengan senyuman.


Selesai dengan membereskan belanjaan itu, Yasmine segera meletakkan nya dipinggir pintu karena ibunya itu menyuruh untuk segera bersalaman dengan camer alias calon mertua.


"Yas, buruan salaman"


Yasmine mengangguk dan langsung menghampiri mereka.


Fillia tersenyum saat Yasmine semakin mendekat.


Segera Yasmine mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan mencium tangan Fillia.

__ADS_1


Raditya tersenyum, lalu dia mengulurkan tangannya pada Yasmine, dia juga ingin Yasmine mencium tangannya.


Yasmine menatap tangan Raditya, dia lalu tidak menanggapinya dan langsung duduk di kursi tunggal satunya, sebelah Fillia dan berhadapan dengan ibu.


"Ehem..." Raditya berdehem guna mengurangi rasa grogi. "Langsung saja, Yasmine. disini saya datang kemari bersama mom Fillia ingin melamarmu"


"Uhuk..uhuk..." Fillia tersedak angin saat mendengar perkataan dari Raditya. "Apa? Melamar? Aku tolak!" ucap Yasmine kemudian.


Fillia kaget dengan ucapan calon menantunya yang menolak lamaran dari anaknya"Kenapa nak? Raditya bilang kalian saling mencintai? Apa dia ini memaksamu? Iya?" Fillia berbicara sembari menjiwit lengan Raditya.


"Sshhh ....mom!" Ringis Raditya saat tangannya dicubit.


Yasmine mengangguk "Iya nyonya, dia pemaksa. Saya sama sekali tidak suka, dia it-"


"Kalau menolak, kau harus bayar hutangmu sekarang!" Potong Raditya kemudian. Dia akan melakukan segala cara apapun untuk menikah dengan Yasmine.


Deg.


Yasmine menelan ludahnya sendiri. Bagaimana ini? Uangnya satu Minggu ini juga belum terkumpul.


Sementara Winda sedikit terkejut saat mengetahui anaknya memiliki hutang dengan nak Raditya "Yas, kamu punya hutang? Kok tidak bilang? Berapa?"


"Seratus lebih" Jawab Raditya


Winda melototkan matanya, tentu saja dia tau berapa itu"Untuk apa Yas? Astaga...ibu tidak pernah mengajarkanmu untuk berhutang"


Yasmine hanya menunduk mendengar perkataan ibunya.


"Untuk biaya operasi ibu..." Jawab Yasmine pelan.


Winda semakin terkejut saat ternyata hutang itu untuk biaya operasi nya"Apa? Lalu kau ada uangnya Yas?"


Yasmine menggeleng pelan. Yah..benar, tidak ada uangnya.


"Kalau begitu nikah saja dengan nak Raditya sebagai bayaran hutang itu" Pinta Winda dengan tersenyum senang. Karena dengan itu, berarti anaknya akan cepat menikah dan tidak jomblo lagi. Azekkk ...cepet dapat cucu.

__ADS_1


Yasmine mengangkat wajahnya, terkejut dengan usulan sang ibu"Bu---"


Raditya mengangguk setuju dengan usulan camer nya"Benar sekali!"


__ADS_2