CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 40-Renungan Fillia


__ADS_3

Sampai di apartemen, Yasmine masih termenung di kamarnya.


Kemudian satu tangannya mengambil ponsel yang ia letakkan tak jauh darinya. Ia kemudian membuka internet untuk melihat lowongan pekerjaan dengan gaji yang satu minggunya kurang lebih seratus juta.


Namun yang dicarinya tidak ada sama sekali, kecuali ada salah satu club' malam yang membutuhkan seorang perempuan untuk melayani para laki-laki dan juga mencuri organ tubuh manusia untuk dijual.


Yasmine begidik ngeri melihat browser itu. Tapi, satu lagi yang membuatnya terbelak, jika ingin mendapatkan uang banyak dalam satu hari bisa saja dengan cara "Berhayal".


Yasmine melempar ponselnya diatas kasur saat semua browser itu sangat tidak penting untuk dibaca dan yang ada malah membuatnya kesal.


"Tidak mungkin jika aku akan menjadi istri keduanya agrh...." Yasmine melempar gulingnya hingga terjatuh kelantai. Sangat frustasi sekarang, kepalanya rasanya hampir pecah.


Beberapa saat, Yasmine kemudian terfikir kan sesuatu untuk menelepon teman-teman kantornya. Siapa tahu ada temannya yang mau meminjamkan uang kepada dirinya ini.


Ia pun kembali mengambil ponselnya yang tadi ia lempar dan mulai menelepon Niluh and the geng.


"Sorry Yas, uang ku tidak banyak jika harus meminjamkan sebanyak itu, aku bukan orang kaya" Niluh


"Hanya ada lima juta saja" Vivi


"Maaf Yas, orang tuaku butuh uang ini, kalau mau aku pinjamkan uang tapi hanya sepuluh juta saja ya?" Liora


"...."


"...."


Dan telepon itu masih berlanjut hingga hampir sampai lima puluh orang.


Tapi hasilnya nihil.

__ADS_1


Tapi, hanya satu nama kontak karyawan AGv yang belum ia coba hubungi setelah tadi sore ia hubungi namun tidak aktif."Akan aku coba lagi"


Ya. Itu adalah nomor Robert, ia berharap Robert bisa membantunya untuk masalah ini.


Tut!


Tut!


Tut!


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..."


Air matanya kini mulai luruh saat ia berharap pada satu orang itu agar mau mengangkat teleponnya dan membantunya. Tapi ternyata Robert benar-benar tidak aktif. Yasmine sekarang tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana.


Mungkin saja takdir memang sedang tidak berpihak baik padanya, hingga ia haruslah pasrah dan terima jika dijadikan istri kedua dan ibu untuk anak bos gila itu.


"Aku pasrah!!!!" Teriaknya yang memang sudah tidak memiliki jalan lain, sepertinya memang sudah buntu dan tidak bisa kemana-mana lagi.


Sementara itu, ditempat lain.


Ditengah malam Raditya sedang mengetuk pintu kamar mom Fillia, ia ingin membicarakan sesuatu setelah tiga hari ini mereka tidak berbicara ataupun hanya sekedar bertegur sapa setelah kejadian dimana mom Fillia sangat kecewa dengan sikapnya yang langsung menceraikan Kelly.


Setelah menunggu hampir sepuluh menit akhirnya pintu kamarnya terbuka. Fillia hanya menatap datar dan dingin anaknya "Katakan" Ujarnya dengan singkat padat jelas.


Raditya menghela nafasnya"Mom, aku ingin mengobrol denganmu"


"Tidak ada yang perlu di obrolkan, mom rasa pembicaraan kita selesai tiga hari yang lalu. Dan mom tidak akan lagi berbicara denganmu sebelum kau dan Kelly kembali" Jawab Fillia dengan begitu dingin, kemudian ia akan berniat untuk menutup pintu kamarnya kembali.


Namun ditahan oleh Raditya"Mom, aku tidak akan pernah bisa kembali padanya. Aku tidak bisa hidup dengan perempuan ****** sepertinya"

__ADS_1


"Kau tidak akan pernah tau bagaimana rasanya menjadi Kelly! Kelly berselingkuh karena ulahmu sendiri!"


"Aku memang tidak tahu rasanya menjadi dia! Tapi mom juga tidak tahu kan rasanya menjadi dia"


"Mom tahu!" Segera Fillia tutup pintu kamarnya


Ucapan mom Fillia yang membuat Raditya tercengang . Apa daddy melakukan hal buruk pada mommy?


Beberapa saat Raditya masih mematung didepan kamar mom Fillia tiba-tiba Fillia keluar dari kamar dengan wajah yang panik.


"Mom ada apa?" Tanyanya saat melihat mom Fillia yang sudah menggunakan pakaian rapi dan tas.


"Abi masuk rumah sakit, pelayan bilang beberapa hari ini dia tidak mau makan"


"Apa?!! Aku akan kesana, kita gunakan helikopter pribadi saja mom agar cepat sampai"


Fillia mengangguk, mereka kemudian berjalan menuju belakang Mension mewah itu untuk segera menaiki helikopter. Ya, karena helikopter pribadi Agavi memanglah diletakkan dibelakang rumah, agar sewaktu ada keperluan mendadak keluar daerah ataupun luar negeri tidak perlu harus memesan tiket dan mengantri.


Dalam perjalanan hanya ada keheningan yang diciptakan keduanya, karena memang sedari dulu Fillia dan Raditya jarang mengobrol kecuali hal hal yang snagat penting. Itu karena Fillia juga yang memang menciptakan jarak dengan anaknya agar Raditya tidak tahu tentang penderitaan nya selama ini.


Sementara Raditya ia saat ini sedang menghubungi orang kantor untuk menghandle pekerjaannya beberapa hari kedepan, karena tidak mungkin ia pergi ke Negara A hanya dalam waktu satu malam saja.


Setelah dirasa selesai dengan semuanya, Raditya menatap mom Fillia yang sedang termenung dengan wajah yang menghadap keluar, seperti sedang memikirkan sesuatu yang begitu berat.


"Aku yakin Abi akan baik-baik saja" Ucap Raditya setelah beberapa saat saling diam dan tidak memulai percakapan sama sekali.


Namun, Fillia tidak bereaksi atau menjawab ucapan dari anaknya. Kini pikirannya tertuju pada Hans, suaminya itu. Ia sangat yakin Abi seperti ini pasti karena ulah keluarga dari Hans."Keluarga iblis, jailangkung!" Segera ia usap air mata yang hampir luruh itu diujung matanya, mata tajamnya kini mengarah pada salah satu bulan yang begitu cerah malam ini, ia seolah sedang berdoa agar keluarga iblis itu segera mendapatkan balasan yang setimpal. Jika ada yang bertanya mengapa Fillia bisa menuduh keluarga suaminya, karena ia tahu betul betapa bencinya mereka pada dirinya dan juga Raditya karena suatu hal. Terlebih saat mereka tahu Raditya akan mendapatkan warisan dari Hans.


🥴

__ADS_1


__ADS_2