
Cellen tersenyum senang mendengar ucapan anak dari istri pertama suaminya itu, karena sebentar lagi tidak akan ada saingan untuk mendapatkan harta suaminya. Namun, jika perceraian itu Fillia akan meminta harta dari Hans, tentu saja dia akan menghasut suaminya.
"Mas, kenapa wajahmu seperti sedang memikirkan sesuatu? Apa kau keberatan untuk berpisah dengan Fillia?"
Hans menatap kedepan sembari menyeruput kopinya"Aku tidak keberadaan sama sekali, hanya saja memikirkan kemarahan Raditya barusan. Aku khawatir dia tidak akan mau lagi bertemu denganku"
Cellen menatap suaminya itu, kemudian menghela nafasnya kasar"Aku rasa dia sudah cukup dewasa, di bukanlah anak kecil yang harus dikhawatirkan "
"Justru karena dia sudah dewasa, akan susah untuk mendapatkan maaf darinya. Kau tahu kan? Dia adalah anak laki-lakiku satu-satunya dikeluarkannya Agavi. Bagaimana dengan penerus perusahaan ku nanti"
Cellen mendengus kesal pada suaminya itu, dalam kondisi begini kenapa masih saja memikirkan pengganti penerus perusahaan."Elsa bisa menggantinya, kenapa harus anak itu! Dia sudah memiliki banyak harta sendiri, kau bisa kan mengganti agar Elsa yang menjadi pemimpinnya "
Hans menggeleng tidak setuju dengan istrinya, menurutnya pemimpin hanya pantas untuk seorang laki-laki. Tugas perempuan adalah dirumah mengurus rumah tangga dan anak-anaknya kelak."Elsa pasti akan menikah, dia ikut suaminya. Aku tidak akan pernah menyerahkan pimpinan perusahaan pada suami Elsa kelak, hanya anak kandungku yang boleh memimpinnya!" Hans segera pergi meninggalkan istrinya itu.
Sementara Cellen yang mendengar penjelasan suaminya semakin dibuat kesal.
"Cell"
Cellen menengok, ternyata itu adalah ibu mertuanya, atau ibu dari suaminya.
__ADS_1
"Mami?"
Gyora duduk disamping menantu kesayangan nya itu. Gyora adalah ibu kandung dari Hans, berumur sekitar tujuh puluh lima tahun, namun masih sangat sehat dan terlihat seperti umur 50 an, walaupun sudah banyak yang berkeriput.
"Ada apa? mami seperti mendengar kalian bertengkar" Tanya Gyora yang melihat dari atas balkon."Mami juga melihat ada seorang pemuda datang kemari, siapa dia?"
"Anak dari istri pertama mas Hans datang" Jawab Cellen dengan begitu malas Jeka menyebut nama.
"Raditya?"
"Siapa lagi mam. Dia sudah tau bahwa Hans ternyata mempunyai dua istri"
"Dia tentu saja marah pada mas Hans, dia bilang akan segera menyuruh perempuan itu untuk menceraikan mas Hans" Cellen bercerita dengan begitu bahagia, namun sesaat kemudian dia kembali merenung.
Gyora yang melihat menantunya itu tiba-tiba sedih pun menatap heran"Cellen, kenapa wajahmu ditekuk? Seharusnya kau senang, sudah sekian tahun akhirnya putraku dengan perempuan itu akan berpisah"
Cellen menarik nafasnya berat"Tentu saja aku senang mam, tapi mas Hans justru takut, takut jika anaknya tidak mau memaafkannya. Yang paling membuatku jengkel adalah, mas Hans masih ingin jika perusahaan itu dipimpin oleh anak itu! Dia tidak mau jika Elsa yang memimpin "
Gyora yang mendengar itu melototkan matanya"Astaga, Hans memang benar-benar egois. Sudah berkali-kali mami selalu bilang bahwa Elsa yang lebih pantas, namun Hans tetap kekeh dengan keputusannya, mami yakin Fillia tersenyum bahagia saat mengetahui Raditya tetap menjadi pemimpin"
__ADS_1
Cellen hanya mengangguk.
*
*
"Karena harta mom tidak ingin menceraikan lelaki brengsek itu"
Fillia menatap anaknya, dia sama sekali tidak berani menjawab. Sejujurnya benar apa yang dikatakan oleh Raditya, lima puluh persen dirinya tidak mau bercerai karena harta. Dia ingin memperjuangkan hak milik Raditya yang memang seharusnya Raditya mendapatkan harta Gono gini.
Namun, bukan karena itu saja dia tidak ingin bercerai dengan Hans. Bagaimanapun dirinya pernah hidup bersama selama ini, tidak mungkin tidak ada perasaan. Walau selama ini didepan Raditya hanya sandiwara, tapi Fillia tidak sama sekali bersandiwara, dia benar-benar masih mencintai Hans.
"Mom katakan" Ucap Raditya yang melihat mom Fillia hanya diam tanpa berniat menjawab perkataan nya tadi."Jika ia, mom seharusnya tidak usah khawatir. Mom kenal kan siapa aku? kita sudah mempunyai banyak harta, kita tidak butuh mereka mom apalagi hartanya"
"Raditya cukup! Bukan hanya harta yang membuat mom tidak ingin berpisah, namun..." Fillia menjeda terlebih dahulu perkataan nya."Mommy mencintai Hans"
Raditya tersenyum miring mendengar pengakuan dari mom Fillia "Mom, argh..astaga, mom bukalah matamu lebar-lebar, dia itu laki-laki yang tidak pantas untuk dicintai. Mom menjamin jika dad Hans mencintai mom juga?"
Fillia menggeleng lemah, benar selama ini Fillia tidak sama sekali mengetahui tentang hati Hans sebenarnya. sedari awal dirinya menikah juga karena terpaksa akibat mengandung lebih dulu, yang pastinya Hans hanya terpaksa bukan sukarela.
__ADS_1
"Baiklah, mom akan kembali memikirkannya nanti. Apakah memang jalan berpisah itu lebih baik, tapi ingat! walau nantinya mom benar-benar berpisah dari dad Hans, tetap kau harus meminta hak warisanmu pada daddy nanti" karena Fillia sangat tahu jika perceraiannya ini akan membuat madunya itu tersenyum bahagia, namun Fillia tidak akan membuat senyuman madunya semakin lebar dengan membiarkan Raditya yang tidak mendapatkan warisan apa-apa.