CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 7-Jadi sudah menikah?


__ADS_3

Beberapa menit berlalu Yasmine masih sibuk dengan mengedit waktu jadwal pertemuan dengan klien, saat sudah selesai mengedit satu berkas ia sesekali melirik apa yang dilakukan Raditya.


"Ck, sok cool sekali dia, hey Raditya jelek! Tatap aku kalau bisa! Rasanya ingin sekali menampol wajahmu!"


Raditya melirik sekretaris nya, entah kenapa ia tiba-tiba merasa ada yang sedang mengumpatnya diam-diam.


Yasmine yang ditatap pun seketika menjadi gelagapan kemudian ia segera mengalihkan pandangannya pada tap nya"Sial, doa ku dikabulkan langsung oleh tuhan"


Saat tangannya ingin mengambil air putih tiba-tiba tangannya tak sengaja menyenggol kertas HVS yang dimana membuat kertas tersebut jatuh dan berhamburan"Astaga" Pekik Yasmine kemudian segera berjongkok untuk membereskan kertas yang berhamburan tersebut.


Karena pakaian yang Yasmine gunakan adalah berwarna putih dan juga sedikit ketat hingga ada yang tembus dari dalam pakainya dan hal itu dapat dilihat oleh seorang yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Raditya meremas celananya "Sial!" geram Raditya yang sedang berusaha menahan gejolaknya yang tiba-tiba muncul itu."Padahal baru melihat pengait b*a yang tidak terlalu jelas, tapi mengapa sudah terasa panas. Arghhh aku merindukan dua buah melonnya" Raditya mengusap rambutnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal beberapa saat ia memejamkan matanya, kini ia duduk dengan begitu gelisah.


"Dia kenapa? Berisik sekali seperti tidak tenang duduk di kursi itu" Gumam Yasmine yang masih mengambil beberapa lembar kertas HVS, setelahnya ia kemudian berdiri tak tidak berani lagi untuk menatap Raditya.


.


.


.


.


.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang dan mereka masih sama-sama sibuk dengan pekerjaannya.


Ceklek!


Saat mendengar suara pintu kaca itu terbuka Raditya dan Yasmine sama-sama melihat orang yang sedang berdiri didepan pintu itu.

__ADS_1


Sejenak Yasmine menatap wanita cantik yang berada didepannya yang menggunakan dress pendek berwarna biru muda"Cantik sekali" puji Yasmine.


Ya. Itu adalah Kelly yang datang ke kantor Raditya hanya untuk membawakan bekal makan siang, yah walaupun ia tahu Raditya tidak akan pernah memakannya. Namun, ia tidak akan pernah menyerah sampai kapanpun. Kecuali, jika ia benar-benar lelah.


Kelly melangkahkan kakinya menuju meja kerja Raditya"Mas" panggil Kelly dengan senyuman manisnya."Aku membawakan mu makan siang" Kelly kemudian meletakkan wadah bekal itu dimeja Raditya.


Yasmine yang mendengarnya pun sedikit syok. Ia pikir perempuan tadi adalah adik atau pegawai dikantor, tapi mana mungkin jika pegawai memanggilnya dengan sebutan "mas" dan dengan suara yang begitu lembut. Pikiran kini terus menghantuinya, Yasmine bertanya-tanya pada dirinya apakah perempuan cantik itu istri Raditya?


Yasmine kemudian mengalihkan pandangannya kearah jendela luar yang dimana pemandangan nya hanya ada langit yang cerah, berusaha menahan air matanya yang akan keluar, namun sekeras apapun Yasmine menahannya jika hatinya merasa teriris maka air mata itu akan tetap keluar, Yasmine segera menghapusnya dengan cepat agar tidak ketahuan dan terlihat.


Raditya melirik Yasmine yang sedang membelakanginya "Apa kau cemburu Sky?"


Kelly yang melihat suaminya hanya diam dan matanya melirik sang perempuan yang tak jauh itu kemudian melihatnya juga"Mas, apa dia sekretaris barumu?" Tanya Kelly yang tidak dijawab oleh Raditya karena Raditya tidak mendengarnya, matanya dan pikirannya kini hanya pada satu wanita yaitu Yasmine.


Kelly yang tidak menjawab pertanyaan itupun menarik nafasnya, ia tidak masalah dengan itu karena memang sudah biasa. Kelly kemudian membuka bekal yang sudah ia bawa untuk Raditya.


Saat selesai membuka dan menyiapkan makanannya, Kelly melihat suaminya yang masih memandangi wanita, ia kemudian mengepalkan tangannya. Rasa marah dan cemburu itu keluar dari diri Kelly, kenapa suaminya menatap perempuan tersebut dengan begitu lama? Sedangkan dengan dirinya saja suaminya tidak pernah menatap selama itu, bahkan ditatap pun tidak pernah.


Kelly kemudian melangkahkan kakinya menuju meja Yasmine dengan anggun"permisi"


"Nona, apakah kau bisa keluar dari ruangan ini? Aku dan suamiku ingin makan siang berdua?" Perintah Kelly dengan menekan setiap kata-kata namun masih terlihat sopan.


Deg!


"Jadi benar, dia adalah istri Raditya, yah memang dia sangat cantik dibanding diriku yang hanya wanita biasa, dia anggun dan berkelas sedangkan aku pecicilan dan dari kalangan bawah..."


Yasmine kemudian segera mengangguk dan berusaha tersenyum mengangguk "Ah baiklah, maafkan saya nyonya sudah mengganggu waktu keromantisan anda" Ucap Yasmine dengan sopannya.


Kelly tersenyum manis"Terimakasih "


"Tidak masalah, saya yang minta maaf" Yasmine kemudian membungkukkan badannya, berdiri dari duduknya sebelum benar-benar keluar sesaat Yasmine menatap Raditya yang sedang menatapnya juga.

__ADS_1


Yasmine segera menutup pintunya, memegangi dadanya yang terasa sakin dan panas, berlari mencari toilet terdekat.


Menyalakan kran agar tangisannya tidak terdengar"Hiks...hiks...hiks...


egois sekali bukan jika aku iri dengan mereka?" Yasmine menatap dirinya dikaca, yang dimana matanya sudah sembab akibat menangis.


"Mereka begitu romantis, sehingga saat ada aku mereka merasa terganggu, boleh tidak jika aku iri tuhan...? Ini tidak adil bagiku"


.


.


.


.


.


Sementara itu didalam ruangan Raditya.


Setelah melihat kepergian wanita yang Kelly sebut pengganggu nya, Kelly tersenyum senang, ia kembali menghampiri Raditya"Mas, aku sudah membuatkan masakan kesukaanmu"


Prang!


Kotak bekal yang sudah Kelly siapkan sebelumnya itu kini berhamburan kelantai serta dengan isinya yang berserakan.


Raditya melempar semua bekal yang sudah Kelly siapkan.


Lagi dan lagi untuk kesekian kalinya Kelly menangis melihat perlakuan suaminya.


Raditya menatap tajam istri yang tidak diharapkan itu"Apa kau tuli wanita bodoh!!! Aku tidak butuh semua ini!!! Sudah ku bilang jangan pernah datang ke kantor!"

__ADS_1


Prang!


Raditya melempar botol air mineral itu hingga pecah"Aku membencimu! Aku tidak mau tahu sebelum aku selesai makan siang semua ini harus beres tanpa ada yang kotor! Ingat, jangan menyuruh OB atau siapapun pegawai disini!" Raditya kemudian keluar dari ruang kerjanya tanpa menghiraukan Kelly yang sudah terduduk dilantai dan menangis.


__ADS_2