
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤
Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.
tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.
Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰
......................
Tuan Rain mengerjapkan matanya melihat sekeliling. Wajah cantik Sellyn dihadapan nya membuat Tuan Rain ingin berlama lama di atas kasur. Belahan d*da yang besar terpampang jelas di depan mata nya membuat cacing Alaska nya bangun. Hmmmm ucap Sellyn menggeliat.
"Aaahhh kenapa kamu bisa berada di kamar ku?" Protes Sellyn melotot kan matanya kearah Tuan Rain. Bukan nya sellyn sudah menyuruh Tuan Rain untuk kembali tidur di kamar tamu. Tapi kenapa bisa sekarang Tuan Rain bisa tidur bersama nya.
Sellyn langsung melihat ke dalam selimut memastikan kalau dirinya tak berbuat aneh aneh dengan pria menyebalkan ini.
"Biasa aja jangan di Tekuk wajah nya. Tutup tuh s*su jangan di buang buang kek gitu." Goda Tuan Rain dengan wajah pura pura tak suka.
"Ga suka tapi melotot ajah tuh mata. Ga suka tapi demen nyip*k ya pak. Udah sana aku mau mandi dulu." Terang Sellyn seraya hendak berdiri menuju ke kamar mandi.
"ahhhhhh Lepasin aku toloolooong akuuu siapa pun yang ada dirumah tolong aku" Teriak Sellyn saat Tuan Rain menggendong nya ke kamar mandi.
Percuma saja Sellyn berteriak sebab kamar nya kedap suara. Jadi walaupun mereka berbuat onar pun dari luar tidak akan terdengar apapun.
Tuan Rain menggendong Sellyn ke kamar mandi. Ia meninggalkan Sellyn sendirian disana. Sellyn memasang wajah tak suka kepada nya. Tuan Rain menyuruh Sellyn untuk mandi cepat. Ia akan menunggu nya di meja makan dalam setengah jam.
"Apa apaan sih kamu. Jangan ngatur ngatur hidup aku deh. Aku biasa nya ga sepagi ini pergi ke kantor. Udah lah kamu pulang saja Tuan Rain. Aku bisa pergi ke kantor sendiri." Geram sellyn.
"Harus nya kamu mencontoh kan yang baik untuk staf kantor mu. Bukan malah seenak nya begitu. Aku ga mau tau cepat kamu mandi aku tunggu kamu setengah jam untuk bersiap. Oke" Perintah Tuan Rain.
Sellyn hendak menjawab ucapan Tuan Rain Namun Ia mendapat serangan tiba tiba di mulut nya.
Cuuupppphhh
"Udah sana mandi sayang hehehe" Ledek pria itu dengan nyengir kuda di hadapan Sellyn.
"Aaaaakkkkhhhhh Raiiiiiinnnnnn Awas ajaaa kamu yaaaaaa.." Teriak Sellyn sambil menghidupkan shower nya.
Sedangkan di kamar tamu Ia menemukan seseorang yang tidak di kenali sedang tertidur nyenyak. Akhirnya Tuan Rain Ke kamar tamu yang berada di depan paling ujung. Ia langsung pergi ke kamar mandi dan menghidupkan shower nya. Air hangat membuat diri nya nyaman. Ia menikmati setiap tetesan air yang membasahi tubuh nya.
Ia teringat akan semua kejadian diri nya bersama Sellyn. Tuan Rain menuntaskan ritual mandi nya. Setelah selesai ia akan menunggu Sellyn di meja makan.
__ADS_1
Ia melihat dari kejauhan di meja makan sudah ada Evelyn adik dari Sellyn dan seorang pria lumayan tampan menurut nya. Evelyn melihat calon kakak ipar nya langsung gelagapan. Karna diri nya merasa bersalah seusai melihat mereka sedang berpelukan di atas kasur.
Evelyn hanya tersenyum sopan kepada Calon kakak iparnya. Tuan Rain membalas senyuman Evelyn. "Siiiillllaaahhhkan duduk kakak Ipar, " Ucap Evelyn gugup.
Tuan Rain yang mendengar Evelyn memanggil diri nya dengan kata kakak ipar membuat nya jadi kege eran. Tuan Rain mengerut kan dahi nya. Tanda kalau ia menanyakan laki laki yang sedang duduk di samping Evelyn ini. Gadis itu pun menjelaskan siapa Miko kepada Tuan Rain. Mereka berdua pun berkenalan dan bersalaman.
"Kalian sudah jadian? Lalu kapan kamu akan menikahi nya" ucap Tuan Rain kepada Miko. Miko tampak gelagapan saat ditanya pertanyaan seperti itu.
"Kalau belum ada niatan menikah. Jangan berani sentuh sentuh anak orang ya.." Lanjut Tuan Rain lagi dengan nada yang serius.
"Taaappppiii taaadddiii malam aku melihat Tuan Rain memeluk erat kak Sellyn kok. Berarti Tuan Rain ada rencana menikahi kak Sellyn dong ya dalam waktu dekat... " Tukas Miko tanpa mengerem mulut nya. Ia nerocos saja walaupun paha nya di cubit oleh Evelyn.
Wajah Tuan Rain langsung menjadi merah bak udang rebus. Namun ia mencoba menjawab santai pertanyaan Miko. Kalau dirinya bentar lagi akan segera menikahi Sellyn. Mendengar perkataan Tuan Rain mereka terlihat sangat bahagia.
Sellyn turun dari tangga membuat Tuan Rain semakin terpanah atas kecantikan calon istri nya itu. Pakaian apapun yang dipake wanita ini selalu serasi karna wajah nya yang cantik. Kini Ia memakai setelan jas putih dan rok mini nya yang berwarna putih juga. Ah siapa pun yang melihat nya pasti tak sabar untuk segera melahap nya.
Ia duduk di samping Tuan Rain. Sellyn menatap adik nya. Ia menanyakan kenapa sepagi ini Miko bisa berada sini. Evelyn menceritakan kalau dirinya dan Miko sudah resmi berpacaran. Mendengar adik nya berpacaran membuat Sellyn tersedak. Uhuk uhuk uhukkk
"Apa kamu sudah pacaran sama Miko? Apa itu benar Miko?... " Tanya Sellyn dengan wajah serius kepada mereka berdua. Tuan Rain yang melihat tenang tenang saja seraya tersenyum tipis. Miko mengangguk saat dirinya ditanya Sellyn.
"Sejak kapan kalian pacaran. Kalian ini bagaimana sih di jodoh jodohin sama mama papa ga mau. Sekarang mereka sudah ga peduli sama kalian. kalian malah pacaran. " Ucap Sellyn kepada adik nya sambil meneruskan sarapan nya.
"lah namanya juga perasaan kak gatau kapan datang nya. Masa kita di jodohin mau mau aja. Kan sebagai perempuan aku gengsi lah" Jawab Evelyn seraya tersenyum nakal kepada kakak nya.
"Lihat tuh adik mu bergaya nakal seperti itu. Persis sama kakak nya iya kan? Kamu kan juga seperti itu. Di goda sedikit ajah malah minta terus hahaha" Bisik Tuan Rain pelan ke telinga Sellyn.
Sellyn tak menjawab Ia hanya membuang muka ke arah berlawanan. Sedangkan dia makhluk hidup satu nya sedang di mabuk asmara. Makan pakek acara suap suapan. Bel pintu berbunyi menandakan ada tamu yang datang. Dengan terburu buru mbak sekar membuka pintu depan. Ternyata benar yang datang ialah tamu. Tamu yang sangat di benci oleh Tuan Rain.
(Sebagai Ben)
Yang datang rupanya Ben. Ia ialah Anak dari paman nya Tuan Eric. Ia juga seorang CEO di perusahaan parfum yang juga terkenal di jagat raya ini. Ben Dareen Kanaya adalah nama laki laki yang sangat di benci oleh Tuan Rain. Permainan Licik yang dibuat nya untuk mengambil perhatian dari Sellyn lah yang membuat Tuan Rain tak suka pada nya. Selain itu masih banyak lagi cara Licik dia untuk bermain api di perusahaan nya sendiri.
Ben datang mendekati Sellyn. Ia langsung duduk di samping Sellyn tanpa menghiraukan yang ada di meja makan tersebut. Miko dan Evelyn saling berpandangan. Mereka melihat kearah Tuan Rain yang seperti menahan amarah. Ia mempercepat makan nya dan menggandeng Sellyn pergi. Sellyn yang memang dasar nya tidak suka dengan Ben. Ia pun menerima ajakan Tuan Rain.
Ben tidak terima saat dirinya tidak dianggap ada oleh mereka semua. Ben menarik paksa tangan Sellyn yang di gandeng oleh Tuan Rain. Ben yang memang tempramental langsung memukul wajah Tuan Rain. Tuan Rain tak mau diam saja. Ia juga membalas pukulan Ben. Mereka berdua kalau sudah bertemu pasti berantem demi memperebutkan hati Sellyn.
Sellyn mencoba melerai nya namun malah ditarik paksa oleh Tuan Rain agar Sellyn tidak terkena pukulan Ben. Miko melihat kejadian itu hanya diam dan bengong. "Miko kamu ini bagaimana sih, itu tuh mereka lagi pukul pukulan malah kamu diam saja. Ayo dong sayang cepat lerai mereka. " Rengek Evelyn kepada kekasih nya itu.
Miko pun berdiri dan mulai melerai perkelahian diantara mereka. Ia juga menceramahi kedua nya. kalau ada masalah tidak harus di selesaikan dengan kekerasan. kalaupun memperebutkan cinta seseorang mereka harus bersaing dengan sportif. Miko mengucapkan kata kata bucin nya dengan tegas dan sedikit berwibawa.
__ADS_1
"Sudah lah ya kalau kalian masih ingin melanjutkan perkelahian nya silahkan. Saya permisi dulu ya. Ada banyak sekali pekerjaan yang sedang menunggu ku di kantor." Tegas Sellyn seraya pergi berlalu meninggal kan mereka berdua.
Tuan Rain memanggil manggil nama nya. Namun Sellyn tidak merespon nya. Wanita itu merasa muak mereka berdua selalu begini kalau bertemu. Selalu membuat gaduh. Sellyn mengendarai mobil nya menuju kantor. Sementara Tuan Rain dan Ben masih dengan argumen nya. Handphone Sellyn berbunyi terdapat nama Sekretaris Aditya di layar ponsel nya. "Selamat pagi bu bos. Bu bos hari ini datang ke kantor ga?. Ada banyak sekali dokumen yang harus bu bos tandatangani. Termasuk juga rapat bersama Tuan Ben. Bu bos bisa kan ya datang hari ini ke kantor. Eikeh sudah kewalahan nih cinnn di telponin para lelaki yang menggatal dari setiap perusahaan yang tak sabar mau jumpa you" ucap sekretaris Aditya di seberang sana memberi tahu semua jadwal yang harus di laksanakan oleh bu bos nya itu.
Mendengar celoteh sekretaris gemulai di pagi hari membuat Sellyn menahan tawa nya. "Iya saya hari ini datang ke kantor. Ini sudah menuju kantor kok beberapa menit lagi saya nyampe. Kamu persiapkan saja semua nya saya ingin menyelesaikan semua rapat rapat dengan lelaki ganjen itu. Udah dulu ya Aditya Saya mau melanjutkan perjalanan saya" Sekretaris Aditya yang mendengar bu bos nya sudah mau nyampe kantor. Ia merasakan keanehan sejak bu bos nya sering berduaan sama Tuan Rain. Kebiasaan jelek bu bos nya kini perlahan menjadi kebiasaan baik.
"Emang gitu tuh kalo udah kemasukan burung nya Tuan ganteng. Semua perintah nya akan selalu di turuti. ga papa lah ini juga buat kepentingan kantor. Toh berubah nya menjadi baik. hahaha" Ucap sekretaris Aditya di sebrang sana yang tak menyangka bahwa bu bos nya perlahan berubah.
Sementara di kediaman Tuan Eric kedua pria itu masih tetap beradu argumen nya. Ben mengeluarkan semua umpatan kepada Tuan Rain. Pipi sebelah kiri Tuan Rain lebam akibat dari jotosan Ben. Di sudut bibir kedua nya terdapat darah. Tuan Rain lebih memilih mendengarkan gonggongan Ben daripada meladeni nya. Melihat Tuan Rain yang hanya tersenyum dan tidak mengambil tindakan apapun. Membuat Ben murka lalu kembali memukul wajah Tuan Rain. Dengan tanggap Tuan Rain menangkis pukulan Ben.
"Hentikan!!! kalian berdua ini seperti anak kecil yang memperebutkan mainan. Sudah Tuan Rain hentikan. Tuan Ben juga kenapa tidak ada yang mengalah. Kalian harus nya lebih dewasa dong menghadapi persaingan bukan malah adu jotos kek gini.. "Dari tadi Miko mencoba melarang perkelahian mereka. Namun malah Miko yang terkena jotosan Ben.
Pada saat Ben mencoba memukul kembali wajah Tuan Rain ada tangan yang mencegah nya. Tidak itu bukan tangan Miko. " Sampai kapan kalian akan bertengkar seperti ini. Kalian sudah berumur tidak pantas berkelahi. Apalagi di hadapan Miko yang masih muda. ini contoh tidak baik. Untuk kamu Ben Om sudah memberitahu kamu kalau Tuan Rain sudah di jodoh kan dengan Sellyn. Kenapa kamu masih mengejar nya." Tiba tiba Tuan Eric datang dan berhasil melerai mereka berdua.
Wajah Ben tidak suka mendengar perkataan Tuan Eric yang selalu menyudutkan dirinya. Ben mencoba menjelaskan kalau dirinya benar benar mencintai Sellyn. Ia mengatakan kalau dirinya bisa menjaga Sellyn dengan segenap jiwa dan raganya. Ucapan Ben membuat Tuan Eric lagi lagi menyunggingkan senyuman. Bagaimana mau menjaga Sellyn sementara dia sangat tempramental kepada semua pria yang mencoba mendekati Sellyn.
Tuan Rain pun pamit pergi ke kantor untuk menjalankan tugasnya. Ben juga menyusul Tuan Rain. " Sebentar Nak Rain tadi malam Ibumu menitipkan ini untuk mu" Ujar Nyonya Sheila seraya memberikan sebuah kotak kepada Tuan Rain. Tuan Rain pun tersenyum dan berterima kasih kepada Nyonya Sheila. Ia pun berpamitan kepada semua nya untuk kembali ke kantor. Mereka semua mengangguk. Melihat mama dan papa nya Sellyn memperlakukan Tuan Rain dengan baik membuat Ben naik pitam.
huhhhh Ben mendengus kencang. Hatinya seakan remuk melihat semua nya. sementara itu Miko bersalaman dengan Nyonya Sheila dan Tuan Eric dengan ramah. Mereka juga menyambut Miko dengan baik. Evelyn memberitahu Miko kalau hubungan nya jangan dipublish dulu apalagi memberitahu mama dan papanya. Sebenarnya Miko kurang suka dengan keputusan Evelyn namun demi kekasihnya Ia akan melakukan apa saja.
Miko berpamitan untuk mengantar Evelyn ke tempat kerja nya. Tuan Eric dan Nyonya Sheila mengangguk mengizinkan mereka. Tuan Eric memeluk pinggang nyonya Sheila seraya berbisik "Anak anak sudah pergi semua. Apa kamu tidak ada rencana buat punya adik buat Evelyn hm," Nyonya Sheila yang mendengar itu pun mengatakan bahwa dirinya sudah tidak pantas punya anak lagi. Melainkan mereka sudah waktu nya punya Cucu dari dua anak gadis nya itu.
(Nyonya Sheila dan Tuan Eric)
Tak sabar dengan Cacing alaska yang sudah bangun sejak tadi. Tuan Eric pun menggendong istrinya ke kamar utama. Mbok Darmi dan Mbak Sekar yang melihat ulah majikan nya hanya bisa tertawa terkekeh. Majikan nya itu kalau sudah dilanda cinta pasti lupa akan sekitarnya.
Di dalam kamar Tuan Eric melayangkan aksinya untuk menggoda istrinya. nyonya Sheila walaupun sudah tua namun gairah nya masih tak kalah jauh dari anak anak gadis nya. Setiap sent*han suaminya membuat Nyonya Sheila mabuk kepayang. "Ahhhh pah mama sudah tak tahan lagi pah.." erangan Nyonya Sheila menjambak rambut Tuan Eric yang sudah tak tahan dengan sent*han suami nya.
Tuan Eric yang mendengar racauan istri kesayangan nya itu pun memulai Aksinya. Des*han Nyonya Sheila menjadi musik tersendiri buat Tuan Eric yang menghunjami kuat. Berbagai g*ya mereka lakukan untuk mendapat kan puncak kenikmatan keduanya. Mbak sekar dan Mbok Darmi yang mendengar des*han keduanya juga tak tahan ingin segera pulang kampung untuk menemui suami mereka.
Hari sudah sore namun kegiatan pasangan suami istri itu belum juga selesai. Umur boleh tua namun semangat dan gairah Tuan Eric tak mandang umur. Tuan Eric masih setia dengan posisi nya yang mengenj*t istri nya. Sementara Nyonya Sheila menerima setiap hent*kan Tuan Eric. "Aaaahhh sudah sayang mama cape. Ayo selesai kan juga sekarang. Ini sudah sore," Rengek Nyonya Sheila saat suaminya masih belum puas dengan tubuh nya.
Tuan Eric pun mempercepat aksinya untuk segera mencapai puncak ******* nya yang ke lima. Sementara tangan Nyonya Sheila tak berhenti menjambak rambut suaminya. Aaaaaahhhhhhh mereka berdua akhirnya sampai pada puncak nya. Kini Tuan Eric dan Nyonya Sheila tidur berpelukan karena kelelahan akibat usahanya yang ingin segera punya anak kecil lagi buat Evelyn.
...----------------...
Sementara di kantor Sellyn sedang sibuk dengan pekerjaan nya. Sellyn memang selalu bekerja keras untuk perusahaan Papa nya. Tiba tiba saja Ia merasa kepalanya berputar putar. Ia pun menutup gelap pintu dan jendela sebab ia ingin istirahat sebentar. Mungkin karena dari tadi pagi ia cuma makan 1 lembar roti bakar dan segelas susu.
Kini Sellyn berusaha untuk memejamkan matanya untuk beristirahat. Tuan Rain yang hendak mengantarkan proposal dari perusahaan lain agar di proses oleh presiden perusahaan itu langsung mempercepat langkah nya setelah melihat pintu dan jendela kaca ditutup gelap.
Tuan Rain memasuki ruangan Sellyn dengan setengah berlari saat menemui Gadis itu terlentang di atas kursi panjang didepan meja kerja nya. Ia memeriksa hidung Sellyn khawatir terjadi apa apa. Saat wajah Tuan Rain mendekati wajah nya gadis itu berteriak kaget.
__ADS_1
Bersambung....
Kira kira apa yang bakal terjadi selanjutnya dengan Sellyn dan Tuan Rain ya... Tunggu di Bab selanjutnya dulu ya...