
Yasmine mengedarkan pandangannya pada setiap langkah kakinya, seakan ia sedang mencari sesuatu atau seseorang. Perlu digaris bawahi bahwa memang Yasmine sedang mencari seseorang.
"Kemana perginya?" Gumam Yasmine pelan, karena sedari dari ruang operasi hingga administrasi dia tidak menemukan orang yang dicarinya.
Ya, benar sekali. Yasmine sedang mencari seseorang Raditya. Raditya bilang bahwa akan ke administrasi namun, sampai sekarang belum balik-balik juga. Emp jangan berprasangka bahwa dirinya kangen atau rindu ya, dia hanya penasaran saja kemana perginya.
Setelah dirasa bahwa orang yang dicarinya tersebut tidak dapat ia temukan, Yasmine pun berjalan menuju kantin rumah sakit, karena itu bukanlah kantin Indonesia jadi memang sedikit lebih mewah seperti kafe.
Yasmine duduk pelayan pun langsung sigap datang.
"Pesan bubur ayam saja ya"
Pelayan itupun mengangguk "Baik nona, tunggu sebentar. Akan segera diantar kemari"
Yasmine mengangguk.
Beberapa saat kemudian bubur pesanannya pun datang, dengan segera Yasmine menyantap buburnya, walaupun ini masih terbilang pagi sekali sekitar pukul 00.45 namun karena lapar jadi ia makan saja.
Memang kantin rumah sakit ini buka selama dua puluh empat jam.
Ting!
Suara notifikasi diPonsel nya berdering. Dengan segera Yasmine membukanya, ternyata itu adalah grup perusahaan yang mengumumkan bahwa besok akan diliburkan.
Yasmine pun tersenyum membaca pesan tersebut, itu artinya besok dia bisa leluasa menjaga ibu dirumah sakit, walaupun masih belum bisa dijenguk.
Beberapa suap Yasmine memakan bubur itu, ia pun terdiam. Seperti ada yang kurang dalam dirinya tapi apa? Jika kurangnya memang banyak, tapi bukan soal itu.
"Ah, benar sekali. Buburku belum di aduk" Gumamnya yang sudah menemukan jawaban dari kekurangan nya tadi. Dengan segera Yasmine mengaduk bubur ayam tersebut, karena dia memang tim bubur di aduk.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Raditya berjalan cepat melewati lorong perusahaan nya menuju gudang perusahaan, dan ternyata benar dugaannya, ada seorang yang menyusup kedalam untuk menghancurkan semua barangnya yang nilainya sudah triliun dolar itu.
Tek!
Skalar lampu gudang Raditya nyalakan hingga semua lampu gudang yang bertingkat-tingkat itu menyala semuanya, ia dapat melihat lima orang bertopeng itu yang sedang berusaha merusak barangnya.
Kelima orang tersebut pun menghentikan aktivitasnya saat dirinya mengetahui bahwa sudah ditangkap basah, ia memberikan kode pada temannya untuk segera kabur.
"Mau kemana? Ck, mau kabur?" Tanya Raditya dengan wajah meremehkan pada kelima orang tersebut dan senyuman sinisnya.
Dia baru saja mendapatkan informasi dari seseorang bahwa perusahaannya yang selama ini tidak pernah kebobolan orang masuk kini bisa dengan mudahnya masuk dalam gudangnya.
Tentu saja Raditya yang mendengarnya pun segera turun tangan sendiri untuk menanganinya, karena ia tahu betul siapa dalang dibalik semua nya.
Kelima orang tersebut tanpa menunggu lama pun segera maju untuk menghajar Raditya secara bergerombol.
Raditya hanya tersenyum tipis, dia justru hanya santai berdiri sembari melipat kedua tangannya didada saat melihat kelimanya itu ingin mengeroyoknya.
Dan...
__ADS_1
"Arghhh!!!" Erangan kelima orang tersebut saat baru saja ingin memukul Raditya namun tangan mereka justru terkena sengatan listrik.
Ya. Sebelum Raditya kemari ia sudah menyiapkan sebuah senjata rahasia agar tubuhnya dapat menyetrum orang jika memegang tubuhnya, alat itu adalah pemberian dari Haidar, seorang teman bisnisnya yang memberinya sebuah hadiah alat tersebut agar bisa melawan musuhnya dengan gampang.
Raditya berjongkok saat melihat kelima orang tersebut sudah lemas tak berdaya dilantai karena tersengat arus listrik "Itulah akibatnya jika berani masuk dalam kawasan ku!" Geram Raditya pada kelima orang tersebut.
Beberapa menit berlalu, kelima orang tersebut sudah mati tewas akibat sengatan listrik yang dirasanya itu sangat berbahaya, Raditya pikir mungkin sengatan listrik ini terdapat sebuah racun paling berbahaya, karena memang ia baru pertama kali memakainya.
Segera Raditya hubungi orangnya untuk membereskan bangkai-bangkai ini agar segera dibuang atau dikubur terserah, yang terpenting polisi tidak tau tentang ini.
Setelah dirasa urusannya sudah selesai, ia segera keluar dari gudang tersebut dan pulang ke Mension nya untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak. Lalu setelahnya ia harus menyiapkan mental karena pagi ini Fillia alias mommy nya itu akan pulang ke Mension ini.
.
.
.
.
.
Sementara itu, seorang lelaki tampan nan gagah dan tak kalah gagahnya dengan Raditya sedang duduk termenung dibalkon kamarnya, dia tidak berniat untuk masuk kedalam kamarnya walaupun jam sudah menunjukkan pukul dua pagi.
Besok adalah acara penyerahan pemindahan pimpinan perusahaan dicabang, dan dirinyalah yang menjadi pemimpin itu, dia yang meminta sendiri pada Appa nya untuk belajar memimpin perusahaan walau perusahaan cabang.
"Hufh" lelaki itu menarik nafasnya dalam-dalam, memikirkan seberapa gugupnya besok, namun ia harus tetap melakukannya karena sebuah ambisi yang ingin mendapatkan sesuatu.
"Semoga dengan ini kau bisa menerimaku...wanita yang kucintai"
__ADS_1
*
🙉