CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 58-Gabut Winda


__ADS_3

Sesampainya di mobil, mereka tidak langsung menjalankan mobilnya, melainkan menunggu mom Fillia yang sedang ke supermarket seberang.


Lima menit kemudian baru lah Fillia memasuki mobil dengan menenteng beberapa belanjaan nya.


"Kenapa sangat lama mom?" Tanya Raditya yang secara perlahan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Fillia yang duduk dikursi penumpang itu dan sedang memainkan ponselnya langsung mendongok"Hanya membeli titipan Abi kemarin, dia ingin dibelikan makanan Korea"


"Oh iya Yasmine" Lanjut Fillia yang kemudian memanggil menantunya.


Yasmine yang sedari tadi hanya menyimak langsung menghadap kebelakang "Iya mom?"


"Abi adalah anak dari Raditya dan juga Kelly, apa kamu tau?"


Yasmine tersenyum mengangguk "Iya"


"Mungkin untuk beberapa saat dia akan bingung dengan kedatangan mu, kamu dan Raditya sebaiknya memberitahu pelan-pelan agar Abi bisa menerima mu" Ucap Fillia dengan tersenyum, setidaknya walaupun cucunya tidak mendapatkan kebahagiaan dari ayah dan ibu kandungnya tapi mendapatkan kebahagiaan dari ibu sambungnya.


Yasmine mengangguk, disusul juga dengan Raditya yang sama mengangguk.


_Menjadi ibu?_ Yasmine sesaat termenung sembari menatap luar jendela mobil. Dia sangat tidak yakin menjadi ibu sambung yang baik. Terlebih di Indonesia musuhnya setiap hari adalah bocil-bocil jalanan yang sering mengejeknya jika pulang sekolah.


Yasmine tidak yakin jika akan menjadi ibu yang penuh perhatian. Bagai6jika anak Raditya nakal? Bandel? Susah diatur? Lalu tiba-tiba dirinya berubah jadi monster? Arghhh sangat pusing sekali.


Sekitar setengah jam kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Raditya, Yasmine dan juga Fillia telah sampai dikawasan kediaman keluarga Agavi.


Sesaat Yasmine terpana akan pemandangan yang mampu menyilaukan matanya, rumahnya sangat besar melebihi apapun. Mungkin jika banjir tidak akan tenggelam, tenggelam hanya 20 persennya saja.

__ADS_1


Terbukti, baru saja mobil itu memauski gerbang, sudah ada beberapa pengawal yang siap siaga membantu tuannya.


Raditya membuka pintu mobilnya, begitupun juga dengan Yasmine dan Fillia.


"Yasmine, anggaplah rumah ini seperti rumahmu sendiri. Mom sudah menganggap mu keluarga sekarang" Ucap Fillia, dia berusaha menurunkan segala ego yang ada dengan cara melakukan apapun yang membuat anaknya bahagia, termasuk dengan membiarkan anaknya memilih jalan hidup sendiri.


Raditya menurunkan barang milik Yasmine yang berada di bagasi mobil, setelah sebelumnya pengawal ingin menurunkan barang milik Yasmine namun ditolak olehnya.


Yasmine tersenyum canggung, sungguh tidak menyangka jika dia adalah seorang istri dari Raditya. Mantan pacar SMA sekaligus pemimpin perusahaan ditempatnya bekerja.


Fillia mengusap bahu menantunya itu"Kalau begitu mom masuk kedalam dulu ya, ingin istirahat sejenak. Dan juga sebentar lagi Winda akan datang kemari" Ucapnya lalu segera memasuki Mension Agavi disusul dengan beberapa pelayan yang mengikuti Fillia dari belakang.


Yasmine yang semula tersenyum kini berganti menjadi rasa terkejut. Apa maksutnya? Ibu kemari?


***


Sopir itu mengangguk.


Beberapa detik kemudian, mobil yang ditumpangi Winda kini telah berbelok ke kawasan Agavi juga.


Winda mengedarkan pandangannya pada rumah besar itu. Sangat mewah.


"Ternyata aku tidak salah pilih menantu" Gumam Winda sembari matanya terus menatap rumah besar.


"Yah, anak kita menikah dengan orang kaya" Lanjut Winda kemudian.


Seperti apa yang di perintahkan oleh Winda sebelumnya. Sopir itupun menyalakan klakson nya berkali-kali.

__ADS_1


Tinn!!


Tinn!!


Tin!


Winda membuka jendela mobil dan melambaikan tangannya pada anaknya yang sedang terbengong melihat kedatangan nya.


"Yasmine..." Panggil Winda dari dalam mobil.


Sementara Yasmine masih terbengong ditempatnya melihat kedatangan ibunya itu.


Jika Raditya hanya mampu bersedekap dada, sudah dapat dipastikan jika Yasmine pasti menyesal menangis tadi. Inilah yang ia sebut drama.


Winda segera turun dari mobil dan langsung berjalan menuju anaknya "Yas, kita ketemu lagi"


Capek, lelah, letih dengan apa yang terjadi tadi pagi. Lalu sekarang? Maksutnya bagaimana?


"Bu, kenapa kemari?"


"Tentu saja ibu ingin tinggal disini, mertuamu yang menyuruh ibu untuk tinggal disini. Dia bilang agar ada temannya dirumah, ibu setuju karena di apartemen juga tidak ada teman, hanya untuk dua bulan, setelahnya ibu mau pulang ke Indonesia" Jawab Winda dengan jujur. Ya, dia akan pulang ke Indonesia setelah sebelumnya Winda terus memikirkan almarhum suaminya, sudah lama tidak di do'akan dan dibersihkan makamnya, mungkin itulah alasan yang tepat kenapa Winda akan kembali ke Indonesia.


"Nak Radit, terimakasih sudah meminang anak saya, karena kejadian itu saya jadi punya menantu seperti nak Raditya" Lanjut Winda yang beralih pada menantu nya.


Raditya seketika mengunjingkan senyumannya. Pujian dari ibu mertuanya mampu menambah asupan energi untuk terus pantang mundur dalam menaklukan hati Yasmine kembali.


Yasmine menepuk jidatnya"Kenapa ibu tidak bilanggg??? Tau gitu kenapa tadi Yasmine harus menangis" Ucap Yasmine yang begitu jengkel, karena menangisnya hanya sia-sia saja, tenaganya terkuras habis karena memikirkan bagaimana ibunya akan ditinggal sendirian di apartemen.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, ibu hanya gabut saja"


__ADS_2