
"Iya ma.. sebentar Sellyn masih ganti baju"
Nyonya Sheila memasuki kamar putrinya dan duduk diatas ranjang king-size yang dibawah nya terdapat tuan Rain bersembunyi. Nyonya Sheila mengajaknya berbincang-bincang.
"Hm udah ya ma. Sebaiknya ini tidak perlu dibicarakan lagi. Aku tidak ingin menikah untuk saat ini. Biarkan aku puas dengan hasil kerja ku. Lebih baik mama dan papa lebih mementingkan keperluan Evelyn dan Miko yang segera menikah. Bukan nya mereka anak kesayangan kalian. Tidak perlu menjodohkan aku dengan siapapun. Aku berhak memilih. Aku berhak menolak, " jelas Sellyn kepada Mama nya. Kini mereka berdua terlibat cekcok seperti biasa.
"Bukan begitu maksud mama sayang. Kalian berdua putri mama dan papa. Kami sayang kalian berdua. Tidak membedakan. Usia mu sudah sangat matang untuk menikah Sellyn. Pilihan kakek mu sangat tepat jika kamu menikah dengan Tuan Rain. Ia anak yang baik. Kami sudah menganggap nya seperti anak sendiri. Seluk beluk keluarga nya pun kami memahami betul. Coba tolong dipikirkan apa yang mamamu ini sampai kan. Mama sayang kamu. Mama sayang Evelyn juga. Sudah mama mau istirahat dulu. Kamu istirahat juga ya. Mama Minta maaf jika ada kesalahan berbicara. Selamat malam sayanh."
Cuuuppphhhhh
Aaaahhhhh
terdengar jeritan seseorang di dalam sana. Nyonya Sheila menginjak tangan tuan Rain yang berada di pinggir ranjang. Ia segera menutup mulut nya rapat-rapat. Sementara itu Nyonya Sheila mencari asal suara itu. Namun Sellyn mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Siapa disana?"
"Tidak ada siapa-siapa ma. Mama kenapa sih kok aneh gitu. Sellyn tidak mendengar apa-apa"
"Tidak tidak seperti nya ada seseorang di dalam kamar mu. Kamu menyembunyikan siapa. Jangan aneh-aneh loh kamu Lyn."
Nyonya Sheila mencoba mencari di seluruh penjuru kamar. Namun hasilnya nihil. Ia mencoba menelfon seseorang. Tiba-tiba saja suara bunyi handphone berdering dari kolom ranjang. Terlihat wajah wanita itu berkeringat dingin karna panik. Rencana nya sudah ketahuan oleh mama nya sendiri.
"Ayo keluar nak Rain. Keluar sendiri apa mama yang keluarin. Mama panggil papa dulu ya biar nak Rain keluar dari sana, " Nyonya Sheila menggoda tuan Rain. Putrinya menunduk malu. Tuan Rain keluar dari kolong ranjang dengan nyengir kuda.
Ia segera meminta maaf atas kelancangan-nya bisa masuk kedalam kamar Sellyn malam-malam. Ia menjelaskan kalau dirinya ingin membicarakan sesuatu dengan putri nyonya Sheila. Karena mereka berdua ada problem. Sebenarnya hati Nyonya Sheila berbunga-bunga. Ia seperti mendapatkan durian runtuh malam ini. Sengaja memasang wajah dengan penuh amarah kepada kedua nya. Ia senang karena menyangka kedua nya ada hubungan spesial.
"Apapun alasan kalian berdua. Ini sangat tidak pantas. Lelaki perempuan berada didalam satu kamar apalagi selarut ini. Jika ada suatu kekhilafan yang terjadi diantara kalian berdua. Kalian bisa apa? Mulut bisa berkata tidak. Tapi tubuh dan nafsu bisa saja melakukan nya. Mari kalian berdua ikut mama menemui papa. Ini tidak bisa dibiarin, " tegas Nyonya Sheila kepada kedua nya. Di dalam hati Ia merasakan seperti berada ditengah taman bunga yang sedang bermekaran. Ia sangat bahagia.
__ADS_1
"Ma mama Sellyn jelasin dulu ma, " Sellyn mencoba memanggil manggil mamanya. Namun panggilan nya sama sekali tidak digubris. Ia melihat tajam ke arah laki-laki yang berada di samping nya.
"Ini semua gara-gara kamu ya. Kamu sering membuat ku berada dalam masalah. Ibu dan anak hobinya bikin masalah terus, " belum selesai dirinya berbicara tangan nya ditarik paksa oleh tuan Rain. Ia memepetkan tubuh Sellyn ke tembok. Tuan Rain bisa menerima hinaan dan makian dari semua orang. Namun jika Ibu nya ikut di jelek kan. Ia tidak akan terima. Siapapun yang meremehkan Ibu nya. Harus siap berhadapan dengan nya.
Tangan wanita itu dipegangnya sangat kasar. "Jangan pernah memandang remeh kucing yang sedang berjalan di trotoar. Ia bisa saja melukaimu dan mencengkram mu jika kamu mengganggu nya."
Ia meninggalkan Sellyn sendirian di pinggir tangga.
Aaahhhhhhh
Sellyn semakin geram.
Sementara di ruang kerja Tuan Eric dan Nyonya Sheila sudah menunggu mereka berdua. Mereka ingin menyampaikan sesuatu kepada Sellyn dan juga Tuan Rain.
TOK TOK TOK TOK TOK
"Apa itu benar Lyn? Apa semua yang di jelaskan tuan Rain. seperti itu ada nya? " tanya tuan Eric kepada putri nya. Sellyn hanya mengangguk dan mencoba menatap ke arah wajah orang tua dihadapan nya.
Cukup banyak wejangan dari kedua orang tua Sellyn. Jika mereka ditemukan berada di dalam kamar lagi. Maka tuan Eric tidak segan-segan untuk segera menikahi kedua nya.
...----------------...
Di sebuah Apartemen ternama terdapat dua insan yang sedang tertidur nyenyak akibat malam yang panjang.
"Hm kenapa aku bisa berada disini. Veronika? Hah kenapa Ia tanpa busana seperti itu. Apa jangan-jangan kemaren kami melakukan nya? Tidak, kalau benar melakukannya kenapa aku tidak ingat sedikitpun kejadian kemaren malam? Aaahhh kepala ku sangat pusing. Seperti nya aku terlalu banyak minum semalam, " ucap Tuan Ben kebingungan saat dirinya kedapatan tanpa busana bersama Veronika.
Pria itu tidak percaya kalau sudah melakukan nya kemaren malam. Ia mencoba membangun kan Veronika dari tidur nyenyak nya.
__ADS_1
"Uhh apa sih Tuan Ben. Kenapa kamu kasar sekali membangun kan ku seperti ini. Apa pantas kamu bersikap begitu kepada kekasih mu ini hm?.
Kekasih? Kekasih apa dan kapan Aku mengutarakan isi hati ku kepada nya. Aku hanya mencintai Sellyn tersayang. Yang lain hanya tempat pelampiasan.
Tuan Ben menghiraukan godaan dari Veronika. Ia masih kaget kenapa dirinya bisa berada di apartemen ini. Ia berjalan menuju kamar mandi. Karna hari ini Ia akan bertemu dengan seorang kekasih pujaan hati nya. Saat akan memasuki kamar mandi handphone nya berdering terus menerus. Ia urung memasuki kamar mandi. Lebih memilih untuk melihat siapa yang pagi-pagi buta mengacau kan diri nya.
Tiga puluh lima panggilan tidak terjawab dari Bank kredit nya. Ia mencoba menelpon balik.
" Iya Halo selamat pagi mbak. Mohon maaf mbak saya kecapekan seperti nya sampai tidak mendengar suara mbak nelpon berkali-kali. Ada apa ya sampai terlihat panggilan tidak terjawab tiga pulih lima kali ? " tanya tuan Ben kepada karyawan bank kredit nya.
"Mohon maaf Pak. Sudah saya kirim kan notifikasi-notifikasi nya kepada Bapak. Dan disini terdapat penarikan buat beli baju, emas, tas, sepatu branded seharga 190 juta dan sejumlah uang 300 juta transfer ke rekening bernama Veronika pak."
DEGHHHHH
Tuan Ben langsung menutup handphone nya dan membanting kan nya ke atas lantai. Ia melotot kearah Veronika. Langkah kaki nya dengan cepat menuju keberadaan wanita penghibur itu. Tuan Ben langsung menerkam habis wanita itu. Ia menyiksa tubuh nya dengan melakukan apa saja sesuai nafsu dan juga amarahnya.
Terlihat wajah Veronika yang tidak senang dengan perlakuan Tuan Ben kepada diri nya. Ia tidak menikmati sentuhan demi sentuhan. Justru yang di dapat kan nya Ialah kesakitan.
"Kenapa sakit ya? Untuk apa kau mengambil uangku? Apa aku kurang baik di mata mu? Apa aku tidak cukup baik menemani hidup mu yang sepi sampai kau tega mengambil uang yang bukan hak mu. Rasakan ini!! Aku akan membuat mu tersiksa dengan kelakuan bejat ku, " sarkas Tuan Ben. Ia memperlakukan Veronika hingga tubuh nya sangat tidak berdaya.
Veronika sama sekali tidak bertenaga. Hentakan demi hentakan tuan Ben kepada nya membuat dirinya lemah dan tubuh nya seperti hancur dibuat nya.
Tuan Ben melakukan pergulatan nya sampai Ia benar-benar puas untuk menghabisi wanita yang menghabiskan uang nya. Bukan terdengar suara desa*n melainkan suara minta ampun dari mulut Veronika. Berkali-kali Ia memohon ampun. Namun sama sekali tidak di gubris. Tuan Ben sangat kecewa dengan apa yang dilakukan Veronika.
Ia akan membuat Veronika sakit dan menyesal akan perbuatan nya...
BERSAMBUNG.....
__ADS_1