
Arka meninggalkan Lela yang bersikap manja, bukan tertarik tapi Arka malah jengah melihatnya. Justru Arka memikirkan kondisi Hika termasuk perasaan Hika melihat Lela dengan sengaja menempelkan tubuhnya pada lengan Arka.
Arka menghubungi Mihika menggunakan pesawat telepon di mejanya tapi tidak dijawab.
"Shittt," hardik Arka lalu keluar dari ruangannya menuju ruang kerja Mihika.
Brak.
Arka membuka pintu dan menutupnya kembali dengan kasar. Mihika yang sedang memperbaiki tatanan rambutnya menoleh karena terkejut lalu kembali fokus pada cermin.
Arka bergegas menghampiri Mihika, lalu membalikkan tubuhnya agar berhadapan. Meraih dagu dan memperhatikan detail wajah istrinya. Ada goresan cakaran Lela di leher Mihika membuat Arka berdecak.
Mihika menghempaskan tangan Arka yang berada di wajahnya. "Kenapa? Kesal karena wajah Lela lebih banyak lukanya dibanding wajah aku?"
Arka mengernyitkan dahinya lalu menyentil dahi Mihika. "Justru aku khawatir dengan kamu, untuk apa aku peduli dengan wajah Lela."
"Tadi tuh jelas banget kalau Pak Arka lebih peduli dengan Lela dari pada ... sudahlah."
"Aku lebih khawatir sama kamu," sahut Arka kembali mengikis jarak. "Sakitkah?" tanya Arka sambil menyentuh pinggiran luka di leher Mihika.
"Auw, sakit," respon Mihika.
"Nanti malam aku berikan serum untuk anti nyeri," ujar Arka sambil tersenyum.
"Serum anti nyeri?"
Arka berbisik ditelinga Mihika lalu mendapatkan cubitan di pinggang. "Pak Arka mesum banget sih."
__ADS_1
Namun, Arka hanya terkekeh.
"Kenapa kalian bertengkar?"
Mihika menghela nafasnya, "Dia mau bertemu Pak Arka, Mae sudah saampaikan kalau Pak Arka nggak ada. Dia mau tunggu di dalam tapi aku tidak ijinkan, khawatir nanti dia ada rencana licik di ruangan Pak Arka."
"Lalu?"
"Dia marah dan bilang ini gara-gara aku, hubungan Pak Arka dan dia jadi jauh. Aku membatasi pertemuannya dengan Pak Arka, termasuk provokator urusan aproval anggaran project. Ini sih sama saja dia gali kuburan sendiri. Jelas banget dia mau cari aman, jangan-jangan dia mau menjebak Pak Arka," ungkap Mihika. Arka tampak berpikir mendengar apa yang disampaikan Mihika.
"Sudahlah, itu biar jadi urusanku. Kamu kerjakan apa yang aku sampaikan kemarin," titah Arka.
"Maksudnya Lela jadi urusan Pak Arka? Mau ngapain dengan Lela?"
"Aishh, mana ada aku mau ngapa-ngapain. Maksud aku kamu nggak usah pikirkan urusan Lela."
"Hika, itu dulu waktu aku masih belum percaya cinta."
"Memang Pak Arka sekarang sudah percaya cinta? jatuh cinta sama siapa?"
Arka mendengus kesal mendengar pertanyaan Mihika. "Menurut kamu?"
"Mana aku tahu, makanya aku tanya."
Arka menghela nafasnya kemudian mengusap puncak kepala Mihika. "Lanjutkan pekerjaanmu, disini kamu adalah bawahanku."
"Sama aja kali, di sini bawahan di rumah juga posisi aku di bawah."
__ADS_1
Arka hanya menggelengkan kepalanya, lalu melangkah meninggalkan Mihika.
"Pak Arka, belum jawab pertanyaan aku. Pak Arka cinta dengan siapa? Pak Arka!" teriak Mihika.
"Nyebelin banget sih," keluh Mihika saat Arka sudah tidak terlihat.
...***...
Jam kerja sudah berakhir, Arka menerima pesan dari Johan kapan dan dimana dia harus membawa dan menyerahkan bukti kejahatan masalah pembengkakan anggaran.
Dikejutkan dengan kedatangan Anjay Gunawan. "Maaf Pak Arka, ada hal yang harus kita bicarakan."
"Oke, silahkan duduk."
"Langsung saja. Pak Arka, bagaimana kalau kita kerja sama. Saya tahu karena manipulasi anggaran project kemarin saya menjadi salah satu yang tertuduh."
"Tidak begitu Pak Anjay, lagipula hal itu masih dikaji ulang. Bukankah Pak Anjay bilang kejadian itu kesalahan pengetikan?"
"Ayolah Pa Arka, kita kerja sama saja. Kita singkirkan nama-nama yang sebelumnya terlibat. Lalu kita berdua berperan aktif untuk keuntungan kita berdua. Jumlahnya pasti akan lebih banyak. Lagi pula kita sama-sama kerja, untuk apa Anda mati-matian membela perusahaan yang bukan milik anda."
Arka tertawa, "Memang betul Perusahaan ini bukan milik saya, tapi saya tidak ingin menurunkan kualitas dan derajat hidup saya karena merugikan perusahaan ini."
"Pak Arka bukankah anda menyukai Lela, putri saya? Apa Anda ingin melihat calon mertua anda bersalah atau terpuruk?"
\=\=\=\=\=\= Anjay pede banget yesss, puguh Arka mulai berbunga bunga sama istrinya. 🥰
Maaf ya kalau updatenya sedikit, dunia nyata butuh effort lebih 🤭🤭
__ADS_1