
"Senang bisa berjumpa dengan kalian, mohon maaf saya meninggalkan acara secara mendadak, ada kepentingan yang harus saya kerjakan sekarang. Mr. Raditya saya pamit, Nona Yasmine saya juga pamit."
Raditya meletakan sendok makan nya"Tidak masalah, terimakasih atas traktirannya Mr. Jim, lain kali kita bisa bergantian" Ucap Raditya sembari menjabat tangan Mr. Jim
"Iya Mr. Jim, saya betul-betul terima kasih" Sambung Yasmine yang juga menjabat tangannya.
"Lain kali akan saya kenalkan pada putra sulung saya"
Yasmine tersenyum"Ah iya, boleh"
Beberapa saat setelah kepergian Klien, kini meja itu kembali sepi dan hampa, karena pertemuan itu dilakukan di ruang VIP.
"Pulang" Ucap Raditya, ia kemudian berdiri dengan dinginnya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan.
Yasmine yang sedang menikmati makanan itu pun menghentikan nya"Tapi makanan nya masih banyak Pak, saya bungkus ya"
"Sepuluh menit!"
"Baik"
Dengan cepat dan sigap Yasmine menyuruh pelayanan untuk membungkus semua makanan Korea dan lokal tanpa ada yang tersisa, karena ia akan melanjutkan memakan makanan ini dikantor nantinya.
Ceklek!
__ADS_1
Yasmine masuk dalam mobil dengan membawa tiga Tote bag yang dimana isinya adalah makanan semuanya, Yasmine duduk didepan sesuai dengan awalnya tadi.
Sopir segera menjalankan mobilnya.
Pandangan tajam milik Raditya berfokus pada Handphone nya, dimana ada pesan masuk dari anak buahnya yang mengirimkan video por*no antara istrinya bersama selingkuhannya dikolam renang.
Raditya tersenyum miring"Puaskan saja, lalu liat apa yang akan terjadi kedepannya" Gumam Raditya dalam hatinya.
Yasmine yang sedari tadi melihat Raditya sedang senyum-senyum sendiri dikaca mobil itu menjadi penasaran dengan apa yang terjadi"Kenapa dia senyum-senyum? Apa sedang mengobrol Chet dengan istrinya? Miris sekali nasibmu mantanku...ingin sekali aku memberitahumu bahwa istrimu tidak sebaik yang kau fikir, dia berselingkuh darimu..." Batin Yasmine yang merasa iba dengan kejadian yang dialami mantannya.
Kemudian Yasmine memandangi jalanan"Tuan, ini kan arah apartemen saya. Kenapa kemari?" Tanya Yasmine lalu ia menghadap, memutar kepalanya kebelakang menatap Raditya.
Raditya tidak menjawabnya, ia masih fokus menonton pada video yang baru saja anak buahnya kirimkan.
Yasmine pun mengerucutkan bibirnya"Pak sopir, kenapa kita kemari? Ini kan arah apartemen ku?" Tanya Yasmine yang akhirnya lebih memilik menanyakan itu kepada sopir.
"Jadi saja setengah harian ini jadwal kosong?!" Tanya Yasmine dengan mata yang berbinar-binar, namun sedetik kemudian ia kembali cemberut "Tetapi gaji saya tidak dipotong bukan?" ucap Yasmine dengan wajah yang waspada, ia takut jika ia tidak bekerja setengah hari, maka gajinya juga akan ikut terpotong. Dan jika gajinya terpotong maka ia tidak akan bisa menabung banyak untuk biaya pengobatan operasi getah bening ibunya.
"Tenang saja nona, kali ini dia sedang benar-benar ada kepentingan. Jadi tidak akan jika gaji anda dipotong" Jelas sang sopir.
Yasmine pun kembali bernafas dengan lega"Syukurlah kalau begitu"
Lima menit berlalu, mobil yang Yasmine tumpangi pun sampai didepan gedung besar yaitu apartemen bintang tujuh milik Raditya yang dimana itu juga tempat tinggal Yasmine.
__ADS_1
Yasmine segera turun dari mobil tersebut, baru saja ia ingin mengucapkan terima kasih, namun mobil tersebut sudah pergi lebih dulu, akhirnya ia lebih memilih untuk masuk ke apartemen nya dan memakan semua makanan yang ia bungkus tadi.
.
.
.
.
.
"Mom, tolong bawa Abi keluar dari Mension"
Fillia yang sedang menonton televisi pun mengecilkan volume nya"Ada apa? Kenapa mom harus membawa Abi "
"Mom, untuk kali ini saja. Turuti kemauan ku, plise. Bawa dia pergi selama beberapa hari, aku hanya ingin memberi kejutan pada Kelly"
Filli yang mendengar kabar gembira ini menerbitkan senyumannya"Apa sebuah kejutan bahwa kau telah mencintai dan menerimanya untuk menjadi istrimu?"
Raditya menatap datar sang mommy"Mungkin saja"
"Ah,.ini kabar yang bagus. Baiklah mommy akan bawa Abi pergi beberapa hari ini, kebetulan Daddy menyuruh mommy menyusulnya untuk ke negara A nanti malam. tadinya ingin menolak, namun saat mendengar niatmu, mommy rasa-"
__ADS_1
"Baik terserah mommy, asalkan segera pergi dari Mension ini"
"Baiklah-baiklah, kenapa tidak sabaran begini?" Fillia segera berdiri dan berjalan menuju kamar Abi untuk mengajak sang cucunya pergi jalan-jalan dan memberitahu bahwa ayah dan bundanya akan segera berbaikan.