
(JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤)
Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.
tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.
Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lift sudah kembali normal dan diluar sudah banyak yang menunggu. mereka semua terperangah melihat kearah kami. Aku pun menoleh ke arah Tuan Rain. Segera kulepas kan tangan nya yang berada di rok ku. Wartawan sedang sibuk memotret kami berdua. mereka juga meminta penjelasan apa yang tengah terjadi. serta ada hubungan apa aku dengan Tuan Rain. Kepala ku rasanya berputar putar saat mendengar pertanyaan dari mereka.
Aku mencoba berdiri namun agak susah karna rambutku tersangkut ke kancing kemeja Tuan Rain. Astaga wartawan segitunya ya cari berita bahkan rambutku tersangkut di kancing Tuan Rain saja akan dijadikan berita. "kenapa bisa tersangkut begini sih," Gerutu ku sebab rambutku semakin melilit ke dalam kancing.
Tak sabar melihat aku membetulkan rambut. Akhirnya Tuan Rain menggendong ku ke dalam mobil. Terdengar suara Ricuh dari wartawan dan Staff kantor. Aku menduduki mobil Tuan Rain. Aku menanyakan kepada Tuang Rain akan dibawa kemana. Akan tetapi Tuan Rain menghiraukan ku. Ia sibuk dengan tangan nya yang membetulkan rambutku.
"Kenapa tidak digunting saja sedikit rambut mu itu. Ini susah loh dilepasin.." Ucap Tuan Rain sambil menarik narik rambutku.
"Enak aja mau gunting gunting rambut orang. Mahal nih perawatan nya. Emang ga ada cara lain apa? " Gerutu sellyn.
Krekk
Aww Teriak ku ketika Tuan Rain melepas kancing bajunya membuat rambutku ikut tertarik.
"Kita mau kemana sih Tuan Rain. Kamu jangan aneh aneh ya." Racau sellyn dengan mulut nya yang mencucu.
Rain melihat kearah Sellyn. Mulutnya tidak mengatakan apapun. Ini jalan kerumah ku. syukurlah ternyata orang ini tidak berniat macam macam kepada ku. Didalam mobil pria ini tak banyak bicara. Melainkan tak menganggap ku ada di sampingnya. Aku pun memasang wajah yang cemberut. Setelah sampai didepan rumah aku mengajak Tuan Rain masuk ne beberapa kali. Akan tetapi dirinya menolak.
Papaku pun keluar dari dalam rumah. Papa mengajak Tuan Rain untuk mampir dulu. Aneh nya hanya sekali papa mengajak nya Ia langsung turun dari mobil. Aku sedikit geram kearah nya. Aku pamit untuk masuk kedalam duluan. Namun papa malah menyuruh ku untuk menemani Tuan Rain.
keadaan dirumah sangat sepi tidak seperti biasanya. Sebelum aku menayakan kenapa rumah sepi. Papa sendirilah yang mengatakan kalau orang rumah lagi ada acara di puncak.
__ADS_1
"papa sebentar lagi akan menyusul mama mu. Nak Rain tolong kamu menginap disini ya. Disini ada Mbak sekar, mbok Darmi dan Pak satpam samsul. Jadi kamu ganti baju di kamar tamu saja ya nak Rain, " Jelas papa kepada Tuan Rain.
papa ini gimana sih kenapa ngebiarin anak gadis nya tinggal bersama laki laki. Aku tak berani protes. Langkah kaki ku gontai saat memasuki kamar ku. Rasanya aku ingin berendam dalam bathtub. Membayangkan air nya yang hangat dan busa busa yang lembut serta aroma terapi lavender yang sangat segar.
Mbak sekar memang mengerti dengan ritualku pulang kerja. Setiap aku pulang kerja mbak sekar selalu mempersiapkan nya semua sesuai keinginan ku. Aaahh kubuka baju ku satu persatu sampai tak tersisa satu helai benang pun yang menempel ke tubuhku. Aku mulai memasuki tempat paling menenangkan bagiku. Tubuhku merasakan rileks dan nyaman. Hari ini sangat melelahkan sampai sampai aku tertidur di bathtub.
Sementara di luar sudah ada yang menunggu ku. Iya Tuan Rain sedari tadi menunggu kedatanganku. Ia bertanya kepada Mbak sekar kenapa aku tidak keluar kamar sejak tadi. Mbak sekar pun menjelaskan ritual malam ku. setelah mendengar panjang lebar dari mbak sekar Tuan Rain pun membawa makanan itu kedalam kamar ku. Tuan Rain memanggil manggil namaku beberapa kali akan tetapi tidak ada jawaban dari ku.
Tuan Rain pun memasuki kamar mandi yang biasanya ku kunci. Namun malam ini pintu itu lupa tidak dikunci sangking tidak sabarnya aku menenggelamkan tubuhku. Tuan Rain terperangah mendapatkan tubuhku yang berendam di bathtub. Ia melihat tubuhku yang tertutup busa busa.
Tuan Rain mencoba membangunkan ku. Namun berkali kali usahanya gagal. Akhirnya ia mendekati wajahku. setiap hembusan nafas nya membuat badan ku menjadi bergejolak. Aku pun bergelinjang. Aaaah tangan ini sepertinya aku mengenal nya. Aku mulai sadar dan membuka mata ku. Aku terkejut ketika menemukan Tuan Rain berada di dalam kamar mandi ku.
Ssssssttttt
"Ayo jangan bertanya silahkan pakai dulu handuk ini. kemudian temui aku di kamar mu. Oh iya jangan terlalu lama berada dikamar mandi. Itu tidak baik.. " Ucapnya seraya meninggalkan ku.
"ccccciiiiihhhhhhhhh dasar kamu nya aja yang kecentilan sama aku. sok sok an nasehatin lagi. " Gerutu ku saat Tuan Rain berlalu meninggalkan ku.
Pria itu menyuruh ku untuk ganti baju terlebih dahulu. Akan tetapi aku menghiraukan ucapan nya sebab perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Melihat tingkahku Tuan Rain tersenyum. sepertinya Ia geli mendapatkan seorang presiden perusahaan tingkahnya seperti ini. Tuan Rain menarik tangan ku untuk duduk dipangkuan nya.
Terserah lah apa mau dia yang penting perutku kenyang. Tangan Tuan Rai memulai aksinya yang membuat ku lagi lagi seperti terkena aliran listrik. Ia mengelus ngelus p*ha mulus ku. Tengkuk ku mulai di ciumin nya.
aku pun berdiri mau menaruh piring dan gelas ku kemeja di ruang tamu ku. Ia mengikuti kemana aku pergi astaga. Sudah lah terserah dia.
"kamu ngapain sih ngikutin saya mulu. saya mau kumur kumur dulu. Udah ah sana kamu pergi ke kamar tamu Tuan Raaaaaiiiiiiinnnnn." ucapku kepada Tuan Rain.
"yah sudah sana ke wastafel bersihin tuh mulut beserta gigi mu sekalian" Jawab Tuan Rain enteng.
Aaahhhhhh tiba tiba dari belakang Tuan Rain memeluk ku. Ia menggendong ku keatas tempat tidur. cium*n buas ia berikan sampai sampai aku kesulitan bernafas. Tuan Rain menindih ku. Ia meracau sangat bising ditelingaku.
Ahh gawat jika kimono ini terlepas Ia akan melakukan yang tidak tidak kepada ku. Belum selesai aku beradu argumen dipikiran ku tiba tiba benar saja kimono ku terlepas. Aku mencoba menahan dengan tangan agar kimono tidak terbuka.
__ADS_1
"Hmmmmppphhhh Lepasin saya Tuan Rain." Ucapku memohon.
Buah da*d*ku hampir terlihat jelas didepan matanya. Sedangkan dibawah kedua kaki ku sudah terbuka leb*r atas ulahnya. Aku bingung harus bagaimana. Wajah Tuan Rain kini terbenam diantara kedua g*nung kemb*r ku. Sebenar nya aku menikmati semua yang dilakukan oleh Tuan Rain. Namun aku khawatir ini semua akan kelewatan.
Aaaakkkkhh Kami saling bersahut sahutan saat tubuh Tuan Rain melahap semua tubuhku. Namun kedua aset berharga ku sama sekali belum diapa apakan. hanya saja g*sekan dan sent*han. Namun lagi lagi ia mengurungkan niat nya untuk hal yang lebih dari ini.
Pada saat kami sedang asyik dalam kegiatan kami. Tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar ku. Ahh syukurlah ada yang menyelamatkan hidupku. Tuan Rain yang membuka pintu kamar nya. Sementara aku berganti baju di belakang ranjang kingsize ku. Terpaksa aku memakai baju tidur yang hampir mirip dengan lingerie. Namun yang kupakai sekarang lebih terlihat sexy daripada lingerie itu.
Alamaaaakkkkk kenapa baju tidur yang agak tebalan ga ada ya. Jangan jangan mbak sekar lupa nih naruh ke kamar ku. Ucapku didalam hati.
"aaakkkhhhh bagaimana ini?" Tanya ku sendiri.
"Apanya yang bagaimana. Kamu pakai baju tidur yang ini semakin terlihat cantik Ibu presiden perusahaan. Ayo kita tidur besok harus bekerja lagi" ucap Tuan Rain dengan penuh tekanan seraya menuntun tangan ku ke atas kasur.
Benar saja diatas kasur Ia hanya menyium nyiumi ku saja. ia tak melakukan lebih. Aku tak sengaja menyentuh ular kobra nya yang besar. Aku pun nyengir kuda.
Dia mengelus ngelus dahiku layaknya anak kecil. Namun aku menyukai perilaku dia yang seperti ini. Akupun tertidur di pelukan Tuan Rain. Entah kenapa aku merasakan kenyaman saat berada disamping nya. Kami berdua pun tidur dibawah selimut yang sama.
...----------------...
Sementara dilain tempat pada malam ini..
Terlihat gadis cantik dengan penampilan yang tak kalah cantik dari kakak nya sedang melayani pembeli di cafe nya. Iya ini adalah Evelyn adik dari sellyn. Evelyn lebih memilih untuk bekerja di i usaha kuliner nya ketimbang urusan kantor.
Suasana cafe milik Evelyn selalu dipenuhi pengunjung. Garden_cafe tidak hanya menyuguhkan minuman Namun juga berbagai food yang cocok untuk segala usia.
Evelyn terlihat sangat sibuk. Apalagi cocok dengan suasana gemericik hujan. Cafe milik Evelyn sangat strategis dan cocok untuk segala suasana.
sementara disebrang sana terlihat ada seseorang yang melihat kearah Evelyn yang tengah sibuk mengatur perjalanan kru nya didapur.
Tiba tiba dari arah pintu dapur ada seseorang yang mendekati Evelyn. Ia pun mendekati Evelyn.
__ADS_1
Bersambung dulu ya beb lanjut besok... 🙌🏻🤗