
Miko dan Evelyn mendarat dengan selamat. Dari masuk pesawat hingga sampai di tempat tujuan. Mereka berdua sama-sama tidak berbicara satu sama lain. Miko merasa canggung karena sudah membuat wanitanya kecewa akan sikapnya.
"Hm aku antar kamu pulang dulu ya. Mmm maksudnya pak sopir yang mengantar kamu pulang duluan baru aku, " ucap Miko canggung.
"hhhuuuhhhh Miko kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Aku sudah memaafkan mu. Aku juga minta maaf karena sudah segampang itu menerima ajakan mu. Maafin aku ya, " jawab Evelyn menenangkan Miko sembari meminta maaf. Bibir Miko melengkung saat mendengar perkataan tersebut. Mereka berdua menaiki taksi menuju rumah Evelyn.
Sebenarnya Evelyn merasa tidak suka dengan sikap Miko. Namun Ia tidak bisa egois untuk memusuhi nya. Didalam hati kecilnya Ia memberikan kesempatan agar Miko bisa segera mempersunting dirinya. Melihat pria itu murung sejak tadi Ia benar-benar tidak enak hati. Ia mencoba mencairkan suasana.
"Hm nanti pas nyampe rumah langsung sampein aja apa yang kamu mau bilang kepada mama dan papa. Bukan nya lebih cepat lebih baik. Hm bukan nya aku memaksa tapi ini untuk kebaikan kita juga. Kalau kamu ada niatan serius dengan aku ya udah niat baik tidak baik ditunda lama-lama miko," ucap Evelyn yang hanya dapat anggukan saja dari Miko tanpa membalas perkataan.
Siapa yang tidak ingin menikahi wanita yang berpendidikan dan berkelas seperti Evelyn. Banyak diluar sana yang menunggu untuk mempersunting wanita itu untuk menjadi istrinya. Namun mereka terkalahkan oleh dirinya yang hanya sekedar penerus perusahaan papanya. Sebenarnya Miko masih belum siap untuk menikah. Karena Ia cukup trauma akan namanya cinta. Mama papanya yang kawin cerai membuat nya tidak percaya akan namanya ikatan pernikahan.
Namun demi wanita yang di idamkan Ia harus melawan rasa trauma nya. Ia harus berjuang untuk mendapatkan kekasihnya dengan cara yang baik. Sesampai di kediaman tuan Eric. Saat keduanya berada di depan rumah mereka berdua kaget saat melihat mobil di garasi lengkap terdapat mobil tuan Rain juga disana. Karna biasanya mobil hanya tersisa punya Nyonya Sheila saja. Miko dan Evelyn pun melangkah kan kakinya menuju ke ruang tamu. Disana sudah terlihat Sellyn, Tuan Rain, tuan Eric dan juga Nyonya Sheila. Benar dugaan Mereka berdua. Kelihatannya mereka berempat memang sengaja menunggu keduanya.
"Selamat malam om tante kak," sapa Miko yang disambut hangat oleh mereka. Syukurlah Apa yang difikirkan dirinya tidak sesuai dengan kenyataan. Ia merasa sedikit lega.
"Silahkan duduk. Mbak tolong buatkan minuman buat Evelyn dan Miko ya. Seperti biasa nya saja," ucap Nyonya Sheila mempersilahkan keduanya untuk duduk. Miko dan Evelyn merasakan ada yang janggal dengan situasi ini.
__ADS_1
Apa jangan-jangan kak Sellyn sudah memberitahu mama papa kalau aku dan miko berada di hotel. wah gawat nih kalau mereka semua menyidang ku disini. Aku harus jawab apa ya Tuhan. Mati aku...
Nyonya Sheila melihat putri nya berkeringat dan terlihat sangat gugup. Berkali-kali Ia menanyakan apa yang sedang terjadi. Namun kedua nya saling menatap dan tidak ada yang menjawab. Setelah minuman datang mereka pun mulai memberanikan berbicara kepada tuan Eric dan Nyonya Sheila.
Ketika mereka mendengar perkataan yang keluar dari mulut Miko terkejut. Mereka tidak percaya dengan apa yang dibicarakan putra yang sudah dianggap seperti anak nya sendiri ini dengan lantang melamar putri nya untuk dijadikan istri.
"Kamu ga bunting kan Ev? Kamu baik-baik saja kan. Apa yang dilakukan Miko sampai-sampai kau ingin segera menikah hah?" hardik Sellyn menanyakan yang tidak-tidak kepada Adiknya. Mendengar perkataan Sellyn tuan Rain mencubit tangan nya. Evelyn dan Miko menggeleng bersamaan.
"Husssh kamu tidak pantas bertanya seperti itu Sellyn. Niat Miko dan adikmu ini bagus. Lebih baik hubungan itu dihalalkan. Biar tidak ada fitnah yang menyebar luas di keluarga. Kalau perlu kalian berdua segeralah menikah. Kalian menunggu apa lagi. Semakin bertambah nya tahun semakin tua juga umur mama dan papa mu ini nak, " jelas tuan Eric yang disambut wajah tak mengenakan dari putri sulungnya.
Tuan Eric segera menerima lamaran Miko. Karena dari dulu Ia sudah mengerti bagaimana silsilah keluarga nya. Apalagi Miko sudah dianggap seperti putra nya sendiri. Walaupun Ia sedikit ragu karena orang-tua Miko yang suka kawin cerai sana sini. Namun Ia percaya penuh kepada Miko. Bahwa Miko tidak akan pernah menyakiti putri nya.
"Iiishhh enak aja kamu. Tidak usah ikut campur urusan pribadiku. Urusin saja tuh siapa namanya becak eh siapa Rebecca ya itu deh pokok nya. Sementara aku mau memajukan perusahaan papa semaju majunya. Sesukses sukses nya biar anak ku tidak kurang kasih sayang dari mama nya. Jadi setelah menikah aku tidak lagi bekerja. Aku akan serahkan semua pekerjaan ku ke suamiku. Tugasku ialah menjaga anak-anak ku. Lagian apa kamu yakin kalau aku bakal menerima lamaran kamu?" jawab Sellyn yang membuat tuan Rain mati kutu dibuat nya.
Mereka yang mendengar keributan kecil diantara keduanya pun ikut tersenyum. Sikap kedua nya lucu. Kadang bertengkar kadang akur. Tom and Jerry zaman sekarang lah ya. Tuan Eric menyuruh kedua pria itu untuk menginap disini. Mereka diminta untuk tidak pulang karna sudah larut malam. Tuan Rain dan Miko tidur di kamar tamu yang bersebelahan.
Setelah mereka bubar dan menuju tempat untuk beristirahat. Terlihat satu manusia yang sedari tadi menguping pembicaraan keluarga Tuan Eric. Ia sedang menelfon seseorang. Seperti nya Ia menjadi mata-mata didalam rumah ini.
__ADS_1
...----------------...
"Terimakasih kamu sudah memberanikan untuk melamarku dihadapan mereka. Aku tau kamu orang baik. Sekarang kamu tidur ya. Aku juga mengantuk. selamat malam calon suami," ucap Evelyn yang sedang bertelepon dengan Miko. Dua insan itu kini sedang berbahagia atas semuanya. Sebentar lagi kedua nya akan segera menjadi pasangan yang diakui negara dan hukum.
Berbeda dengan tuan Rain yang mengendap-endap masuk kedalam kamar Sellyn. Ia pergi ke kamar Sellyn karna Ia mau menjelaskan semua nya. Ia tau jika saat ini Wanitanya marah dan cemburu dengan Rebecca. Kamar ini jarang dikunci. Jadi dirinya bisa menyelinap masuk dengan leluasa.
"Aaaaaaaahhh kamu ngapain ke sini tuan Rain."
"Huuussshhhtttt jangan berisik. Aku ga ada niat macam-macam. Aku kesini cuma mau menjelaskan kalau diantara aku dan Rebecca tidak punya hubungan apa-apa. Kami berdua hanya teman tidak lebih, " jelas tuan Rain.
"Huhhhh lalu untuk apa kau menjelaskan semua nya. Untung buat aku apa heh?Terserah ya meskipun kamu ada cewek seribu pun di dunia ini. Itu semua bukan urusan ku. paham!! sudah lah kamu pergi dari sini sekarang. Aku mau beristirahat, " hardik Sellyn sembari mendorong Tuan Rain agar keluar dari kamar nya.
Yang terjadi bukan lah Tuan Rain yang meninggalkan kamar. Melainkan mereka berdua terjatuh di atas kasur king-size milik Sellyn. Dengan cepat Tuan Rain mengec*p bibir ranum wanita itu. Sellyn mencoba melepaskan perlakuan Tuan Rain. Namun badan nya yang mungil akan kalah dengan gagah nya tubuh Tuan Rain. Perlahan Sellyn menikmati kec*pan dan sentuhan. Seperti nya mereka berdua sedang dimabuk asmara. Keduanya seperti saling menikmati.
Ceklekkkkkkkkk
tiba-tiba suara pintu kamar ada yang buka. Gelagapan mereka berdua mencari tempat bersembunyi...
__ADS_1
Bersambung....