
Raditya terus berjalan dan mengabaikan teriakan gadis dibelakang nya. Ia begitu sedikit emosi saat mengetahui sesuatu ternyata dad Hans diam-diam mempunyai istri.
Anna semakin kuat mengejar pria yang sudah lancang masuk istana miliknya. Dia berlari mengejar pria asing itu bak super Hero.
Hingga kini Anna berhasil kembali menghalangi lelaki itu. Ana membentangkan kedua tangannya.
Raditya memberikan tatapan tajam"Minggir!"
Anna hanya menggeleng, walau sejujurnya ia takut dengan suara moster itu tapi sebisa mungkin dia harus menjaga istana miliknya. Setidaknya dad Hans akan bangga kepada dirinya.
Karena tidak kunjung mendapatkan jalan, akhirnya Raditya pun menarik kerah baju belakang milik gadis yang mungkin itu adalah adiknya.
"Menyusahkan!" ucap Raditya sebelum kembali berjalan melewati Anna.
Sedangkan Anna, ia justru membeku ditempatnya. Karena dia baru teringat sesuatu. Ah...benar sekali"Apakah dia adalah kakak ku? Kak Ra-Raditya?"
Dirinya tidak lagi mengejar pria yang diyakininya adalah kakaknya itu, karena daddy pernah bilang. Jika datang seorang lelaki mencari daddy dan berani memasuki rumah, dia adalah Raditya, kakaknya yang tinggal di negara J. Dan Anna dilarang keras untuk mengikuti kakaknya itu, entahlah kenapa, tapi Anna hanya mengangguk dan menuruti perintah dari dad Hans.
Ia kemudian kembali masuk kedalam rumah"Lebih baik aku menonton Frozzen two, Anna dan Elsa sedang saling bertengkar seperti aku dan Elsa.."
"Dad!"
Hans yang saat itu sedang mengobrol dengan istrinya dihalaman belakang sembari menikmati udara pagi pun seketika menatap suara yang tadi memanggilnya.
"Raditya?" Hans sedikit terkejut dengan kedatangan Raditya, karena anak buahnya tidak memberitahu apapun jika anak laki-lakinya itu akan datang kemari.
Saat Raditya mulai mendekat, Hans membentangkan tangannya. Seperti biasa jika dirinya bertemu dengan Raditya maka akan saling berpelukan.
Raditya berhenti didepan dad Hans, tidak berniat sama sekali untuk memeluk sang daddy. Justru matanya kini menatap seorang wanita yang berada dibelakang punggung daddy dengan tatapan cuek suka padanya.
__ADS_1
"Jadi dia istri keduamu?"
Hans menurunkan tangannya saat merasa di abaikan oleh Raditya, dan Raditya tidak menginginkan untuk memeluknya sama sekali.
Sementara cellen hanya menatap malas dengan anak dari istri pertama suaminya itu."Mas, katakan saja yang jujur! Aku sangat lelah jika harus terus berekting sedari dulu!"
Hans melihat kebelakang, kemudian kembali melihat anak laki-lakinya. Sebelum menjawab pertanyaan dari Raditya, lebih dulu Hans menarik nafasnya dalam-dalam, ia tahu jika berkata jujur pasti anaknya akan marah besar padanya.
Raditya masih sabar menunggu jawaban dari dad Hans.
"Iya, dia adalah istri ku."
Raditya mengepalkan tangannya, alisnya kini saling bertautan hingga menyebabkan keningnya itu melipat. Tidak percaya dengan apa yang baru saja dad Hans katakan, dadanya bergemuruh naik turun. Jadi ini yang mom Fillia sembunyikan? Sendiri?
"Daddy tahu kau pasti sangat kecewa, tapi memang ini kenyataannya. Dan kau harus terima itu,"
Hans melihat tangan anaknya yang sepertinya akan memukulnya"Jika kau bertanya, kenapa tidak menceraikan ibumu. Jawaban nya adalah ibumu sendiri yang tidak ingin diceraikan! Jika kau ingin marah, bicaralah pada ibumu! Daddy juga bingung, kenapa Fillia begitu tahan dengan Daddy selama ini" lanjut Hans kemudian.
"Ya benar apa kata suamiku. Tanyakan pada ibumu, kenapa sebegitu tidak maunya ditinggal oleh suamiku, apa takut jika tidak mendapatkan harta? "Sambung Cellen kemudian.
"Diam!" Ucapnya dengan tangannya menuding wajah Cellen.
Kemudian tatapannya kini beralih pada Hans"Kalau begitu, aku yang akan memaksa mom untuk bercerai darimu!"
*
*
*
__ADS_1
Raditya menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ya, dia yang menyetir mobil taxi itu, sedangkan sang pemilik taxi berada dibelakang dan berpegangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan tak jarang ia menyebut nama tuhan agar selamat dari ajal yang hampir menjemputnya itu.
Setelah sampai dirumah sakit, segera Raditya memberikan sedikit uang pada kang taxi itu.
Sopir taxi dengan wajah pucatnya karena menahan takut, hanya mengambil uanh yang diberikan oleh Raditya dengan tangan lemas.
"Mom" Panggil Raditya saat baru memasuki ruangan Abi.
Fillia yang sedang menyuapi sarapan untuk Abi pun mengalihkan pandangannya pada Raditya "Raditya? Darimana saja?"
Abi hanya melihat kedatangan ayahnya dengan wajah bingung.
"Mom, aku ingin berbicara denganmu" Sekuat tenaga Raditya menahan segala kekecewaan dan kemarahan agar Abi tidak melihatnya.
Fillia menatap penuh heran"Tidak bisa, mom sedang menyuapi Abi makan" Fillia kembali menyuapkan sesendok bubur ayam pada Abi.
"Ayah ingin bicara apa pada Oma?" Tanya Abi sembari mengunyah buburnya.
"Hanya masalah dewasa. Kau habiskan makananmu, setelah sembuh kita akan langsung pulang"
"Ke rumah?"
Raditya mengangguk.
Abi terlihat senang saat dirinya akan pulang"Baiklah, aku akan makan banyak agar cepat pulang"
Raditya mengangguk"Mom, aku menunggumu ditaman rumah sakit. Aku ingin berbicara penting"
Fillia pun akhirnya menyetujuinya"Baiklah, tunggu setelah Abi selesai makan."
__ADS_1