CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
DI MABUK CINTA


__ADS_3

(JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤)


Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.


tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.


Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰


...****************...


Tiba tiba dari arah pintu dapur ada seseorang yang mendekati Evelyn. Ia pun mendekati nya.


"Rame nih ye, Mau aku tolongin gak? " Ucap Miko sambil tangan nya memijat mijat pundak Evelyn.


Miko anak dari teman karib Tuan Eric. Sejak dulu Miko selalu membantu pekerjaan Evelyn. kemana kemana selalu berdua membuat orang sekitar tak bosan untuk menjodohkan mereka berdua. Mereka saling memiliki rasa namun diantara keduanya tidak ada yang berani mengutarakan perasaan nya.



(Sebagai Miko)



(Ini sebagai Evelyn)


Kedatangan Miko membuat suasana yang tadinya fokus ke pekerjaan masing masing. Kini terdengar gelak tawa akan ulah nya. Ada saja yang dilakukan Miko membuat perut kembung karna banyak tertawa.


jam menunjukkan pukul setengah 12 malam. Saat nya Garden_Cafe tutup. Sebenarnya untuk sekedar melayani pembeli dan urusan dapur Evelyn tidak kekurangan karyawan. Namun Ia masih ikut terjun ke lapangan. Karena bagi Evelyn Ia lebih tenang dan lebih lega kalau sudah terjun ke Cafe nya.


Miko mengajak Evelyn untuk diantarnya pulang. Sebenarnya Ia agak kurang suka kalau Miko mengantarkan nya selarut ini. Sebab Ia tidak enak dengan mama dan papanya. khawatir nya mereka akan berpikir buruk kepada dirinya dan juga Miko. Melihat wajah Miko yang kecewa atas penolakan nya. Akhirnya Evelyn mau diajak pulang.


"Aku tidak mau pulang kerumah hari ini Mas, " Tukas Evelyn. Ucapan Evelyn membuat Miko mengerutkan dahinya.


"Jika tidak pulang ke rumah. Kamu akan tidur dimana? Apa ada masalah lagi? hmm " Tanya Miko lembut.


Ketika didalam mobil Miko memasang sabuk pengaman di badan Evelyn. Melihat wajah Miko dari depan membuat Gadis itu tercengang. Tampak begitu jelas wajah tampan seorang Arlo Miko Rajendra. Anak dari seorang pengusaha berlian yang terkenal seantero negeri yaitu tuan Daniyal Bramantio. Walaupun Ia anak seorang pengusaha namun Miko tetap bekerja. Walaupun masih bekerja di perusahaan papanya. Ia Bekerja keras untuk kesuksesan perusahaan papanya.


Sebenarnya Miko ingin bekerja di bidang lain. Namun melihat papanya yang terlihat tua membuat Miko tidak tega jika papa nya bekerja sendiri. Apalagi Papanya Memiliki riwayat penyakit Komplikasi.


Evelyn merasakan darahnya mendesir dengan hebat di sekujur tubuhnya. Dadanya terasa sesak. "Ahh ada apa dengan ku. Kenapa setiap kali berdekatan dengan Miko aku merasakan ada yang aneh, " Ucap Evelyn di dalam hati.


Miko semakin mendekat ke wajah gadis itu. "Mikoooo jangan begini aahh" ucap Evelyn seraya mendorong kecil tubuh Miko kebelakang.

__ADS_1


"Begini bagaimana sih Lyn. Kan aku cuma mau masang sabuk pengaman mu. Kamu jangan mikir yang aneh aneh deh. iiihhh dasarrr hidung pesek ya gini deh pikiran nya kotor mulu.. " Jawab Miko dengan tangan yang mencubit hidung gadis cantik itu.


Wajah tampan pria itu memang sering membuat Evelyn salah tingkah, saat Miko sudah mulai dengan aksinya yang membuat GR dirinya. Kini dua insan itu sedang bergurau di dalam mobil. Tiba tiba tawa mereka terhenti karena seseorang mengetuk jendela mobil Miko.


"Selamat malam Pak. Mohon maaf sebelumnya sudah mengganggu waktu Ibu dan Bapak. Boleh tau sekarang jam berapa pak? " Ucap dua orang polisi itu


"Iya selamat malam Pak. Kami bawa surat surat lengkap pak. Kalau Bapak polisi tidak percaya sebentar saya ambil dulu di kotak ini" Miko memberikan kotak yang berisi surat surat mobil nya.


"Baik Pak surat surat Bapak dan Ibu lengkap. Mohon maaf apakah Bapak dan Ibu ini pasangan suami istri..." tanya polisi itu. Evelyn dan Miko menggeleng bersamaan.


"Baiklah. Ini sudah larut malam. Sebaiknya Mas dan Mbak silahkan pulang ke rumah masing masing. Jangan parkir di sembarang tempat lagi ya. Dan untuk Mas nya jangan membawa anak orang saat tengah malam begini ya, tidak baik. Silahkan antar mbak nya ke rumah nya. Mohon maaf mengganggu waktunya. Silahkan lanjutkan berkendara. Terimakasih atas waktunya" Lanjut polisi itu seraya berpamitan.


Mereka berdua saling berpandangan saat Bapak polisi tadi sudah pergi. Mereka berdua tertawa bersama menertawakan nasehat polisi untuk Miko barusan. Karna diduga Miko membawa kabur anak orang. "Dengerin tuh mas Miko jangan coba coba bawa kabur anak orang saat tengah malam begini" Ucap Evelyn mencubit paha Miko.


"Hm mulai nih sudah berani pegang pegang paha. Lyn aku mau mengajak kamu ke tempat yang belum kamu datangin.. " Sambung pria itu sambil berbisik ke telinga Evelyn. Gadis itu pun ingin tahu kemana Miko mau mengajak nya. Ia pun mendekati telinga nya kearah Miko.


"Aku mau mengajak kamuuuuuuu keeeeeeee Villa di puncaaaak" Bisik pria itu ke telinga Evelyn. Gadis itu menarik telinga Miko dengan keras.


"Oh berani nya main kucing kucingan sekarang ya. Awas aku aduin kamu ke Om Bramantio biar di pecat jadi anak. Lagian kan ga baik tau ngajak anak orang yang belum di halalin itu di tidurin. Dosa kata pak ustadz " Jawab gadis itu dengan tangan nya mengelus ngelus lengan Miko.


Sedangkan Miko yang mendengar ucapan Evelyn pun berpikir. Apakah ini waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hati nya kepada gadis ini. Namun Miko khawatir kalau ia mengutarakan isi hatinya dan Evelyn menolak nya. Maka hancur sudah harapan nya untuk memiliki Evelyn sepenuh nya. "Ah tidak tidak Aku tidak akan mengatakan nya sekarang. Akan ada banyak waktu lain untuk mengungkapkan perasaan ku pada nya" Miko beradu argumen dengan otaknya.


Cukup lama mereka berdua bertahan dengan posisi ini. Tiba tiba.. "Aku mencintai mu lyn aku sangat menyayangimu. Maukah kau menjadi pendamping ku selamanya.. " Ucap pria itu dengan lantangnya di hadapan Evelyn.


Evelyn tertegun mendengar perkataan Miko yang mengungkapkan perasaan kepada nya. Gadis itu meneteskan air mata. Ia terharu dengan ucapan pria yang berani mengucapkan kata cinta di hadapan nya. Memang dari dulu Evelyn sudah menunggu ucapan itu dari Miko. Karna Evelyn juga mempunyai perasaan yang sama kepada nya.


Gadis itu pun memegang tangan Miko dan mau mendengarkan satu kali lagi ucapan Miko yang baru saja diucapkan kepada nya. Tubuh Miko gemetar saat dirinya diminta untuk mengucapkan kata kata manis nya tadi. Dengan suara yang serak pria itu mengungkapkan lagi perasaan nya.


"Kata kata ini yang sudah aku tunggu Miko. Kenapa baru sekarang kau mengungkapkan nya." Jawab Evelyn. Miko tak mengerti dengan apa yang dikatakan gadis itu. Ia pun menekuk kan alis nya tanda tak mengerti dengan ucapan Evelyn.


"Kamu tidak mengerti juga dengan perkataan ku. Hmmmm aku sudah dari dulu memiliki perasaan cinta dan sayang sama kamu. Akan tetapi aku tidak berani mengungkapkan nya. Ya kali perempuan dulu yang nembak laki laki. Yah ga Etis dong" Ucap Evelyn sambil menyandarkan kepalanya ke kursi mobil.


"Jadi... Jadi kamu menerima aku. Jadi kamu mau jadi kekasih ku. Aaaahhhh Evelyn aku sangat mencintaimu sayang.. " Ungkap Miko sambil tangan nya memeluk erat gadis itu sampai kesulitan bernafas.


Evelyn pun mendorong tubuh pria itu kebelakang. Kini Miko dan Evelyn saling berpandangan tersenyum bahagia.


"Jadi kita bisa dong sekarang ke puncak. Kan sekarang kamu sudah menjadi kekasih ku.. " Kata Miko memperlihatkan gigi nya dengan nyengir kuda.


"Enak aja.. Ga ada yang villa villa an kita belum sah menjadi suami istri. Belum setengah jam kita jadian. Kamu sudah mau mengajak ku yang aneh aneh. Jangan jangan dulu kamu sama mantan mantan mu sering ketempat begituan. Iya apa tidak? Udah ngaku aja.. " Sindir Evelyn membuang muka.


"Hidih kamu jangan asal nuduh. Aku ini masih gadis.. Ehh maksud ku masih perjaka. Enggak sih Aku sebenarnya sudah tidak perjaka. Karna perjaka ku sudah di ambil citra. " celetus Miko semakin membuat Evelyn geram kepada nya.

__ADS_1


"Hngh benar kan. kamu itu sudah tidak suci lagi. kamu sudah tidak perjaka lagi. Siapa tuh citra, kenapa kalian tidak menikah kalau sudah berhubungan. Kenapa masih mengungkapkan perasaan nya padaku. Dasarnya laki laki semua idung belang ya. Dah lah aku mau pulang sendiri saja. gausah anterin aku pulang. " Gerutu Evelyn sambil memukul mukul lengan Miko.


Miko yang mendengar ucapan Evelyn tertawa terbahak bahak. Karena melihat wajah polos Evelyn yang tidak mengerti akan maksudnya. "ululuh sayang hahahaha, Kamu ini masa tidak paham dengan yang aku bilang barusan. Citra itu bukan orang tapi merk handbody sayang. handbody itu selalu menemaniku pada saat aku membutuhkan nya." Miko mencoba menjelaskan namun lagi lagi Evelyn tidak mengerti akan maksud pria itu.


sudah lah memang Evelyn wanita yang polos. Atau jangan jangan pura pura polos di hadapan Miko? Entahlah Pria itu pun melajukan mobil nya ke arah rumah Evelyn. Ketika mobil sudah tidak lagi ditempat. Terlihat seseorang sedari tadi mengamati mereka berdua di samping pepohonan sebelah Garden_Cafe. Seseorang itu menyunggingkan senyuman ke arah mobil yang sudah melaju.


Sesampainya di depan rumah mereka dikagetkan dengan mobil yang terparkir di garasi rumah. Mereka berdua saling pandang. Mobil siapa itu? seperti tidak asing bagi keduanya. Kenapa malam malam mobil ini bisa kesini. mereka sedang menerka nerka di otak kepalanya.


"Ini bukan nya mobil Tuan Rain sayang? " Ucap Miko bertanya kepada Evelyn.


Evelyn mengangguk pertanda benar. Kalau ini mobil milik Tuan Rain. Mereka berdua memiliki rasa ingin tahu. Siapa malam malam begini bertamu di rumah Tuan Eric. Mereka berdua pun memarkirkan mobil Miko di samping mobil Tuan Rain.


Di dalam rumah Evelyn bertemu dengan Mbok Darmi yang kebetulan mbok Darmi belum tidur. Ia pun menanyakan perihal mobil siapa yang terparkir di garasi. Mbok Darmi menjelaskan kalau mobil itu milik Tuan Rain yang sedang berada diruang tamu. Tuan Rain di minta untuk menemani Sellyn. Namun Tuan Rain di minta tidur di kamar tamu.


Mereka berdua masih belum percaya akan apa yang dikatakan mbok Darmi. Mereka berdua mencoba ke kamar tamu. Namun tidak ada apa apa di dalam sana. Akhirnya Evelyn memutuskan untuk mencari ke kamar kakak nya. Sementara Miko ia lebih memilih untuk duduk di kursi panjang depan TV. Ia tidak tau kalau kekasihnya sedang pergi menemui Sellyn di kamar nya.


Terlihat kaka nya sedang memeluk seorang pria di kamarnya. Evelyn mencoba mendekat ke arah pintu. haahh? mulut gadis itu langsung ditutup oleh tangan Miko. Evelyn kaget kenapa bisa Miko tiba tiba datang tanpa aba aba. Miko pun menarik tangan Evelyn untuk menjauh dari kamar kakak nya. "Apa apa an sih kamu? Kenapa tangan ku ditarik tarik seperti itu? " Gerutu Evelyn itu memajukan bibir nya.


"Itu kakak mu sedang tidur. Kenapa malah di intip sama kamu. Itu tidak baik sayang. Apa lagi kamu teriak seperti tadi. Kalau terdengar kakak mu. kita kan yang jadi malu udah ngintip mereka berdua. Berbuat bising lagi." Bisik Miko.


Evelyn memalingkan wajah nya dari wajah miko. Ia heran kenapa Kakak nya bisa satu ranjang sama Tuan Rain. Apa jangan jangan Sellyn sudah gitu gituan. Ah tidak pikiran gadis itu sudah mulai ngelantur.


Kini mereka berdua berada di ruang tengah. Miko menatap wajah Evelyn dengan tatapan yang penuh nafsu. Evelyn yang melihat wajah aneh Miko menyunggingkan senyuman. Miko merapatkan tubuhnya ke tubuh Evelyn.


"Kkkaaaa mmmmuuu maaauuu ngapain sayang?" Ucap Evelyn dengan wajah gugup.


"Kakak mu belum menikah aja sudah satu ranjang dengan pria yang belum suaminya. Masa kamu tidak boleh mengikuti jejak kakak mu." Bisik Miko ke telinga Evelyn. Terlihat wajah Evelyn tidak menerima perilaku Miko.


"Ga ada ga ada yang gitu gituan. Kakak aku ya kakak aku. aku ya aku. Udah ih sayang ayo kamu pergi ke kamar tamu. Kekasih mu ini sudah lelah sayang" Rengek gadis itu memohon untuk pamit tidur.


Melihat sikap Evelyn yang manja membuat Miko semakin gemas kepada nya. Miko pun menuruti keinginan Evelyn. Ia beranjak pergi ke kamar tamu. sedangkan Evelyn pergi ke kamarnya. Mereka tidur terpisah. Di dalam kamar Ia tidak bisa tidur. Evelyn masih terngiang ngiang wajah Sellyn dan Tuan Rain yang berpelukan.


Sementara di kamar tamu Miko sedang memikirkan kejadian tadi di mobil. Ia sangat bahagia karna sudah mengutarakan perasaan nya kepada gadis yang dia incar dari dulu. Tiba tiba Miko merasakan sesuatu di bawah sana ingin keluar dan menemui sarang nya. Miko sudah tidak tahan dengan king kobra nya yang ingin keluar. Ia pun pergi ke kamar Evelyn. Setibanya di kamar Evelyn ia mencoba membuka pintu kekasih nya itu namun tidak bisa. "Uhhh kenapa Evelyn mengunci pintu segala sih. Apa dia tahu kalau aku akan menemui nya" Gerutu Miko sambil memukul mukul pintu kamar Evelyn.


Dengan tangan hampa Miko kembali ke kamar nya. Langkah kakinya berat pada saat ia meninggal kan kamar kekasihnya. Miko kembali tidur dikamar tamu. Ia membolak balik kan tubuh nya karna tak bisa tidur. Begitupun Evelyn tidak bisa menutup matanya. Entah lah kenapa Ia sulit untuk memejamkan mata untuk tidur walaupun hanya sebentar pikirnya.


Pada malam ini dua orang sedang di mabuk cinta tidak bisa tidur di kamar mereka masing masing. Sedangkan dua insan lain menikmati hangat nya pelukan dibawah selimut. Hujan deras di luar rumah menjadi musik tersendiri bagi Sellyn dan Tuan Rain. Mereka semakin merapatkan pelukan nya...


Uhhh indah nya malam ini hanya mereka yang bisa merasakan nya bestie..


Bersambung dulu ya nanti Author Up lagi baybay...

__ADS_1


__ADS_2