
Pagi harinya dengan wajah yang sedikit malas karena masih mengantuk Yasmine terbangun dan tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya, yaitu bekera dan bekerja.
Sebelum mandi Yasmine menyempatkan diri untuk melihat ponselnya terlebih dahulu, baru saja ia memegang ponselnya sudah ada telepon masuk di layar handphone, yang ternyata itu adalah Robert.
Dengan malas dan terpaksa Yasmine mengangkat nya, karena ia yakin jika tidak di angkat teman lelaki tapi gaya perempuan ini akan terus meneleponnya.
"Ada apa?"
^^^"Hai Yasmine cantik, mau gak hari ini aku jemput? Kaya biasa pake motor listrik"^^^
Yasmine berfikir sejenak, apa dia terima saja ya ajakan inces, kan juga itung-itung untuk hemat biaya. Kemudian ia segera berbicara kembali.
"Boleh juga, jangan telat nces. Kamu tau kan tuan Raditya galak"
^^^"Asiap nona"^^^
Setelah panggilan itu terputus, dengan Yasmine segera menyiapkan diri. Seperti mandi dan lainnya.
Pukul tujuh lewat dua belas empat puluh sembilan detik Yasmine sudah berada didepan apartemen menunggu Robert datang. Sembari menunggu Yasmine memainkan ponselnya.
Beberapa menit berlalu....
"Haii Yas!" Panggil Robert setelah baru saja sampai.
Yasmine melihat temannya itu datang, segera ia matikan ponselnya dan memasukkan nya kedalam tas, kemudian menghampiri Robert.
"Lama sekali"
"Sorry Yas, tadi soalnya ada masalah dikit" jawab Robert dengan cengengesan.
Tanpa menunggu lama Yasmine segera menaiki motor listrik dengan posisi duduk miring karena ia menggunakan rok span. Ia memegang pinggang Robert karena takut jatuh.
"Udah siap Yas?"
"Siap!!" Ucap Yasmine dengan bahagia, karena sudah lama ia tidak berangkat menggunakan motor listrik milik Robert, karena menurutnya pagi-pagi gini mengendarai motor membuatnya merasa sejuk.
"Yas" Panggil Robert.
__ADS_1
"Hmm"
"Udah lihat grup tadi malam?" Tanya Robert sembari terus berfokus pada jalanan.
Yasmine membenarkan helm yang sedikit miring"Udah liat, kenapa emang?"
Robert menggelengkan kepalanya "Gapapa, oh ya pakaian kamu gimana?"
Yasmine kembali berfikir, ia bingung pakaian apa yang akan digunakan nanti. Kemudian pikirannya tertuju pada baju berwarna merah maroon tadi malam, dan kebetulan tema yang digunakan juga sama"Emm.. kayaknya sudah"
"Kok kayaknya?"
"Iya, soalnya tadi malam ada orang kirim paket boks yang isinya baju, aku buka warnanya juga merah. Pas sama tema nanti malam, kayaknya ada orang yang sengaja kirim"
Robert mengangguk "Kira-kira menurut kamu siapa Yas?"
Yasmine menggeleng"Gak jelas, inisial R" Jawab Yasmine dengan singkat.
Beberapa saat kemudian tidak terasa mereka sudah sampai di gedung yang sangat besar hingga menembus langit.
Setelah sampai ditempat parkir, Yasmine segera turun dan melepas helm yang ia pakai"Nces, aku duluan ya, udah telat sumpah" Ucap Yasmine dengan terburu-buru.
"Okee" Jawab Robert.
Yasmine berjalan dengan terburu-buru menuju lantai dimana tempat biasanya ia bekerja"Gawattt, pasti ngomel" Yasmine melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul 8, karena tadi ke asikan mengobrol dijalan ia jadi lupa waktu.
Ting!
Dengan segera Yasmine memasuki ruangan.
Bugh!
"Astaga!" Ucap Yasmine saat dirinya menabrak sesuatu yang empuk.
Ya, tidak salah dan tidak bukan adalah dada bidang milik Raditya.
Yasmine menatap Raditya sembari mengelus jidatnya, kemudian menunduk kembali saat melihat Raditya juga menatapnya.
__ADS_1
"Ini sudah jam berapa?"
Yasmine diam dan tidak berani menjawab.
"Dengar tidak!" Ucap Raditya dengan setengah membentak.
Yasmine yang mendapat bentakan sedikit terkejut hingga tubuhnya begidik ngeri"Jam delapan lewat enam belas menit tuan"
"Sudah tahu kesalahan mu?" Tanya Raditya sembari berjalan kearah meja kerjanya.
"Sudah" Jawab Yasmine yang masih menunduk.
"Apa?" Kini Raditya sudah duduk di kursi kebesarannya.
"Telat tuan"
"Good, sebagai hukuman. Nanti malam kau harus menjadi kekasih ku"
Duaghhhhh!!!!!
Yasmine semakin dibuat terkejut dengan hukuman yang diberikan oleh Raditya.
"Mana bisa begitu!" Protes Yasmine yang tidak mau jika harus menjadi kekasih semalam.
"Bisa saja. Aku Raditya pemilik perusahaan besar ini, kenapa tidak bisa?" Ucap Raditya sembari tersenyum miring.
"Tapi aku tidak mau!" Tolak Yasmine dengan mentah-mentah. Tentu ia tidak mau, selain takut akan kembali baper, ia juga takut jika dirinya di cap sebagai pelakor alias perebut laki orang karena status Raditya yang sudah memiliki istri.
"Ya sudah aku potong gajimu" Raditya mah orang legowo, dia baik hati pada semua orang, karena ia tahu jika gaji milik mantan kekasihnya ini dipotong maka akan protes dan memilih hukuman yang pertama yaitu menjadi kekasih semalam.
"Apa?! Ish..." Kesal Yasmine, mau tidak mau ia pasti harus memilih hukuman yang pertama, daripada gajinya dipotong kan. Ya walaupun hukuman yang pertama tidak masuk otak baginya.
"Ya ya ya..aku akan menjadi kekasihmu malam ini" Yasmine segera berjalan menuju meja kerjanya dengan langkah gontai.
Raditya yang mendengar ucapan Yasmine menerbitkan senyuman ghaib nya"Aku akan kembali mengejar cintaku" Ucapan nya dalam hati.
Ya. Raditya akan kembali mengejar cintanya yang dulu pernah hilang, terlebih sekarang ia akan menggelar status menjadi seorang duda tampan dan rupawan.
__ADS_1