
Johan terdiam sesaat seraya berpikir. “Mana aku tahu, aku tidak pernah melakukan riset. Kita akan tahu nanti, nikmati sajalah,” titah Johan setelah mendengar pertanyaan Mae mengenai muat atau tidak miliknya memasuki tubuh Mae.
Menelusuri tubuh Mae dengan ciuman dan cum_buan, bahkan di area tertentu Johan menghi_sap dan meninggalkan jejak cinta di sana. Mae hanya bisa menggelinjang dan memejamkan mata menahan rasa geli dan tidak biasa yang dirasakan oleh tubuhnya. Keduanya masih amatir, Johan bergerak sesuai instingnya sedangkan Mae belum bisa merespon atau membalas apa yang dilakukan Johan.
Sampai akhirnya Johan melepaskan penutup tubuh terakhirnya, membuat miliknya terlihat jelas sudah tegak sempurna. Mae sempat terkesima karena kenyataannya lebih besar dari yang dibayangkan. Johan mengusap paha Mae lalu membenamkan wajahnya di bawah sana.
Mae melenguhh saat merasakan indera perasa Johan bergerak dan bermain di bagian tubuhnya. Cukup lama sampai Mae merasakan ada sesuatu yang tidak bisa dibendung untuk keluar. “P-pak Johan … aku ….”
“Keluarkan saja, jangan ditahan.” Johan melanjutkan kembali aksinya, membuat Mae semakin mengejang dan sampai pada pelepasannya. Mae memejamkan mata dan mengatur nafasnya setelah merasakan apa yang belum pernah dia rasakan. Padahal Johan baru menyentuh dengan indra perasanya bukan dengan tongkat saktinya.
“Sudah siap?” tanya Johan yang saat ini sudah mengungkung tubuh Mae. Mae hanya menganggukan kepalanya pelan.
Perlahan, Johan mengarahkan miliknya menuju lubang kenikmatan. Awalnya Mae terlihat menikmati tapi saat Johan mendorong semakin dalam meskipun agak sulit, Mae memekik. “Sakit … Pak Johan jangan… rasanya perih.”
“Tahan sayang, nanti juga hilang.” Tanpa melepaskan bagian tubuh yang baru masuk sebagian, Johan hanya diam membiarkan tubuh Mae menyesuaikan posisinya. Johan kembali memagut bibir Mae agar istrinya rileks bahkan memberikan sentuhan di titik-titik sensitif, lalu mendorong lebih dalam hingga terbenam sempurna.
Mae sempat teriak, bahkan ujung matanya meneteskan air mata. Johan belum menggerakkan tubuhnya, menghapus tetes air mata lalu mencium kening Mae. Kehormatan dari seorang Maemunah berhasil dia renggut dan dia koyak, tapi perbuatan itu mereka lakukan dalam hubungan halal suami istri.
__ADS_1
“Sayang, aku bergerak ya?”
Mae yang menahan sakit dengan menggigit bibirnya menganggukan kepalanya. “Lepaskan bibirmu, kamu akan terluka,” titah Johan lalu menggerakan pinggulnya pelan. Menengadahkan wajah karena rasa nikmat yang sedang diraihnya.
“Ohhhh,” lenguuh Johan.
Rasa perih itu perlahan berganti nikmat, meskipun belum hilang tapi rasa yang mendominasi saat ini adalah kenikmatan akibat kegiatan tubuh keduanya. Seiring dengan gerakan tubuh Johan, dessahan seakan saling sahut membuat suasana semakin panas. Peluh sudah membasahi kedua tubuh insan yang sedang dimabuk cinta.
"Pak Johan, aku ...."
"Keluarkan, aku pun hampir sampai," sahut Johan yang bergerak semakin cepat. Mae benar-benar merasa dibuat melayang oleh Johan sampai akhirnya kembali mendapatkan pelepasan kedua, kenikmatan dunia.
Dengan nafas masih memburu, Johan kembali mencium kening Mae. "Terima kasih sudah menjaganya dengan baik dan memberikannya hanya untukku." Johan melepaskan miliknya yang sudah kembali ke ukuran aslinya. Menatap bagian bawah tubuh Mae yang terlihat noda darah dan ****** ***** keduanya.
Merebahkan tubuh di samping istrinya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya. "Aku mau mandi,rasanya lengket," ujar Mae.
"Nanti dulu sayang, kita mandi bareng. Kalau perlu nggak usah mandi dulu, aku masih mau lagi."
__ADS_1
"Hahhh, lagi. Tapi ini aku masih perih."
"Justru harus sering, biar nggak sakit lagi."
Mae memukul pelan dada Johan. “Teori dari mana kayak gitu?”
“Lah memang begitu teorinya.”
“Kayak yang udah biasa aja,” ejek Mae.
Johan berdecak lalu berbaring miring dan memeluk Mae. “Aku memang belum biasa tapi ilmu basic kayak gitu masa nggak ngerti. Aduh, kayaknya punya ku udah on lagi.”
“Eh.” Mae berusaha lepas dari pelukan Johan. “Janganlah, aku masih pegal dan perih.”
“Sebentar aja sayang, janji nggak akan lama. Setelah itu kita mandi dan istirahat.”
Mae pasrah karena saat ini tubuhnya sudah kembali berada di bawah kungkungan Johan. Berbeda dengan yang sebelumnya, Johan dan Mae melakukan dengan gaya berbeda. Suasana kamar kembali menjadi panas, meskipun Johan sudah mengatur suhu udara yang paling pas untuk keduanya melakukan kegiatan menyenangkan.
__ADS_1
“Pak Johan, ahhhh.”
\=\=\=\=\= hmm, keenakan dahhh ,, uhuyyy udah goal yess