
(JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤)
Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.
tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.
Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰
...----------------...
"Mbak dimana Ibu. Tolong bantu aku cari Ibu ya mbak. Aku akan mencari nya di atas, " tuan Rain datang bersama Sellyn untuk melihat keadaan Ibu nya. Ia sangat khawatir karna terdapat panggilan tidak terjawab sebanyak itu.
"Hm tenang tuan Rain Bu Kirana pasti baik-baik saja. Aku akan membantu mu menemukan keberadaan Ibu mu, " ucap Sellyn mencoba menenangkan.
Sellyn membantu mencari keberadaan Nyonya Kirana. Ia memeriksa di setiap sudut rumah namun hasilnya nihil. Sampai Ia menuju belakang rumah. Akhirnya Ia menemukan Bu Kirana di sebuah taman belakang rumah. Terlihat Ia sangat murung dan bersedih. Perlahan Sellyn melangkah kan kaki nya agar Nyonya Kirana tidak terkejut akan kedatangan nya.
"Selamat pagi Bu. Ibu lagi ngapain di sini? huhhh Aku kangen bu Kirana tauu"
"Loh kamu datang kesini Nak. Hm tidak nak Ibu hanya tidak mengerti bagaimana lagi bisa melanjutkan hidup di masa mendatang nanti. Kamu kesini bersama siapa? Ibu juga kangen sama kamu"
"Hm saya bersama tuan Rain Bu. Sebentar ya."
Melihat keadaan Nyonya Kirana yang terlihat baik-baik saja. Ia pun mencoba menghubungi tuan Rain yang masih sibuk mencari. Wanita itu memberitahu jika Ia sekarang sedang bersama Nyonya Kirana. Tuan Rain seketika langsung berlarian dari dalam rumah, menuju taman.
"Ibu tidak kenapa-kenapa kan? Tadi Rain meeting jadi tidak bisa mengangkat telpon dari Ibu," ucap tuan Rain sembari memeluk Nyonya Kirana.
Sellyn terharu melihat perhatian yang diberikan tuan Rain kepada Ibu tercinta nya. Tuan Rain sangat menghargai Ibunya. Ia berpikir jika Ibunya saja di muliakan apalagi dirinya nanti kalau sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
Eits tidak boleh. Sellyn kamu jangan terlalu kepedean seperti ini. Belum tentu tuan Rain mau kepada mu.
Sellyn menipis kan semua pikiran yang tidak mungkin akan terjadi. Ia menggeleng kan kepala tanda tidak boleh berpikiran yang bukan-bukan. Tuan Rain yang melihat tingkah aneh pun mendekati sellyn. "Hei kamu kenapa geleng-geleng begitu. Ayo mikirin apa kamu hmm?"
"Eh ini sepertinya aku sedikit sakit kepala, " jawab Sellyn. Nyonya Kirana yang mendengar perkataan tuan Rain. Jika calon mantu nya sedang tidak enak badan. Ia segera menggandeng ke dalam rumah menuju kamar tamu.
Di dalam hati Sellyn menertawakan sikap nya yang bodoh. Kenapa bisa diri nya beralasan yang tidak masuk akal. Akibat ulahnya Ia sekarang bingung sendiri. Sudah tau kalau Ibunya tuan Rain akan sangat khawatir akan keadaan nya.
Ya Tuhan kenapa bisa diperpanjang seperti ini. Aku lupa lagi, kalau Bu Kirana sangat perhatian dan baik banget ke aku. Oh tidak, aku harus bagaimana?
Nyonya Kirana meminta tuan Rain untuk segera memanggil dokter. Mendengar kata dokter, Sellyn menjadi gelagapan. Ia menolak halus permintaan Nyonya Kirana. Ia beralasan hanya pusing biasa. Mungkin kecapean seharian bekerja fokus pada layar komputer di kantor dan matanya menjadi panas sehingga pusing datang tiba-tiba. Namun penolakan nya ditolak mentah-mentah. Nyonya Kirana tetap keukeuh pada kemauannya.
Sedangkan tuan Rain hanya tersenyum atas sikap Sellyn yang sedari tadi aneh. Alasannya pun sangat tidak masuk akal. Ia sengaja menggoda Sellyn berpura-pura seakan-akan percaya dengan semua alasan nya.
"Hm aku tidak apa-apa bu. Tuan Rain kamu tidak perlu memanggil dokter. Mungkin pusing ku akibat terlalu lelah bekerja seharian"
"Ah tuan Rain sekali lagi aku minta kamu tidak perlu memanggil dokter. Aku tidak separah itu. Sudah sebaiknya nya kamu duduk saja disini bersama kami," ucap Sellyn dengan sedikit menekan setiap perkataan nya.
Tuan Rain semakin percaya jika sakit nya Sellyn hanya pura-pura. Ia tersenyum lebar yang membuat Sellyn menundukkan kepala. Sedangkan Nyonya Kirana melihat keadaan Sellyn yang tidak memungkinkan untuk membicarakan tentang perjodohan. Ia mengurung kan niat nya.
Mereka bertiga duduk bersama di ruang tengah. Tuan Rain tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia memijit kepala dan tengkuk Sellyn. Wanita itu menjadi sangat canggung diperlakukan seperti ini. Sentuhan laki-laki ini membuatnya mengingat kan kejadian yang sering dilakukan tuan Rain kepada nya pada waktu itu.
Melihat Anak Laki-laki nya perhatian dan peduli kepada Sellyn. Nyonya Kirana sangat bahagia jika bisa memiliki menantu baik dan cantik.
Sellyn menarik tangan Nyonya Kirana untuk duduk di samping nya. Ia mulai membuka suaranya menanyakan persoalan hutang piutang antara keluarga nya dengan masa lalu Nyonya Kirana. Memang waktu nya sangat tidak tepat untuk membicarakan persoalan di saat situasi seperti ini. Akan tetapi jika tidak sekarang kapan lagi Ia akan bertemu dengan Nyonya Kirana. Sedangkan jam kerja nya sangat padat.
Nyonya Kirana menceritakan semua nya kepada keduanya. Tuan Rain yang mendengar masa lalu Ibunya merasa terpukul. Tidak terkecuali Sellyn Ia juga merasakan bagaimana bisa menghadapi keras nya hidup. Ia harus bersyukur kehidupan nya lebih baik daripada orang-orang diluaran sana.
__ADS_1
Memang benar ya jika pada saat kita tidak memiliki apa-apa, Satu orang pun tidak ada yang menoleh kepada kita. Lain hal nya jika kita sedang berada dalam fase punya uang dan bergelimang harta. Jangan kan saudara tetangga aja pada ngaku menjadi kerabat.
Nyonya Kirana terus mengatakan yang sejujurnya kepada mereka berdua. Pada saat Nyonya Kirana mengatakan jika anak Laki-laki satu-satu nya harus menikah dengan salah satu anak tuan Eric maka, hutang piutang diantara mereka akan dianggap lunas beserta bunga nya.
"Mohon maaf bu, jika pertanyaan saya kurang sopan. Memang nya nominalnya berapa kenapa bisa sampai kakek seperti nya menjual ku dengan cara seperti itu?" ucap Sellyn yang perlahan air mata nya jatuh membasahi pipi nya. Ia merasa harga dirinya sudah tidak berharga di mata keluarga nya. Sembilan puluh sembilan milyar hutang yang harus di bayar oleh Nyonya Kirana. Dari mana tuan Rain dan Nyonya Kirana akan mendapatkan uang sebanyak itu.
Sementara gaji nya selama satu bulan saja hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Setelah mendengar nominal yang keluar dari mulut Nyonya Kirana, Sellyn merasakan tidak nyaman berada di sana. Ia berencana memilih untuk pulang ke rumah. Ia berpamitan dengan sopan kepada Nyonya Kirana agar tidak tersinggung atas sikapnya. Tuan Rain menawarkan akan mengantarkan nya pulang. Namun Sellyn menolak nya.
Mereka hanya bisa duduk terdiam setelah mendapati Sellyn yang memilih untuk pulang. Nyonya Kirana kembali terpukul teringat akan semua kesalahan di masa lalu. Jika saja pada malam itu dirinya tidak mengambil keputusan yang salah. Pasti semua ini tidak akan terjadi. Pasti nasib dirinya dan anak nya akan baik-baik saja. Sekarang Ia baru mengerti akan kalimat Jangan mengambil keputusan pada saat emosi. Jangan berjanji pada saat berbahagia. Kalimat itu menggambarkan dirinya sekarang.
Sellyn pulang dengan perasaan yang hancur. Diri nya sekarang tidak bisa berpikir jernih. Ia merasa harga diri nya dipertaruhkan disini. Sebenarnya Ia ada rasa dengan tuan Rain. Akan tetapi jika Ia menerima perjodohan ini. Artinya sama saja dirinya setuju dengan barter antara keluarga nya dan juga keluarga tuan Rain.
Ya Tuhan kenapa bisa jadi seperti ini. Aku mencintai nya. Kenapa harus ada masalah besar seperti ini yang berpengaruh besar pada kehidupan ku dan masa depanku. Aaakkkkhhhhhh aku harus bagaimana tidak mungkin aku menolak perjodohan ini. Karena aku mencintai tuan Rain. Tapi jika aku menerima perjodohan ini. Aku harus setuju harga diriku dibayar hutang. Oh my god sekarang kepala ku benar-benar pusing dibuat nya.
Terlihat tuan Rain duduk termenung di pinggir kolam. Isi kepala rasanya ingin keluar semua. Ia tidak habis pikir dengan hutang Ibu yang sebanyak ini hanya demi menyambung hidup kami bertiga. Tiba-tiba saja dari belakang berdiri lah seorang perempuan yang menepuk lengan nya.
"Selamat siang kakak ku. Kenapa siang-siang bisa berada di rumah. Memang nya kak Rain tidak bekerja?" tanya Veronika sambil memeluk lengan kakak nya. Tidak ada balasan perkataan dari mulut tuan Rain. Ia hanya menyunggingkan senyuman kepada adik nya.
Veronika merasa heran sebab tidak biasanya tuan Rain terlihat bingung. Ia mencoba menanyakan baik-baik kepada kakak nya. Namun tetap saja tidak ada jawaban. "Kak adikmu datang loh, kenapa tidak disambut sih. Oh apa jangan-jangan sudah tidak ingat lagi kalau punya adik. Ya Tuhan maaf kan aku karena sibuk bekerja sehingga aku lupa pulang," Veronika mencoba menggoda yang akhirnya keluar juga senyuman dari mulut tuan Rain.
"Kenapa kamu pulang? Masih ingatkah kau jalan pulang hm? Lihat pakaian mu selalu seperti ini. Kakak ga suka ya kamu memakai baju kurang bahan seperti ini. Besok-besok kakak beliin kamu jubah. Kamu ini masih gadis jadi harus hati-hati dalam berpakaian sayang. Hm aku disini hanya merenungi nasib kita dimasa depan. Entah aku tidak tau harus melakukan apa, " ucap tuan Rain menasehati adik nya yang baik-baik. Dia tidak tau saja jika selain menjadi pelayan resto. Adiknya juga bekerja menjadi pemuas birahi pria kucing belang di luaran sana.
Veronika yang mendengar nasehat kakak nya pun terdiam. Mau bagaimana lagi gaji menjadi pelayan resto saja tidak cukup mencukupi kebutuhan nya. Apalagi dirinya hanya lulusan sekolah menengah atas. Ia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sampai membuat kakak nya sangat sedih dan Kebingungan.
Perlahan dia mencoba menanyakan apa permasalahan nya.
Bersambung.....
__ADS_1