
Tidak terasa waktu semakin berlalu, pernikahan antara Raditya dan Yasmine akan dilakukan.
Fillia menatap anaknya dengan tersenyum saat sedang dirias.
"Kau sangat tampan" puji Fillia pada Raditya saat dipasangkan peci.
Raditya membalas dengan senyuman"Terimakasih"
"Apa kau tidak memberitahu daddy?" Tanya Fillia pada Raditya, karena dia takut dituduh jika telah merasuki pikiran Raditya agar tidak usah diberitahu.
Raditya mengangguk, bagaimana dad Hans adalah ayahnya"Sudah, dia hanya mengucapkan selamat atas pernikahan ku, dan meminta maaf tidak bisa hadir karena istrinya tidak mengizinkan"
Fillia menghela nafasnya, seharusnya dia datang hanya untuk mengucapkan selamat, karena sebelumnya juga Hans tidak datang diacara pernikahan Raditya yang pertama. Padahal Raditya adalah anaknya juga.
"Kenapa wajahmu sedih mom?" Tanya Raditya saat melihat wajah mom Fillia di cermin.
"Mom hanya sedih saja, kenapa dia tidak datang lagi dipernikahan mu yang ke 2" Jawab Fillia.
"Sudahlah mom, jangan terlalu dipikirkan"
Beberapa menit kemudian Raditya sudah selesai dirias, dengan menggunakan sedikit bedak serta peralatan lainnya seperti peci, jas dan dasi.
Raditya dan mom Fillia kemudian keluar dari kamar menuju ruang tamu, tempat untuk mengucapkan ijab kabul.
Disana sudah ada penghulu, Bryan dan kekasihnya. Tidak banyak yang diundang, hanya dia orang itulah untuk menjadi saksi pernikahannya.
*
Yasmine menatap dirinya dicermin, terlihat sangat anggun dengan make up yang dikenakan.
Yasmine melihat bibirnya yang sudah diberi liptin yang dimana membuat bibirnya jadi sedikit berminyak.
Ia menghela nafasnya, tiba-tiba Yasmine teringat dengan almarhum ayahnya yang diIndonesia, seharusnya sebelum menikah dianpergi ke makam ayahnya dulu, meminta restu disana, tapi apa boleh buat, sekarang dirinya berbeda negara dengan makam ayahnya.
__ADS_1
"Yah, beberapa menit lagi aku akan menikah... Restui aku ya, entahlah aku harus bahagia atau sedih..." Gumam Yasmine.
"Mungkin jika dulu Raditya mau tanggung jawab aku tidak akan seperti ini, coba jika dari dulu dia ingin menikahiku, mungkin sekarang aku akan bahagia menikah dengannya. Entahlah alasan apa yang membuatnya meninggalkanku waktu itu, yang jelas rasa sakit itu masih ada, walaupun aku kadang lelah dengan sikapnya yang sedikit gila sekarang"
"Disisi lain aku juga senang karena yang menikahiku ada orang yang merenggut mahkota ku, tapi disisi lain aku tidak siap menjadi ibu pengganti, bagaimana jika Raditya masih mencintai masa lalu nya? Bagaimana jika anaknya tidak mau menerimanya? Argh..." Yasmine benar-benar frustasi, dia belum berpengalaman tentang anak, terlebih dia sangat tidak suka dengan anak-anak, bukannya jadi ibu yang baik justru malah menjadikan anak sambungnya musuh.
Tok! Tok! Tok!
"Yas, cepat keluar! Penghulu sudah datang" Pintar Winda dari luar kamar.
Yasmine segera menjawab"Ia Bu, sebentar lagi!"
"Vivi, Sumanti, Liora, Niluh...maaf aku tidak memberitahu kalian jika sekarang aku menikah" Yasmine mengelus foto keempat sahabatnya itu, dia telah mengingkari janjinya. Karena perjanjian itu adalah jika diantara kelima ada yang menikah harus mengundang karena ingin makan cake.
"Soalnya aku tidak punya cake, jadi aku tidak mengundang kalian" Lanjut Yasmine kemudian.
Secara perlahan Yasmine berdiri dan bangkit dari duduknya, dikamarnya sudah tidak ada orang karena dia yang meminta perias itu langsung pergi jika sudah di make up.
Winda sudah menunggu didepan kamarnya.
"Sudah siap Yas?"
Yasmine menggeleng"Dari tadi aku belum siap! Ibu saja yang memaksa ku menikah dengannya" Jawab Yasmine dengan penuh kekesalan.
"Udah jangan ngeluh, yang penting dia kaya raya ibu mah setuju, dan juga dia hansem gitu Yas, walau duda tapi menawan" Dengan segera Winda menggandeng lengan anaknya."Sudah cepat, kasihan penghulu sudah nunggu, dia lagi puasa soalnya"
"Mana ada puasa malam Bu" Ujar Yasmine bingung, dia kemudian mulai berjalan dengan pelan saat ibunya menggandeng.
"Ada, pokoknya ada" Jawab Winda.
*
Beberapa detik kemudian.
__ADS_1
Raditya menatap arah tangga yang dimana Yasmine sudah mulai turun.
Sesaat ia terpana melihat pemandangan indah didepannya, baru kali ini seorang Raditya terpana pada perempuan, dia tidak menyangka jika Yasmine, cintanya itu akan secantik ini.
Perlahan tapi pasti, perempuan pujaan hatinya itu semakin mendekati dirinya, seiring Yasmine mendekat, jantungnya pun semakin kencang berdegup, rasanya seperti jantungnya ingin keluar dari tempat.
Raditya memegangi dadanya, takut jika jantungnya akan lepas.
"Radit, kamu sakit jantung??" Tanya Fillia panik saat anaknya memegangi jantung.
Raditya menggeleng tanpa mengalihkan tatapannya pada Yasmine"Bukan sakit, tapi jantung ini hampir lompat dari tempatnya mom..." Jawab Raditya dengan jujur.
"Lihatlah, bidadari yang sangat cantik" Lanjutnya kemudian.
Fillia menatap calon menantunya, kemudian ia tersenyum tipis melihat anaknya yang semakin gila.
*
"Sah..!!" Ucap Winda, Fillia, Bryan dan juga Michelle kekasih Bryan.
Deg!
Yasmine seketika melototkan matanya. Apa? Jadi sekarang dia seorang istri? No fake fake? Dia adalah seorang istri dari Raditya?
Ini pasti mimpi, tidak mungkin iya kan.
"Nona Yasmine, silahkan anda mencium tangan suaminya " Ucap pak penghulu.
Raditya mengangkat tangannya agar Yasmine segera menyalami tangannya.
Dengan penuh ketidakpercayaan, dia akhirnya mencium tangan Raditya.
begitupun dengan Raditya yang memegang belakang kepala Yasmine dan memajukannya agar bibirnya bersentuhan dengan kening milik Yasmine.
__ADS_1