
"Ayo nak sarapan dulu. Sudah Ibu masakin makanan kesukaan kamu loh" Ucap Bu Kirana saat Tuan Rain turun dari tangga rumah.
"Apapun yang Ibu masak Rain sangat suka dan menghargai kerja keras Ibu" Ucap Tuan Rain tersenyum sembari memeluk Ibu nya dari belakang.
Nyonya Kirana dan Tuan Rain tinggal berdua dirumah peninggalan Tuan Baramantio. Walaupun ada asisten rumah tangga. Namun Nyonya Kirana tetap melakukan tanggung jawab nya memasak buat Tuan Rain. Apalagi hobi nya ialah memasak. Nyonya Kirana mempunyai bisnis Catering di mana-mana. Dahulu Ia bekerja sama dengan Nyonya Sheila. Namun setelah suami nya meninggal Ia harus melakukan nya sendiri. Karena kalau join berdua keuntungan yang didapat akan dibagi dua.
Nyonya Sheila sendirilah yang memberikan peluang untuk dirinya agar bisnis nya lebih baik di pegang sendiri. Jika Nyonya Kirana membutuhkan modal yang lebih, Maka Nyonya Sheila tidak ragu untuk meminjamkan nya modal. Kini bisnis catering Nyonya Kirana sudah terkenal dimana-mana. Dikarenakan harga nya murah namun kualitas tetap oke. Hobi memasak dirinya membuat kan hasil yang baik.
Tuan Rain ingin menanyakan kenapa Ibunya bisa memiliki hutang yang begitu besar kepada keluarga Tuan Vino dan Ia juga ingin menanyakan kenapa tante Viona menyebut Ibu nya sebagai seorang pelac*r. Namun melihat ketulusan di mata Ibu nya membuat Tuan Rain tidak tega menanyakan hal itu.
Rasanya aku tidak tega menanyakan semua itu kepada Ibu. Lihat saja mata nya yang tulus. Wajahnya yang polos. Mungkin lain waktu saja aku menanyakan semua nya kepada Ibu.
"Ibu kalau ada sesuatu jangan sungkan cerita sama Rain ya bu. Kalau Ibu sedang dalam kesulitan apapun baik itu uang atau yang lain Ibu jangan melupakan Rain kalau Rain ini anak nya Ibu. Rain ini anak nya Ibu. Rain bekerja keras sekarang hanya buat Ibu. Rain sayang Ibu" Ucap Tuan Rain kepada Ibunya. Tatapan Ibu nya seperti mengerti akan maksud perkataan anak nya.
Ia hanya tersenyum dan mengalihkan pandangan nya ke lain arah. Karna mata nya berkaca-kaca setelah Tuan Rain mengatakan itu kepada nya. Sebenarnya Nyonya Kirana ingin memberitahu kan segala nya. Namun Ia berpikir jika memberitahukan nya sekarang. Maka Ia dan Sellyn tidak akan pernah menikah. Pria mana yang akan menikahi wanita nya hanya karena hutang atau tentang masa lalu dirinya yang kelam.
__ADS_1
Tuan Rain terlihat sangat lahap makan nya. Sementara Ibunya mempersiapkan bekal buat makan siang. Tuan Rain lebih memilih makan masakan Ibu nya ketimbang makanan luar yang tidak jelas kesehatan nya.
Selesai makan Ia berpamitan kepada Ibunya. Karena Ia harus meeting bersama klien dari luar negeri. Nyonya Kirana mengantarkan Tuan Rain sampek pintu depan. Tiba tiba saja bunyi ponsel Ibu nya berbunyi. Tuan Rain yang tak memikirkan apa-apa lagi. Akhirnya Ia pergi ke kantor.
"Iya halo. Kenapa kamu tidak pulang malam ini Ver. Untung kakak mu tidak menanyakan keberadaan mu. Kalau Rain bertanya kepada Ibu. Ibu harus jawab bagaimana. Tolong ya jangan aneh-aneh lagi kamu" Nyonya Kirana mendapatkan telfon dari anak nya yang semalam tidak pulang.
"Iya Ibu maafin aku. Tadi malam aku menginap di Apartemen lagi. Nanti sore aku pulang kok. Ibu jangan beritahukan Kak Rain ya bu. Bisa-bisa nya nanti fasilitas ku dicabut. Udah dulu ya bu Aku mau bekerja dulu. Oh iya Apa uang hasil minggu ini langsung aku transfer ke rekening Ibu? "
"Iya Sayang. Tapi Ibu mohon jangan menginap seperti kemaren malam lagi. Ibu trauma kalau kakak mu sudah marah. Kamu tau seperti apa kan ya?. Ibu juga ngeri. Iya uangnya ditransfer seperti biasa" Ucap ku jelas sambil menutup Handphone.
Sementara di dalam mobil Tuan Rain sedang di telfon Sellyn. Tidak biasanya Sellyn menelpon pagi-pagi buta. Sellyn mengatakan kalau dirinya ingin bertemu dengan Nyonya kirana nanti setelah pulang kerja. Sellyn akan menemui nya karena ada sesuatu yang harus Ia bicarakan.
Ia menyetir mobil nya menuju kantor. Jarak kantor dan rumah nya tidak terlalu jauh. Jadi jika pulang kerja larut malam. Sellyn akan menginap dirumah Tuan Rain diruang tamu.
"Bu bos rajin banget deh. Kalah nih eikeh yang datang nya sering telat telat terus. Oh iya bu bos nanti kan yang datang itu para jantan yang gedong gedong. Nanti bu bos ajak Eikeh yah untuk menemani bu bos di dalam. Biar Eikeh bisa lihat tuh kobra mereka yang gedong gedong nek. Aaahhh tak sabar deh Eikeh nek menunggu mereka berlima" Ucap Sekretaris Aditya dengan tatapan wajah yang serius.
__ADS_1
"Enak aja kamu. Harus nya yang girang itu aku melihat wajah tampan dan body mereka yang besar-besar. Ini malah Kamu yang kecentilan kepada mereka semua. Dasar jeruk makan jeruk kamu ya say" Goda Sellyn yang membuat wajah Sekretaris Aditya terlihat murung.
Sellyn suka menggoda sekretaris nya. Karena Sekretaris Aditya lah yang membuat suasana mencair sebab ulah nya yang selalu mengundang gelak tawa yang mendengar nya. Jika rasa sudah cukup untuk membuat Mood sekretaris Aditya kembali senang. Karna kalau marah pun akan sebentar redanya.
Sementara di tempat lain ada dua orang sepasang kekasih yang sangat bahagia. Sepasang kekasih itu saling berpelukan dan saling menggoda. Karena saat ini Ia di berikan tiket untuk pergi ke Swiss. Oleh teman nya yang sudah kenal baik dengan keduanya. Karna dikira mereka berdua sudah menikah. Teman nya salah paham kepada pasangan kekasih ini. Maka teman nya memberikan tiket bulan madu untuk kedua nya.
Miko tidak ingin jauh jauh dari Evelyn. Ia tidak menyangka kalau dirinya bisa berada di Swiss. Mereka tinggal berdua sekamar karna yang di pesan oleh teman nya Miko Ialah satu kamar. Evelyn tidur di atas ranjang. Sedangkan Miko tidur di sofa depan kasur Evelyn.
Mereka membohongi keluarga mereka masing-masing. Karena demi pergi ke Swiss untuk menikmati pemandangan dan mempunyai waktu berduaan yang cukup lama. Pagi tadi mereka berdua menaiki pesawat pribadinya Tuan Zain teman mereka berdua.
Saat malam hari Evelyn gelisah tidak bisa memejamkan mata nya. Ia membolak balik kan badan nya ke kanan dan ke kiri. Evelyn melihat ke arah kekasih nya yang sangat tertidur pulas. Ia tidak tega untuk membangun kan nya. Akhirnya Ia memberanikan dirinya untuk duduk di samping Miko.
Saat Miko merasakan ada seseorang yang menyentuh paha nya. Ia pun segera melihat seseorang yang sudah mengganggu waktu tidur nya. Evelyn terlihat ingin meminta Miko untuk tidur bersama dirinya di kasur. Namun Ia tidak berani untuk berbicara.
__ADS_1
Ia pun mencoba duduk di pangkuan Miko. Tiba tiba hp nya berbunyi. Ah tidak Sellyn melakukan panggilan video untuk dirinya. Evelyn bingung harus bagaimana. Karna tidak mungkin dirinya akan jujur dalam posisi ini. Ia dan Miko sedang merencanakan agar mereka aman dari Sellyn...
Bersambung dulu ya besok Up lebih panjang lagi....