CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 68-Menuju Malin (Malam Indah)


__ADS_3

Sepulang dari Mall Yasmine merebahkan dirinya diatas tempat tidur dengan ukuran lumayan besar setelah melakukan ritual mandi.


Lelah, itulah yang saat ini sedang Yasmine Asilal rasakan. Seluruh tubuhnya sangat lelah setelah seharian bermain permainan dan melakukan kegiatan banyak di Mall.


Bagaimana tidak lelah? Dirinya pulang dari Mall sudha menunjukkan pukul 5 sore. Itupun saat dirinya tidak sengaja melihat jam di ponselnya. Coba kalau tidak? sudah dapat dipastikan sampai sekarang dirinya masih bermain-main di mall sampai malam tiba.


Ia bolak balik mengatur nafasnya, kadang memijat lengannya juga yang terasa capek, lelah, letih.


Yasmine kadang juga melirik pintu kamar, berharap Raditya masuk kedalam kamar ini. Ia kadang heran, apakah tidak capek pulang jalan-jalan langsung ingin menyelesaikan pekerjaan.


Yasmine menghela nafasnya. Pasti sangat lelah seharian ini bagi seorang Raditya. Dirinya saja yang seharian ini jalan-jalan notabenenya sudah bukan karyawan suaminya lagi merasa lelah karena berkeliling kesana kemari.


Karena sudah sangat lelah, Yasmine perlahan menutup matanya. Tertidur dalam posisi telen tang eh..salah maksutnya telentang.


*


*


Yasmine terbangun saat tiba-tiba dirinya merasakan ada sesuatu yang melingkari tubuhnya.


"Labi" Ucap Yasmine yang masih setengah sadar.


"Hmm..." Balas Raditya yang masih nyaman memeluk tubuh istrinya dengan kepala yang diletakkan diatas dada milik Yasmine. Satu yang dia rasakan, empuk!.


"Kenapa?" Tanya Yasmine dengan suara yang sedikit serak. Kemudian ia melirik jam dinding yang terpasang itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, itu artinya sudah 5 jam dia tertidur.

__ADS_1


"Aku nyaman seperti ini"


"Iya kamu nyaman, tapi aku sesak Labi..." Ucap Yasmine. Bagaimana tidak sesak? Sudah ditiduri dada nya lalu pelukan Raditya yang lumayan erat itu membuat dirinya sulit bernafas.


"Apa iya?" Tanya Raditya yang masih stay dengan posisi tadi dengan wajahnya yang ditenggelamkan dibagian pay udara milik Yasmine.


Kemudian perlahan Raditya mengendorkan pelukannya. Namun kepalanya masih tetap disitu, dengan memasang wajah jahil menyeriangi Raditya mengangkat satu tangannya dan meletakkannya diatas dua buah vitamin favoritnya alias melon berkulit.


"Sshhh..." Yasmine sekuat tenaga menahan suara itu agar tidak keluar. Jujur saja saat tangan kekar milik Raditya itu meremas miliknya rasanya sangat enak dan menikmatinya, tapi entah tiba-tiba dia refleks ingin mengeluarkan suara desa han, namun sekuat tenaga Yasmine menahannya agar tidak keluar.


Yasmine hanya mampu menggigit bibirnya sekuat tenaga agar suaranya tidak keluar. "Labi, jangan!" Yasmine memegang tangan milik suaminya, berbicara agar berhenti melakukan hal jahil seperti itu.


"Kenapa?" Wajah Raditya terangkat dan memandangi istrinya dengan tatapan kecewa. "Bukankah masa datang bulanmu sudah selesai? Ini sudah 1 Minggu loh.." Raditya menundukkan wajahnya, menahan rasa kekecewaan ketika dirinya mendapatkan penolakan.


Jika dibayangkan dia seperti seorang anak kecil berusia 5 tahun yang memohon pada ayah dan ibunya untuk membeli mainan mobil-mobilan, tapi orangtuanya tidak memperbolehkannya.


Raditya mengangguk pelan "Iya, aku kan juga laki-laki. Butuh asupan nutrisi yang lezat dan bergizi secepatnya ..."


Aaaa....rasanya Yasmine ingin mencubit pipinya karena gemas pada suaminya yang seperti anak kecil itu.


"Seperti apa?" Tanya Yasmine yang pura-pura polos dan lugu. Padahal dia tau maksudnya dari butuh nutrisi itu apa.


"Seperti saat aku berhasil memasukkan Bara dalam goa milikmu yang rasanya tiada tara" Ujar Raditya dengan senyuman yang mengembang. Ah... membayangkannya saja sudah membuat Bara terbangun didalam sarang miliknya.


Alis Yasmine diangkat satu "Bara? Kenapa Bara? Siapa Bara?" Tanyanya dengan bingung. Kenapa jadi membahas Bara sekarang.

__ADS_1


"Iya, Bara. Alat berhargaku ini" Raditya menunjukkan alat vit al nya.


Yasmine semakin dibuat bingung dengan pernyataan itu. "Maksutmu namanya bara?"


Raditya mengganguk "Iya. Lucukan?"


Yasmine hanya mampu mengglengkan kepalanya. Tidak habis pikir dengan sikap Raditya yang aneh. Memang wajib sekali diberi nama?


"Mau tau tidak artinya?" Ucap Raditya.


Yasmine kemudian mengangguk saja. Karena ia juga penasaran.


"Bara yang artinya 'Baru masuk sudah ara ara' " Jelas Raditya sembari tersenyum.


Yasmine yang mendengarnya pun tidak kuasa menahan tawanya. Malam itu waktu sudah menunjukkan tengah malam, namun dikamar milik seorang pasutri kini penuh dengan suara tawa milik Yasmine. Lucu saja, namanya Bara dengan arti yang sangat membuatnya sakit perut saat mendengarkan nya. Ia jadi teringat dengan teman SMA yang juga bernama Bara, bagaimana kira-kira reaksi temannya saat namanya dijadikan nama senjata pria.


"Hahahaha...."Tidak henti-hentinya Yasmine tertawa.


Sementara Raditya hanya mendengus kesal saat nama Raditya kecilnya itu ditertawakan oleh istrinya. Padahal kan memang benar.


Karena gemas, Raditya langsung saja menciu mi wajah cantik istrinya denga nafsu. Sudah terlalu sabar dia menunggu selama 1 Minggu untuk mendapatkan hak nya. Dan kini tidak akan pernah Raditya sia-siakan. "Berani kamu menertawakan milikku? Menertawakan Bara didalam sini? Cup...Cup...Cup..." Tidak henti-hentinya Raditya menciumi wajah Yasmine dengan brutal. Dari mulai pipi, hidung, kening, dagu, kelopak mata, dan yang pasti adalah bibir manis milik nyonya Raditya.


Yasmine menghentikan tawanya. Ia mendorong kuat bahu Raditya saat suaminya itu tidak berhenti menciuminya "Labi...hentikan!!! Hmpppp...."


Bibir cerewet itu diciumnya oleh Raditya. Iya, ciuman beneran bukan bohongan yang hanya dikecup singkat saja.

__ADS_1


Yasmine seketika terdiam. Menatap manik mata milik suaminya yang hanya mengisahkan beberapa centi saja. Kini kedua bibir itu sudah saling menempel.


......


__ADS_2