CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
PLAYBOY CAP GAYUNG


__ADS_3

......................


Pada saat Tuan Rain ingin memberikan Tip kepada pelayan itu Tiba tiba ada seseorang yang menyiram nya dari belakang. Semua terperangah kaget ke arah nya.


"Oh disini rupanya anak wanita pelac*r ini. Bayar hutang Ibu mu cepat. Ibu mu kan sudah tidak punya anak lagi selain dirimu. Jadi penanggung jawab setelah Ayah mu meninggal adalah kamu. Ayo cepat bayar" Viona datang dan membuat kegaduhan di restauran tempat mereka makan. Semua orang menatap Tuan Rain dengan tatapan aneh.


Tuan Ben melihat kejadian itu sangat senang dan nampak bersemangat. Berkali-kali Tuan Ben menyunggingkan kan senyuman ke arah Tuan Rain. Sellyn yang melihat tantenya bersikap tidak sopan, tidak terima melihat perlakuan nya yang mempermalukan Tuan Rain di depan umum seperti itu.


"Apa-apan sih tan. Ga ada cara lain selain menagih nya seperti ini?. Tuan Rain tidak tahu apa-apa dengan hutang Ibu nya. Jika tante ada masalah dengan Ibu nya ya jangan bawa-bawa anak nya dong. Tante ga pantas menyiram Tuan Rain seperti itu. Ini sungguh memalukan Tan" Hardik Sellyn kepada Tante nya.


Viona geram dengan sikap keponakan nya yang lebih memilih laki-laki anak dari wanita yang dianggap pelac*r ketimbang dirinya.


"Maksud Nyona apa? Kenapa bilang Ibu saya seorang pelac*r. Hutang. Hutang apa yang Nyonya maksud?" Tuan Rain tampak kebingungan dengan Viona yang sedari tadi nyerocos meminta uang dari nya.


"Halah kamu jangan pura pura tidak tau. Masa iya Emak nya punya utang. Anak nya ga tau kan ga mungkin"


"Jika Ibu nya pelac*r anak nya pasti gig*lo dong ya hahahaa. Bener tuh kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon nya"


"Pantas saja aktif di perusahaan Om Eric ternyata ada udang dibalik rempeyek. Eh maksudnya di balik batu. Baik-baik tuh Om Eric entar terkena hasutan ni anak pelac*r"


Tuan Ben mengeluarkan semua umpatan nya yang membuat Tuan Rain semakin terpojok.


BUUUUGGGGHHHHHHH.


Tuan Rain tidak sabar lagi menahan amarah nya. Ia dari tadi mencoba bersabar atas hinaan dan umpatan yang keluar dari mulut Tuan Ben. Jika penghinaan atas nama dirinya tidak masalah. Tapi kalau sudah membawa orangtua Ia tidak akan diam.


Sudut bibir sebelah kanan tuan Ben mengeluarkan darah akibat pukulan Tuan Rain. Wajahnya menahan amarah.


BUUUGGGGHHHHHHHHH


Tanpa aba-aba Tuan Ben memukul wajah Tuan Rain.


Aaaaaakkkkhhhhh


"Sudah hentikan Tuan Ben. Kamu sendiri yang salah. Kalau kamu bisa menjaga bicara mu pasti Tuan Rain tidak akan menyerang mu. Kalau tidak ingin dikasari ya jangan main api. Paham!! Ayo Tuan Rain kita tinggalkan orang-orang ini. Ga guna juga kita meladeni orang yang miskin moral, miskin attitude seperti mereka. Semoga saja posisi Tuan Rain tidak akan pernah kau rasakan Tuan Ben. ya gatau juga hukum karma kan berjalan ya! ".


Sellyn yang tidak mengerti dengan ini semua. Ia menarik tangan Tuan Rain agar pergi dari sini. Tuan Rain hanya mengikuti apa yang wanita ini lakukan. Mereka berdua pergi meninggalkan ocehan Viona.


Jepretan dari tamu Restauran yang kebetulan adalah seorang wartawan, membuat Sellyn naik pitam. Bisa-bisa nya keadaan seperti ini mereka masih mencari uang dengan cara menjijikan.


Para wartawan yang kebetulan sedang makan malam disana mengikuti pergi nya sellyn yang menarik paksa tangan Tuan Rain dari amukan wanita yang baru saja menyiram nya. Wartawan senang karena mendapat umpan di hadapan nya.

__ADS_1


"Kamu mau mengajak anak pelac*r itu kemana sellyn. Sellyyyynnnnnn. Kurang ajar ya memang anak Mas Eric ini. Tantenya lagi kesusahan malah membawa anak pelac*r dari sini" Viona geram melihat tingkah keponakan nya yang sama sekali tidak mendukung dirinya.


Tuan Ben mencoba mencari tahu masalah yang diperbuat keluarga Tuan Rain hingga membuat nya sangat marah seperti tadi. Ia mendekati Viona yang masih menatap tajam ke arah keponakan nya yang membawa Tuan Rain menjauh darinya.


Ia menanyakan Viona tentang masalah yang baru saja terjadi. Tuan Ben ingin mentraktir Viona agar bisa berbincang-bincang dengan nya. Membahas tentang Tuan Rain. Namun respon Viona di luar dugaan nya. Viona pergi menjauh dan menghiraukan ajakan dirinya.


Tuan Ben merasa kesal dengan sikap acuh Viona. Akan tetapi Ia sudah menemukan cara agar bisa mendapatkan Sellyn. Ia tersenyum licik. Sekretaris Tuan Ben memanggil namanya berkali kali Namun Tuan nya tidak mendengarkan nya.


"Ini sudah larut malam Tuan Ben. Apa ga sebaik nya Tuan pulang dan istrahat agar besok bisa segar untuk bekerja kembali" Ucap sekretaris Tuan Ben kepada nya.


"Benar. Benar apa yang kamu katakan barusan. Aku harus tidur agar besok bisa merencanakan untuk mendapatkan Nona Cantik Sellyn Aliana Adelia" Cetus Tuan Ben melirik kearah sekretaris nya.


Tuan Ben mengurungkan niat nya untuk pulang. Karena diseberang sana Ia melihat wanita cantik bertubuh indah. Membuat mata jelalatan Tuan Ben kambuh. Ia menyuruh sekretaris nya untuk pulang terlebih dahulu. Karna Ia ada rencana untuk wanita sexy di hadapan nya.


Ia mendekati wanita itu dengan membawa segelas minuman ke arah nya. Tuan Ben mencoba mencari cara bagaimana menikmati tubuh indah wanita di pinggir nya.


"Permisi Nona. Apakah Nona sendirian di sini? apa bisa saya duduk sini menemani mu" Ucap Tuan Ben pura-pura sopan.


Wanita itu mempersilahkan Tuan Ben menemani nya. Awww Belahan dada dan paha mulus nya membuat Cacing Raksasa Tuan Ben bangun tanpa aba-aba. Ia memperkenalkan dirinya kepada wanita dihadapan nya. Nama wanita itu Veronika. Ia sedang tidak menunggu siapa siapa disana. lebih tepat nya Ia datang sendirian.


Tuan Ben mendapatkan minuman memabukkan di hadapan Veronika. Bibir sexy Veronika membuat dirinya ingin segera ******* habis. Ia mencoba mencari cara agar bisa berdekatan dengan nya.


"Kamu tidak memesan makanan apapun pun. Hm gimana kalau aku yang traktir kamu makan. Anggap saja kalau hadiah dari perkenalan kita" Ucap Tuan Ben sok asik.


Tuan Ben sangat suka kepada wanita di hadapan nya ini. Ia berpikir kalau Veronika dengan nya adalah sejalan. Mereka berdua saling bercerita tentang kisah hidup nya. Sampai pada suatu saat Tuan Ben menanyakan kisah percintaan Veronika. Rupanya yang membuat wanita itu meneguk minuman keras beberapa kali karna Ia ditinggal nikah oleh kekasih nya. Kekasih Veronika dijodohkan dengan pilihan mama dan papa nya.


Memang Mama dan papa mantan kekasih nya itu tidak setuju dengan dirinya. Mungkin mereka melihat cara berpakaian Veronika yang sering tampil sexy dan glamor. Pekerjaan Veronika yang sebagai model bikini semakin membuat orang tua mantan kekasihnya membenci dirinya. Tubuh Veronika sebelas dua belas dengan Sellyn yang diincar nya dari dulu. Namun sayang Sellyn selalu berpihak kepada Tuan Rain ketimbang dirinya. Bentuk tubuh mereka tidak jauh. Namun beda nya di p*yud*r* Veronika sangat besar. Walaupun tingkat kecantikan masih kalah jauh dengan Sellyn. Namun Tuan Ben suka dengan cara berpakaian Veronika dan bentuk tubuh nya yang serba besar.



Mereka berdua mengobrol banyak hari ini. Sampai ada waktu dimana Tuan Ben meminta nomor handphone Veronika. Dari jauh terlihat pelayan mendekati mereka berdua. Karna sudah waktunya Restauran tutup. Tuan Ben mengajak Veronika untuk diantarnya pulang. Sebenarnya wanita itu membawa mobil sendiri tadi kesini.


Tuan Ben yang tidak mau membuang buang waktu untuk terus mendekati Veronika. Ia pun menelpon supirnya untuk mengambil mobil dan disuruh mengantarkan nya ke apartemen Veronika. Veronika tersenyum melihat Tuan Ben begitu perhatian pada nya.


"Kamu pulang bersama ku ya"


"Terimakasih Tuan Ben. Tapi aku bisa pulang sendiri. Lagi pula aku juga terbiasa sendiri kok. Walaupun punya kekasih ya kekasih ku anak mama banget. Dikit dikit di telfonin mama nya disuruh pulang. Jadi untuk berduaan itu susah banget" Ucap Veronika sedih.


Tuan ben mencoba menenangkan nya dan menggandeng wanita itu masuk kedalam mobil. Terpancar wajah senang Veronika karena dirinya tidak pernah diperlakukan seperti ini. Didalam mobil Dress wanita itu tersingkap sampai atas. Mata jelalatan Tuan Ben tidak tahan dengan kemulusan paha Veronika. Memang sengaja wanita itu menarik dress sampai keatas agar Tuan Ben tergoda dengan kem*ntokan tubuh nya.


Veronika mengajak pria itu ngobrol. Namun perhatian Tuan Ben malah ke arah paha nya terus. Ia pun mendekati wajah nya pura pura memanggil Tuan Ben yang menghiraukan nya sejak tadi.

__ADS_1


"E e e iya iya kenapa Ver. Maaf aku lagi fokus ke jalan jadi ga ngeh saat kamu memanggil" ucap Tuan Ben memberikan alasan. Veronika yang mendengar nya pun tertawa lepas.


Tuan Ben ikut tertawa karna tidak mengerti kenapa wanita di samping nya itu bisa tertawa lepas. Tidak terasa mereka kini sudah sampai di depan Apartemen Veronika. Wanita itu mengajak Tuan Ben mampir. Namun Tuan Ben menolak nya karna ini bukan saat yang tepat untuk menjam*hnya. Tuan Ben berpamitan pulang. Tak selang berapa lama mobil milik Veronika datang.


...----------------...


Sementara di kediaman Tuan Eric terlihat Evelyn yang mendapatkan Tuan Rain sedang duduk termenung di kursi tepi kolam renang. Ia mendekati Tuan Rain.


"Kak Rain belum tidur? Angin malam ga baik loh kak untuk badan. Apa Kak Rain sedang memikirkan masalah Ibu Kak Rain yang waktu itu" Ucap gadis itu nyerocos. Membuat Tuan Rain menjadi antusias untuk mendengar nya.


"kkkemaren Ibu berbicara apa kepada kalian? Apakah kau mendengar nya Ev? " Tanya Tuan Rain kepada sellyn.


"Tttttiiiidddak Kak. Aku tidak terlalu mendengarkan nya yang pasti aku hanya mendengar tante Viona mengambil alih hutang-hutang bibi Kirana. Kak Rain yang sabar saja. Tuhan tidak akan menguji hamba diatas kemampuannya. Aku yakin Kak Rain bisa ngelewati ini semua kok" Ucap gadis cantik itu.


Gadis itu mencoba menenangkan Tuan Rain dengan Kata-kata nya yang manis. Tuan Rain yang memang susah untuk tersenyum. Ia sedikit memberikan senyuman kepada calon adik ipar nya ini. Dari arah pintu dapur terlihat Sellyn sedang membawa minuman hangat ke arah nya.


"Ngapain anak anak jam segini belum tidur" Tanya Sellyn ke arah adiknya.


"Ih kakak ini loh. Aku kan lagi menemani kakak Ipar yang lagi bersedih. Pahala loh kak kalau bikin orang tersenyum" Jawab Evelyn kepada kakak nya yang memasang wajah tak suka.


Sellyn menyuruh adiknya untuk pergi ke kamar nya. Evelyn yang tidak mau berdebat panjang dengan sang kakak Ia pun mengalah.


"Kakak sebagai calon istrinya harus pintar membujuk suaminya agar tidak merajuk. Daaaahhhh" Bisik Evelyn ke telinga kakak nya seraya berlari.


Sellyn yang mendengar perkataan adik nya sedikit geram sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik nya yang selalu menggoda diri nya. Ia menjadi salah tingkah karna sering di jodoh-jodoh kan dengan Tuan Rain.


"mm silahkan di minum mumpung masih hangat Tuan Rain. Soal omongan tante Viona. Kamu jangan langsung menghakimi Ibumu. Kita tidak tau apa penyebab Ibumu melakukan itu" Ucap lembut Sellyn seraya memegang tangan Tuan Rain.


Tuan Rain yang mendengar perkataan langsung dari mulut Sellyn menjadi sedikit lebih tenang. Ia Mencoba berpikiran jernih kepada Ibunya. Ia menyenderkan kepalanya ke pundak wanita yang dicintainya. Wanita itu hanya mengusap tangan Tuan Rain.


"Terimakasih atas perhatian mu. Aku sedikit tidak percaya kalau Ibu melakukan kedua kesalahan itu dalam bersamaan" Ucap Tuan Rain pelan.


"Hutang itu bukan kesalahan. Melainkan dilakukan karna sedang butuh. Siapa tau Ibumu meminjam uang karna ingin dijadikan modal usahanya. Walaupun terlihat aku arogan dan mau menang sendiri. Namun sejujurnya aku sayang sama mama dan papa" ucap sellyn mengingatkan Tuan Rain.


Sellyn menatap wajah tampan pria yang duduk di di pinggir nya. Ia mendekati wajah tampan itu. Perlahan Tuan Rain mengecup bibir ranum itu. aaahhhhh Des*han itu keluar dari bibir wanita itu.


"Maa mmaaaf Tuan Rain ak akuuuu... " Sellyn terbata bata meminta maaf namun ucapan nya terpotong oleh bibir Tuan Rain yang melanjutkan aksinya.


Malam ini adalah malam yang indah bagi dua insan yang sedang di mabuk asmara ini. Saat seseorang mencintaimu, mereka tak harus mengatakannya. Kamu akan tahu dari cara mereka memperlakukan mu. Bukan kemewahan yang akan membuatmu bahagia. Tapi kesederhanaan lah yang akan membuat mu tampak istimewa. Cinta tak mengenal pemaksaan, ia selalu menjadi misteri. Datang dan pergi begitu saja, meninggalkan kenangan yang sulit untuk dilupakan.


__ADS_1


Ssstttt bersambung dulu yah.. Biarkan Mereka berdua menikmati indah nya malam ditepi kolam renang ☺


__ADS_2