CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
ANTARA CINTA DAN KEBUTUHAN


__ADS_3

Pria itu duduk di samping ku dekat sekali. Sampai lengan ku tersentuh tubuh nya yang kekar. Aku hanya sedikit tersenyum ke arah nya. Ia semakin merapat kan duduk nya. Sikapnya membuat, aku sedikit menjauh dari nya. Ku lihat wajah nya sangat tampan akan tetapi wajah nya seperti sudah memiliki istri.


"Di minum dong. Masa cuma di lihatin saja. Kamu baru ya di sini? Apa hanya menemui teman? atau sedang punya masalah?... " Pria itu bertanya tidak ada hentinya kepada ku.


"Menunggu teman tuan" Jawab ku singkat dan juga ku berikan sedikit senyuman.


Kenapa lama sekali sih Rosa ini. Kemana saja. Aku kan ga kuat berada ditempat seperti ini.


Tiba-tiba ada yang memeluk ku dari belakang. Wajah ku panik seketika dikiranya Ia suamiku memergoki ku. Oh Tuhan.


Rosa datang dengan wajah yang tidak merasa bersalah sedikit pun. Ia menyapa lelaki yang berada di samping kanan ku. Aww dia saling cium pipi. Aku menundukkan pandangan ku karna tak biasa seperti ini.


Aku tak nyaman dengan tatapan tuan yang satu ini selalu tertuju ke arah P*ha dan pay*d*r* ku terus. Aku risih dengan pakaian yang ku gunakan terlalu terbuka menurut ku. G*n*ng kemb*rku terlihat sangat besar kalau begini. Aku teringat suamiku lagi. Ia selalu melarang ku memakai pakaian terbuka jika berada di luar. Akan tetapi kalau di dalam kamar Ia selalu meminta ku memakai lingerie.


Rosa dan Tuan itu meninggalkan ku sendiri di bartender. Sedikitpun aku tidak meminum suguhan yang berada di depan ku. Terlihat Rosa dan Tuan itu mengobrol dengan serius. Namun Tuan itu rada menjaga jarak dengan Rosa. Aku sedikit bingung kenapa kalau di dekat ku Ia mepet aja. Ah sudah lah terserah dia.


Mereka kembali ke arah ku. Aku pura pura tidak melihat nya. Rosa menepuk pundak ku.


"Kirana kamu ikut Tuan ini ya. Gapapa dia baik kok. baru saja aku berbincang bincang dengan dia" Ucap Rosa santai.


"Taaaappppiiiii aaakkku kan mau kerja sama kamu Ros" Jawab ku terbata bata.


Mereka berdua tertawa mendengar perkataan ku barusan. Aku menjadi semakin tidak mengerti akan maksud Rosa dan Tuan ini. Tiba-tiba Tuan ini menggandeng tangan ku keluar dari Club malam ini.


"Selamat bersenang-senang sahabat ku" Teriak Rosa merasa bersemangat sekali.


Sementara aku yang digandeng nya merasa canggung. Aku menaiki mobil nya yang mewah. Pak sopir yang berada di dalam mobil itu turun. Yang menyetir mobil mewah ini Tuan ini sendiri. Aku yang dari dulu belum pernah menaiki mobil ini terperangah melihat isi di didalamnya nya yang super wah.

__ADS_1


Aku kaget tiba-tiba Tuan ini mendekati wajah ku. Wajah tampan nya sangat terlihat jelas dari sini.


oh Tuhan kenapa dia sangat tampan sekali. Apa Rosa meminta ku untuk melayani Tuan tampan ini. Ah gairah *** ku perlahan mengaliri tubuh ku. Semoga Tuan yang tampan ini tidak mendengar suara hati ku.


"Permisi ya Nona. Saya mau memasang sabuk pengaman mu dulu"


Ah tidak ternyata aku salah sangka. Ku kira dia akan mencium ku. Untung saja aku tidak memonyongkan bibir ku. Tuan tampan ini membuat ku salah tingkah saja. Semoga dia tidak mendengar detak jantungku yang rasanya ingin meledak didalam tubuh ku.


Kami terdiam cukup lama di dalam mobil. Tidak sedikit pun kata yang keluar dari mulut Tuan tampan ini. Membuat ku salah tingkah pada nya. Aku tidak berani melihat kearahnya. Menatap ke jendela mobil adalah jalan ninjaku menghindari pandangan nya.


Kami tiba di sebuah Apartemen yang terkenal mehong di Ibu Kota. Sekalipun aku tidak pernah bermimpi untuk masuk kesini. Akhirnya sekarang aku kesini juga walaupun tidak bersama suami ku. Demi dia aku rela melakukan apa saja. Demi anak ku akan ku korban apa saja. Walaupun suatu saat mereka akan kecewa dengan pengorbanan ku yang salah.


Dia membuka pintu mobil dan tak luput menggandeng tangan ku yang mungil ini. Dia membawaku kedalam hotel bintang lima. Keringat dingin keluar dari tubuh ku menandakan aku nervous kepada nya. Tuan itu menekan tombol angka 39. Aku yang memang belum pernah menaiki lift akhirnya memeluk erat Tuan tampan ini. Wajah yang menahan tawa sangat kelihatan.


"Maaf Tuan saya lancang memeluk erat anda" Ucapku terbata bata. Dia tidak menjawab melainkan mengangguk dan tersenyum indah ke arah ku.


Ia menyuruh ku untuk mengalungkan tangan ku ke leher nya. Aku menutup mata ku saat Ia hendak mencium ku.


"Kamu bersih bersih badan dulu ya. Kamu pasti capek. Bentar lagi pelayan akan memberi mu baju untuk berganti" Ucapnya seraya mencium pipi ku lembut.


Ahh sentuhan tangan nya yang kekar tidak bisa membohongi seorang wanita seperti ku yang sudah jarang di sentuh suami ku karna keadaan nya yang tidak memungkinkan.


Aku lekas beranjak dari paha nya. Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku menutup mataku sekejap. Aku meyakinkan diri ku sebentar sebelum memutuskan melakukan hal sebesar ini.


Ting ting ting ting


Aku membuka pintu kamar dan yang datang ialah pelayan hotel. Aku memberikan nya tips 500rb karna tak tega melihat keadaan nya. Aku segera membuka kotak yang baru saja diantar pelayan.

__ADS_1


aaaaahhhhhhhhh


Aku berteriak syok karna yang dikirim hanya baju baju sexy yang memperlihatkan seluruh lekukan tubuh ku. OOhno apa aku bisa memakai pakaian haram ini didepan pria lain selain suami ku. Tidak aku harus melakukan apa saja demi kesembuhan dia.


Pria tampan itu keluar dengan memakai piyama putih. Semua otot dibadan nya sangat menggugah daerah sensitif ku. Namun aku harus terlihat biasa saja saat melihat nya.


"Ma Maaaaff tuan apa kotak ini dari Tuan yang dikirim kan oleh pelayan hotel? " Tanyaku terbata bata sambil menunjuk ke box tadi.


"Iya kamu pakek baju itu ya. Itu ada 15 stel baju. Kamu harus memakai baju itu saat berada di kamar berdua dengan saya" Jelas Tuan itu sambil menunjuk ke area kamar.


Didalam kamar mandi aku sedikit lama. Karna aku masih belum siap untuk melayani sesering itu. Apa aku sanggup meninggalkan suami dan anak ku. Oh Tuhan kenapa jalan hidup ku jadi seperti ini.


Tok tok tok tok


Suara ketukan pintu dari kamar. Aku lekas menyelesaikan ritual mandi ku sebelum dia menghabiskan ku di kamar mandi. Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi dengan pakaian haram ini. Buah d*d* ku yang bes*r tampak terlihat jelas. Begitu juga area sensitif ku yang bercetak segitiga itu terpampang jelas dimatanya.


Di meja makan sudah terlihat makanan ringan dan jus. Huuuhhhh aku menarik nafasku berulang kali mencoba menghilang nervous dari tubuh ku. Aku mendekati nya yang duduk di depan TV. Ia sedang melototi surat yang dipegang nya. Perlahan aku berjalan kearah nya.


"Kamu sudah selesai. Kita makan malam dulu ya. Pasti kamu sudah lapar. Tenang aku hanya meminta kamu berpakaian seperti ini bukan meniduri kamu. Tapi kalau aku tidak tahan ya terpaksa deh" Ucapnya sembari menarik tangan ku ke meja makan.


Aku makan disuapin. Tuan ini sangat memanjakan ku. Setelah makan kami duduk di kursi depan TV. Ia menyodorkan aku 3 lembar surat perjanjian. Satu bulan dituliskan jatah ku 500 juta. Belum jajan dan fasilitas lain seperti baju baju, Perawatan badan. Aku melongo melihat tulisan tunai seperti itu. Apalagi jatah anak ku dan pengobatan suami ku dia yang tanggung.


Di surat perjanjian juga ditulis kan kalau aku hanya menemuinya 2-3 minggu saja. Sisanya terserah aku mau ke mana asal tidak bersama dengan laki laki lain selain suamiku. Aku harus mau saat dia membutuhkan ku kapan saja. Setelah aku menandatangani surat perjanjian ini maka aku sah menjadi Baby sugarnya Tuan Vino. Ia nama Tuan tampan ini Vino alana yuan.


Aku memikirkan sejenak semua isi perjanjian ini. Dengan mengambil nafas sejenak aku menandatangani surat perjanjian ini.


Bersambung dulu beb.... πŸ™ŒπŸ»πŸ™

__ADS_1


__ADS_2