CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 37-Kesedihan Seorang Ibu dan Istri


__ADS_3

Raditya masih saja memikirkan persoalan ibunya yang menyamakan dirinya dengan daddy.


"Sebenarnya apa yang mommy sembunyikan dariku?" Gumam Raditya.


Drttt!


Drttt!


Raditya melihat panggilan tersebut, ia mengerutkan keningnya saat melihat ada nomor baru yang melakukan panggilan dengannya.


Raditya pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Mas Raditya..." Lirih seorang perempuan dibalik sambungan telepon tersebut.


Raditya hanya diam, setelah dirasanya tahu siapa orang yang telah menelepon nya menggertakkan nomor baru Raditya pun berniat untuk mematikan teleponnya, namun suara memohon dari telepon tersebut membuatnya terhenti.


"Mas, aku mohon jangan dimatikan sambungan telepon nya hiks..hiks..tolong dengarkan aku sebentar saja"


Raditya menarik nafasnya "Katakan, "


Dibalik telepon tersebut Kelly mengembuskan napasnya dengan air mata yang terus menetes keluar dari matanya, Kelly melihat kebelakang yang dimana ada Guntur disana.


Guntur tersenyum mengangguk.


"Mas, aku hanya ingin memohon kepadamu jangan pisahkan aku dengan Abi. Abi segalanya untukku mas hiks..Abi adalah separuh nafasku hiks..hiks.."


"Dan perlu kau dengarkan baik-baik wanita ******, keputusan ku tidak bisa diganggu gugat, jadi percuma saja kau memohon kepada ku. Apalagi setelah aku tau bahwa kekasih gelapmu baru saja menyuruh orang untuk menghancurkan perusahan ku!"


Nit!


Raditya segera menutup teleponnya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Kelly menatap ponselnya, panggilan itu telah dimatikan oleh Mas Raditya, kemudian ia berbalik menatap Guntur yang saat ini sedang berbaring diatas kasur sembari menatapnya juga.


"Sayang, sudah selesai berbicara dengannya? Bagaimana? Apa dia setuju?" Tanya Guntur dengan menatap Kelly.


Kelly mengeratkan gigi-giginya, menahan amarah yang kini sudah mulai menguasai dirinya "Katakan!" Bentak Kelly sembari melempar ponselnya kepada Guntur hingga mengenai kepala.


Guntur menatap heran kekasihnya itu"Ada apa Kel? Aku tidak mengerti?" Tanya Guntur yang memang tidak mengerti apa maksud Kelly.


Kelly berjalan mendekati Guntur dan menaiki kasur tersebut, ia berdiri diatas tubuh Guntur, dengan cepat mencekik leher Guntur "Katakan bahwa apa yang Raditya bilang bohong!" Pekiknya dengan begitu keras diwajah Guntur, dan juga cekikikan itu semakin kencang hingga menyebabkan pemiliknya sulit bernafas.


"Uhuk! Uhuk! Kel-ly le-lep-paskan...k-kau me-membun-nuhku..."Guntur berusaha untuk melepas tangan Kelly dari lehernya yang semakin kencang mencekiknya.


Guntur bisa kalah dari Kelly karena Kelly adalah seorang pemegang sabuk putih! dia adalah seorang pesilat yang cukup hebat.


"Kau menghancurkan perusahan Raditya?! Katakan atau aku akan membunuhmu!" Ancam Kelly yang semakin mengencangkan cekikannya.


Guntur yang sudah hampir kehabisan nafasnya itu hanya mampu mengangguk.


setelah mendapatkan jawaban nya Kelly segera melapaskan cekikannya tersebut, badannya lemas seketika dan terduduk diatas tubuh milik Guntur"Bodoh! hiks...hiks... Kau bodoh!!!" Teriak Kelly dengan frustasi sembari memukul guntur yang telanjang dada.


Kelly menjambak rambutnya sendiri sembari menangis dengan histeris "Raditya semakin membenci ku dan tidak mau mengubah keputusannya hiks..hiks..Kau tau kan Abi segalanya untukku...Abi lebih daripada apapun untukku..."


Guntur yang mendengarnya pun merasa iba pada Kelly, dengan segera ia menarik tubuh Kelly untuk berada dalam pelukannya. Namun tidak membuat Guntur merasa bersalah karena sebelumnya ia menyuruh orang untuk menghancurkan gudang milik perusahaan milik Raditya, walaupun gatot alias gagal total, namun tidak ada terbesit dipikiran nya merasa bersalah sama sekali, ataupun meresa menyesal.


Kelly yang saat ini masih berada diatas tubuh Guntur dan saat Guntur menariknya ia pun memberontak dan terus memukul Guntur, namun karena tenaganya sudah habis dan lemas ia hanya bisa pasrah saja.


.


.


.


.


.


Malam harinya,


Yasmine menerbitkan senyumannya saat dokter mengatakan bahwa ibunya sudah bisa dijenguk di ruangan ICU.

__ADS_1


dengan perlahan ia membuka pintu kaca tersebut, yang masih ia lihat adalah ibunya yang masih terpejam dengan beberapa selang oksigen dibagian hidung dan leher yang paling banyak, karena operasi getah bening itu dilakukan diarea leher. Dokter mengatakan kemungkinan saat ibunya sudah siuman dan membuka mata, untuk beberapa hari tidak bisa berbicara dahulu.


Yasmine berjalan mendekati ibunya itu, ia kali ini sendirian karena Helen saat ini harus bekerja di apartemen dan mungkin akan kemari saat pagi nanti.


"Ibu..."Ucap Yasmine dengan sedih melihat ibunya yang dipenuhi dengan selang-selang oksigen itu.


Yasmine kemudian duduk dikursi yanga da di samping ibunya.


Beberapa saat Yasmine memandangi wajah ibunya yang terlihat tenang dengan menutup mata itu, tidak akan pernah bosan Yasmine terus memandang surganya.


Hingga ia melihat diujung mata ibunya itu juga mengeluarkan air mata seperti dirinya "Ibu juga tau ya kalau Yas sedih?" Ucap Yasmine dengan tersenyum tipis. Kemudian dengan segera ia hapus air mata yang membasahi pipinya "Kalau begitu Yasmine tidak akan menangis dihadapan ibu lagi" Sambungnya kemudian.


Lalu ia juga mengusap air mata yang sebelumnya keluar dari ujung mata ibunya"Sudah ya bu, jangan bersedih lagi"


*


*


*


...----------------...


Sementara itu disebuah Mension Agavi yang mewah itu, didalamnya terdapat seorang perempuan yang usianya tidak muda lagi.


Ya. Itu adalah Fillia, orang yang mungkin orang menganggapnya sebagai ibu yang egois dan arrogant pada anaknya Raditya.


Malam hari dengan angin yang semriwing ini Fillia duduk termenung didekat jendela sembari memandangi langit malam yang begitu indah dipandang menurutnya karena bintang dan bulan ada dilangit saat ini.


Seiring dirinya semakin lama memandangi langit malam yang indah tersebut juga seiringnya air mata seorang Fillia yang dianggap sebagai The Power Of Women dalam Mension ini terus mengalir dan membanjiri wajahnya.


Segala ingatan -ingatan masa lalu yang begitu bad atau buruk itu kini kembali memenuhi isi kepala nya, dimana ia mendapatkan siksaan batin dari orang yang paling disayangi dan dicintainya sedari kecil. Dimana juga saat dia sedang hamil, dia diperlakukan tidak adil oleh semua orang. Diselingkuhi dan dihianati sudah pernah dirasakannya dahulu.


Menjadi korban pencabulan dan pelecahan sudah pernah dirasakannya.


Dihukum dengan cara yang tragis sudah pernah dirasakannya juga.


Dihina, dicaci, dimaki, diinjak harga dirinya sudah pernah juga ia rasakan.


Namun, sekuat tenaga ia tetap bertahan dalam pernikahan ini hanya demi Raditya, anak yang paling dia sayangi.


"Raditya, kenapa kau begitu jahat pada istrimu nak...tidakkah kau tau bahwa apa yang dirasakan oleh Kelly itu adalah perasaan yang ibu rasakan dulu saat dimana Daddy mu berpoligami dengan wanita lain?"

__ADS_1


__ADS_2