CEO-ku, Lautan Biruku

CEO-ku, Lautan Biruku
Episode 11-Isi hati Yasmine


__ADS_3

Kemudian Yasmine pun segera berjalan menuju kamar pribadi milik Raditya, walaupun sedikit kesal namun harus tetap tenang dan profesional dalam bekerja. Yah dan juga jika ia tidak memanggil Raditya bisa-bisa semakin berantakan ruang kerja itu.


Tok..Tok..Tok..


"Tuan, ada seorang anak kecil yang mencari ayahnya" Ucap Yasmine yang masih mengetuk pintunya.


Beberapa saat kemudian Yasmine berhenti, ia kemudian menaruh jari telunjuknya didagu, berfikir sejenak"Tidak dibuka, apa aku dobrak saja ya? Sangat menyebalkan jika harus berteriak" Batik Yasmine yang mulai mengeluarkan sebuah ide dan bakat terpendam yang harus dipendam.


Kemudian ia pun mundur untuk beberapa langkah, menarik baju putihnya agar sampai kesiku, tak lupa dengan sikap kuda-kuda nya.


Lalu kemudian ia berlari saat sampai depan pintu kembali ia pegang gagang pintu tersebut dan membukanya secara perlahan "Haha puncak paling lucu, kenapa harus didobrak? Kan tidak dikunci?"


Lalu yang pertama harus ia lakukan adalah memasukkan kepalanya, memastikan bahwa aman jika dia masuk.


Yasmine menyipitkan matanya, berlagak seperti seorang detektif "Ck, enak sekali dia tidur? Haha, tapi itu tidak akan lama lagi, karena anakmu itu datang" Ucap Yasmine saat melihat Raditya yang tertidur hanya menggunakan kemeja dan sebagian tidak dikancingkan.


Saat memastikan aman untuk bisa masuk, ia kemudian melangkahkan kakinya masuk, menutup pintu dengan pelan.


Yasmine menaruh tangannya di pinggang, mendengarkan alunan musik yang tidak enak didengar, yaitu suara tidur dari sang monster, orang bilang namanya itu ngorok/berdengkur.


"Seandainya aku ini psikopat, sekarang juga aku akan membunuhmu! Terlepas dari apa yang kau lakukan dimasa lalu, saat dimana dengan entengnya mengucapkan kata pisah?"


Yasmine kini kembali mengingat dimana disebuah taman dengan teganya Raditya meninggalkan dirinya disaat keperawanan sudah diambil dan dinikmati.


Tik kerasa air mata itu menetes kembali, entah sudah ke berapa ratus atau ribu air mata itu terus menetes karena satu masalah ini.


"Tau tidak? Awal aku kembali bertemu denganmu digedung ini, rasanya aku ingin mencabik, memukul dan menjambak dan menembak dan membunuhmu. Tapi...saat aku tau dirimu ternyata sudah memiliki keluarga dan seorang anak kecil dan tampan, lucu, tapi nakal dan arrogant semua niat jahatku seakan sirna begitu saja"

__ADS_1


Yasmine kemudian memandangi wajah tampan Raditya saat sedang tidur, yang dimana membuat hati Yasmine berdesir hebat"Mungkin aku akan coba memaafkan mu Raditya, menerima dengan lapang dada bahwa masa lalu hanya masa lalu yang tidak bisa diulang kembali" Yasmine menarik nafasnya dalam-dalam.


"Jika kamu saja bisa bahagia dengan berkeluarga maka aku pasti juga bisa, mungkin aku akan kembali mencoba membuka hati untuk laki-laki lain"


"Semoga ada laki-laki baik yang mau menerima ketidakperawananku ini"


Kemudian tanpa menunggu lama, Yasmine segera memanggil nama Raditya"Tuan, bangun! Anakmu memanggilmu!!"


"Ck, benar-benar sangat susah dibangunkan" Gumam Yasmine sembari memikirkan ide bagaimana cara untuk membangunkan Raditya sebelum semua barang dibuang oleh anak kecil itu.


Tiba-tiba diotaknya terfikir sesuatu, Yasmine mendekat ke kasur dan menaikinya secara perlahan, mendekati seorang Raditya yang sedang tertidur pulas.


Tangannya yang jahil mulai melancarkan aksinya. Dan satu...dua...tiga...


Dalam hitungan beberapa detik Raditya sudah susah bernafas hingga membuatnya terbangun karena Yasmine memencet hidung mancung milik Raditya tanpa menyisihkan lubang udara, karena kaget dengan keberadaan seorang didepannya ia segera menarik Yasmine dan mengunci tubuh Yasmine dengan tubuh dirinya.


Raditya dengan mata yang merahnya karena bangun tidur itu menatap wajah Yasmine dengan seksama, mengamati begitu lama pemiliknya.


Sedangkan sang pemilik wajah itu kini tengah berusaha mati-matian untuk terlepas dari kepungan badan Raditya yang begitu kekar dan besarnya dua kali lipat dari tubuhnya"Lepaskan!!!!" Pekik Yasmine didepan wajah Raditya, ia kemudian memukul dada bidang milik Raditya.


"Lancang sekali"


Pukulan dari Yasmine berhenti saat Raditya mengatakan itu"Apa?" Tanya Yasmine sekali lagi, walau ia sudah dengar namun ia butuh waktu untuk menjawabnya.


"Kenapa kemari? Mengganggu ku saat sedang istirahat. Ck dasar wanita penggoda, kau tau aku sudah memiliki istri?"


Yasmine melototkan matanya saat dirinya dituduh sebagai wanita penggoda, tidak terima dengan pernyataan dari Raditya, kedua tangan Yasmine kemudian memegang kepala milik Raditya dan menarik rambut halus dan rapi Raditya itu dengan sekuat tenaga hingga membuatnya mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Arghhh!! Yasmine apa yang kau lakukan!!" Raditya berteriak sembari memegang tangan Yasmine yang terus menjambak ya dengan bruntal"Yasmine! Rambutku berantakan"


"I don't care, asal aku bisa puas melihatmu menderita Raditya Price Yungtaeh Agavi!!!" Kini Yasmine semakin bruntal menjambak rambut Raditya hingga menyebabkan beberapa helai rambut Raditya rontok ditangan Yasmine.


Raditya yang wajahnya sudah memerah akibat kesakitan pun kini otaknya berfikir ini adalah cara satu-satunya agar perempuan gila didepannya berhenti.


Raditya melepas tangannya yang ia tahan agar Yasmine berhenti menjambaknya, kemudian beralih pada benda sensitif milik Yasmine yaitu payu*dara, Raditya meremasnya dengan pelan.


Yasmine terpekik dan mendorong kasar tubuh Raditya kemudian...


Plak!


Satu tamparan keras kini mendarat diwajah tampan Raditya"Kau adalah anjing yang begitu anjing!!!!!!!"


Raditya memegangi pipinya yang terasa panas, namun bukannya ia meminta maaf karena telah lancang pada Yasmine, Raditya justru menerbitkan senyuman kecil yang hanya bisa di rasakan olehnya sendiri.


"AYAHHHHH!!!!!!!!!!!!!" Pekik Abi dari luar yang kesabarannya sudah habis karena terlalu lama menunggu ayahnya.


Yasmine kemudian terduduk sembari merapikan rambutnya yang berantakan serta bajunya yang sudah kusut.


Sedangkan Raditya kini sedang mengancing kemejanya yang sebelumnya ia buka, kemudian turun dari ranjangnya dan berjalan keluar menemui anaknya.


Yasmine yang melihat Raditya sudah keluar, ia pun mengikutinya, namun...


Ceklek!


"What the Fu*ck! Raditya!!!!!" Pekik Yasmine saat pintu itu dikunci dari luar."Sial!" Gerutu Yasmine sembari menendang pintu kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2