CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 24-Kelewatan


__ADS_3

Ting!


Lift itu mulai terbuka, ragu ragu Yasmine melangkahkan kakinya keluar lift menuju ke ruang kerjanya yang satu ruangan dengan Raditya.


"Tenang Yas, jangan panik" Ucapnya dengan menenangkan dirinya sendiri, semelum masuk tidak lupa Yasmine menarik nafas dalam-dalam terlebih dahulu.


"Glek.." Yasmine menelan ludahnya dengan susah payah saat baru saja memasuki ruangan itu ia langsung melihat wajah mengerikan dari Raditya."T-tuan?"


"Sudah? Enak makanya tadi?" Tanya Raditya dengan menekan kata-katanya.


"Tentu saja enak" Jawab Yasmine dengan jujur, karena setiap hari resto dikantor ini akan ganti menu, dan menu yang disuguhkan sangatlah enak dan enak.


"Puas juga telah mengerjai ku?" Perlahan Raditya berjalan mendekat kearah Yasmine.


Yasmine yang melihatnya hanya mampu menatap diam, tidak berani bergerak maju ataupun mundur"A-anda m-mau apa tuan?" Tanya Yasmine dengan gugup saat melihat Raditya semakin mendekat kearah nya.


"Hanya memberikan mu hukuman karena kau telah menjadi sekretaris yang nakal" Jawab Raditya, perlahan tapi pasti Raditya semakin mendekatkan dirinya maju pada Yasmine.


Yasmine yang mempunyai firasat tidak enak pun mencoba untuk akan kabur, karena ia masih berdiri dipintu yang belum tertutup. Dengan segera ia berniat untuk lari dari ruangan itu, namun...

__ADS_1


"Mau kemana?" Bisik Raditya saat dirinya dengan cepat menarik tangan Yasmine sebelum keluar dan memeluknya dengan erat.


Yasmine tentu saja memberontak saat dirinya dipeluk dengan lancang oleh laki-laki yang masih sedikit ia benci itu"Lepas!!!"


"Shhttt...! Biarkan seperti ini selama satu menit saja" Lirih Raditya yang tidak melonggarkan pelukannya sama sekali.


"Tidak! Lepaskan!!!!!" Teriak Yasmine dengan sekuat tenaga, namun sekuat apapun ia memberontak tetap saja akan kalah dari Raditya. Secara badannya yang kecil dan badan Raditya yang besar dan tinggi.


Yasmine yang sudah kehabisan tenaga pun hanya pasrah saat dirinya masih dipeluk erat oleh Raditya.


Beberapa saat mereka terdiam dengan posisi berdiri sembari Raditya memeluk.


Raditya pun sama, ia benar-benar tidak bisa mengontrol tubuhnya untuk tidak memeluk mantan yang dirindukannya. Sebenarnya sudah sangat lama semenjak tiga bulan lalu saat dirinya bertemu kembali dengan Yasmine ia ingin memeluk seperti ini, melepas rasa rindu yang ada dalam hatinya, orang yang selalu tersimpan namanya dihati, orang yang selalu ada dalam pikirannya setiap saat.


Ingin rasanya Raditya mengucapkan kata maaf dan juga mengungkapkan perasaannya yang selama ini rindu dengan mantan kekasihnya. Namun, sekuat tenaga akan Raditya tahan demi kepentingan yang tidak bisa dijelaskan, tunggu sampai semuanya selesai dan waktunya tiba.


Lima menit berlalu...


Mereka masih diposisi yang sama, yaitu dengan Raditya yang memeluk Yasmine dari belakang. Sesaat kemudian muncul ide kotor dari Raditya untuk mengerjaj Yasmine.

__ADS_1


Perlahan ia mengembuskan nafas kasar pada leher jenjang dan putih milik Yasmine, ia dapat merasakan nafas Yasmine yang mulai naik turun. Kemudian perlahan Raditya mengecup pelan leher milik Yasmine, karena merasa tidak ada pemberontakan, kini kecupan singkat itu berubah menjadi ciuman. Raditya mencium leher jenjang Yasmine dengan penuh hikmat, perlahan juga menghisapnya sedikit hingga menimbulkan bekas kemerahan.


Sementara Yasmine, tidak dapat dipungkiri bahwa perbuatan Raditya kali ini benar-benar nikmat baginya, ia benar-benar menikmatinya. saat tangan Raditya yang mulai akan naik didaerah kembarnya dan tangan kekar itu berhasil meremasnya denagn pelan.


"Ah.." Des*ah Yasmine.


Raditya yang mendengar suara itu seakan semakin bersemangat, suara itu juga lah yang ia rindukan dari Yasmine, ia pun kemudian kembali meremas bongkahan bukit kembar milik Yasmine.


Yasmine hanya diam dan benar-benar menikmatinya, ia kali ini benar-benar seperti berada dialam bawah sadarnya. Namun, sesaat kemudian ia kembali teringat sesuatu, ia baru saja menyadari apa yang dilakukannya itu benar-benar salah, Raditya itu sudah menjadi milik orang lain. Dengan segera Yasmine menepis tangan itu dan mendorong tubuh Raditya.


"Kau gila! Bagaimana bisa kau melakukan itu! Aku hanyalah masa lalumu, apa kau tidak ingat pada istri dan anakmu?!!" Pekik Yasmine dengan menangis tersedu-sedu, ia benar-benar menyesal telah menikmati sentuhan dari suami orang. Ia benar-benar merasa seperti seorang yang menggoda suami orang.


Sementara Raditya, ia begitu kaget saat Yasmine mengucapkan itu, terlebih ketika Yasmine menangis. Rasa bersalah kini menyelimuti hatinya, ia benar-benar menyesal telah melakukan hal yang sangat berlebihan, Yasmine pasti merasa dirinya sangat direndahkan.


"Yasmine, ak-aku tidak bermaksud -"


"Ku harap ini yang terakhir kalinya, ingat bahwa kau memiliki istri dirumah!" Yasmine kemudian berjalan menuju mejanya dengan air mata yang masih mengalir.


"Maafkan aku tuhan... Seandainya aku bisa keluar dari perusahaan ini, akan aku lakukan sejak waktu itu. Namun, demi ibu, demi biaya operasi itu, apapun akan Yasmine lakukan..."

__ADS_1


__ADS_2