
Mihika mengerjapkan matanya, karena terusik dengan sentuhan di ceruk lehernya. "Pak Arka, ngapain sih?" tanya Mihika yang merasa tidurnya terganggu karena Arka yang merusuh di tubuhnya.
"Bangunkan kamu, putri tidur."
"Aku masih ngantuk, baru juga tidur sebentar." Mihika berbaring memunggungi Arka dan mengeratkan selimutnya. Tapi, tiba-tiba dia membelalakan matanya menyadari jika tubuh tidak mengenakan apapun.
Mihika membalikan badannya menjadi terlentang dengan menatap langit-langit kamar. "Pak Arka, semalam ...."
"Hm," sela Arka yang kini berbaring miring menghadap Mihika dengan kepala bertumpu pada salah satu lengan, bahkan saat ini tangannya yang lain sedang mencoba menggeser selimut yang dipakai Mihika. Wajahnya tersenyum karena telah meninggalkan banyak jejak di tubuh istrinya.
"Bangunlah, banyak yang harus kita lakukan di kantor. Jangan terlambat dan memberi contoh yang tidak baik," titah Arka.
Mihika berdecak, "Sebenarnya siapa yang memberi contoh tidak baik, bermesraan di kantor,” sindir Mihika.
“Kamu kenapa sih, merusak momen. Sekarang ini sedang genre romance tapi dengan sindiran kamu barusan bisa berubah jadi genre action.” Mihika hanya terkekeh karena Arka terlihat kesal dengan sindirannya.
“Ayo, aku bantu kamu ke kamar mandi.”
Tawaran Arka ditolak oleh Mihika. “Memangnya aku kenapa, mau ke kamar mandi aja pakai dibantu. Aku bisa sendiri.” Beranjak duduk meski tubuhnya terasa pegal di sana sini karena ulah Arka, lalu melirik tajam Arka yang berdiri memperhatikannya. Memegangi selimut yang dililit ke tubuhnya lalu menurunkan kedua kakinya ke lantai, saat melangkah Mihika memekik bahkan sambil mencondongkan tubuhnya ke depan. “Pak Arka semalam ngapain aja sih, sampai sakit begini,” rengek Mihika.
__ADS_1
Arka terkekeh pelan, “Aku sudah bilang kalau kamu melanggar perintahku akan aku buat kamu sulit berjalan. Jadi, inilah hasilnya.”
“Terus aku kerja gimana?”
Arka menghampiri Mihika, menyingkap selimut dan lagi-lagi Mihika berteriak karena malu dengan kondisi tubuhnya yang polos dan Arka menggendongnya ala bridal. Saat berada di kamar mandi, Arka mendudukkan Mihika pada closet dan menyiapkan air hangat untuk mandi istrinya.
“Berendamlah sejenak, bisa mengurangi rasa tidak nyaman di tubuh kamu. Jangan kelamaan, atau aku ikut bergabung aja?”
“Jangan, aku nggak lama kok. Pak Arka keluar sana.”
***
Mihika dan Arka sudah berada dalam mobil membelah jalan raya menuju kantor. Arka terlihat segar dan ceria berbeda dengan Mihika yang cemberut karena masih merasakan tidak nyaman dengan tubuhnya.
“Aku sudah minta Mae pesankan sarapan untuk kita.”
Mihika menghela nafasnya, teringat tujuannya di perusahaan. Juga dengan identitasnya, masih belum memiliki ide bagaimana menyampaikan pada Arka mengenai identitas aslinya. Kira-kira apa respon Pak Arka ya kalau tau aku putri dari Aditya Yodha.
Cup!
__ADS_1
Mihika terkejut karena Arka yang mencium pipinya, lalu menoleh dan menyorot tajam suaminya. “Itu maksudnya apa? Ini di mobil jangan aneh-aneh,” ucap Mihika ketus.
Arka hanya terkekeh, “Kamu melamun terus, aku panggil diam aja. Kita sudah sampai kamu mau turun nggak? Eh tadi kamu bilang kalau di mobil jangan aneh-aneh, berarti di tempat lain boleh dong?”
“Tau ah, Pak Arka mesum.” Mihika melepas seatbelt-nya dan membuka pintu mobil, meninggalkan Arka yang senyam senyum sendiri karena tingkah istrinya. Maksud hati ingin bergegas menjauh dari Arka, tapi Mihika harus rela melangkah biasa bahkan cenderung hati-hati karena pusat tubuhnya masih terasa perih.
Arka yang berjalan di belakang Mihika hanya tersenyum dan berusaha mensejajarkan. “Jalannya kok begitu sih,” ledek Arka.
“Gara-gara Bos mesum,” sahut Mihika kesal.
“Nanti kasih salep, aku udah minta Mae siapkan juga.”
Mihika menghentikan langkahnya, membuat Arka ikut berhenti melangkah dan menoleh pada Mihika. “Jangan bilang Pak Arka sampaikan ke Mae salep itu untuk aku karena kita habis ….”
“Ya nggak lah, kamu pikir aku bodoh.”
“Owh iya, Pak Arka ‘kan player jadi udah biasa menangani hal begini.” Mihika kembali melangkah menuju lift. Arka berdecak karena lagi-lagi mendapat sindiran mengenai masa lalunya.
“Selamat Pagi, Pak Arka yang makin ganteng aja.”
__ADS_1
Arka dan Mihika yang sedang menunggu lift menoleh ke arah suara.
\=\=\=\=\=\=\=\=