CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
RAHASIA


__ADS_3

...****************...


"Hmmm Tuan Raaain lagi lagi kamu mengacaukan hidup ku ya. Lepasin tangan ku. Jangan mentang mentang papa percaya padamu lalu kamu memanfaatkan kepercayaan yang sudah diberikan padamu ya" Jerit Sellyn yang sudah muak dengan perilaku Tuan Rain kepada dirinya.


"jika kau tidak enak badan silahkan pulang. Atau perlu ku antar ke dokter. Jangan tiduran di sini. Kalau ada laki laki yang melihat mu tidur seperti ini. laki laki itu tidak akan segan segan berbuat yang bukan bukan kepada dirimu. Setidaknya kalau tidak bisa menjaga tubuh mu sendiri jagalah nama perusahaan yang sudah dibangun Oleh papamu. Kamu mau kalau perusahaan bisa terkenal karena seorang presiden yang dilecehkan oleh staf nya sendiri. Apa kamu mau heh?" Tuan Rain mencoba menjelaskan kepada Sellyn. Namun Sellyn yang memang keras kepala tidak pernah mendengarkan perkataan siapapun.


Sellyn hanya mendengar perkataan Tuan Rain yang diam dan tak Menggubris nya. Sikap itu membuat Tuan Rain semakin geram dengan tingkahnya. "Terus mau kamu apa heh? sudah lah aku bosan dengan sikap mu setiap hari yang tidak boleh aku begitu tidak boleh aku begini" Sellyn mengungkapkan semua perasaan nya yang sangat terganggu akan kehadiran Tuan Rain selalu membuat repot dirinya.


Sellyn pun pergi meninggalkan Tuan Rain yang berdiri tegak di depan meja kantor nya. Ia mencoba membuka pintu, Namun pintu tidak bisa dibuka. Pada saat ingin membalik kan badan nya. Tubuh nya menabrak dada bidang Tuan Rain. Ia memalingkan wajah nya dari pria itu.



Pinggang ramping Sellyn di peluk nya. Pria ini selalu bisa bikin hati wanita nya cenat cenut. Dengan menutup mata cara ini bisa terlepas dari tatapan mata nya. Hembusan nafas dari kedua insan itu perlahan menjadi gairah. Sebagai seorang wanita jika di berikan sentuhan sentuhan lembut maka akan luluh juga.


Namun Ia tetap dalam pendirian nya. mencoba tidak goyah. Mencoba tidak terpengaruh oleh godaan di depan nya. Apalagi pria itu mendorong pelan dirinya ke dinding. Sementara di luar sana ada sepasang mata sengaja melihat adegan adegan panas yang dilakukan bos nya didalam kantor.


Rok mini itu tersingkap perlahan keatas. Hembusan nafas yang kini berada di area leher membuat nya semakin tak berkutik. Ia pun merapatkan tangan nya di depan dada. Aaahhhhhh Des*han pria itu semakin memburu. Ia semakin merapatkan tangan dan menutup mata nya.


Sekretaris Aditya yang melihat kejadian ini langsung melihat ke arah cacing Alaska nya yang mulai membesar. Ia menempelkan tubuh nya ke depan pintu ruangan bos nya. Ia sama sekali tidak takut ketahuan.


Sellyn sudah tidak tahan dengan sentuhan nya lagi. Ia melakukan aksi nya menyerang bibir Tuan Rain. Belum puas dengan aksi nya tiba tiba Mereka berdua di kaget kan dengan seseorang yang terjatuh dari balik pintu depan.


Sekretaris Aditya mencoba bangun dan nyengir kuda di hadapan mereka. Kedua pipi nya menjadi merah padam. Membuat nya mencari cari alasan kenapa dirinya bisa terjatuh. Sikapnya mulai gelagapan padahal belum ada pertanyaan sama sekali dari kedua nya.


"Seperti nya kau harus mencarikan sekretaris tampan mu ini seorang gadis yang bisa diajak berkencan agar tidak lagi mengintip orang yang sedang bercinta" Ucap Tuan Rain membuat Sellyn ter keukeuh tak berhenti menahan tawa akibat ulah sekretaris nya yang agak aneh pikirnya.


"Coba deh kamu yang carikan 1 orang gadis saja buat sekretaris ku yang nakal ini Tuan Rain. " Lanjut Sellyn menggoda Sekretaris Aditya sambil menahan tawa nya.


"Maafkan Eikeh yah bu bos. Eikeh tadi mau nganterin ini laporan rapat dari Tuan Ben yang akan dilaksanakan nanti jam tujuh malam" Ucapnya seraya memberikan Map biru. Dengan gelagapan dan menyatukan kedua tangan nya. Sekretaris Aditya pergi berlalu meninggal kan bos nya.


"ehh sebentar Sekretaris Aditya. Apa Tuan Ben hanya mengajak Nona Sellyn saja ke Restauran ini? " Tuan Rain menanyakan taktik terbaru Ben. Sekretaris Aditya hanya menggeleng tanda tidak tahu.


Raut wajah pria itu tak mengenakan dan mengernyitkan dahi setelah mendapatkan kabar buruk dari Ben. "Nanti aku ikut kamu rapat bersama Tuan Ben. Untuk menggantikan Sekretaris Aditya" Ucapan jelas dari mulut Tuan Rain. Sellyn yang mendengar celoteh nya hanya berlalu saja. Sambil menenteng kan tas kecil nya pergi meninggalkan Tuan Rain sendiri.


Di dalam mobil Ia senyum senyum sendiri mengingat dirinya mencium si wajah tampan yang juga menyebalkan. Ia membelokkan mobil. Mampir ke salon langganan nya di sebuah kota ternama di Ibu kota. Sapaan dari karyawan SPA langganan nya good attitude dan good looking. Membuat siapapun yang berada disini dijamin betah.


Gadis itu memanjakan tubuh nya dari penat nya bekerja seharian. Ia meminta sekretaris Aditya membawakan baju untuk dipakai acara nanti malam. Nikmat nya pijatan dari tangan karyawan salon membuat dirinya memejamkan mata.


Kulit badan nya merasakan ada tangan berbeda yang memijat. "Boleh di kencengin lagi gak mbak mijet nya. Nah nah bagian sini nih yang agak linu sedikit. Gapapa pegang saja mbak. Ga bakal nyentuh pay*d*ra ku juga kok" Gadis itu menunjuk kan bagian yang menurut nya perlu di urut lebih keras. Tidak tau kalau yang memijat ialah Tuan Rain. Ia semakin menenggelamkan wajah nya ke bantal.


Pijatan semakin menurun ke bagian paha. Ada suatu energi yang membangkitkan kan selera. Gadis itu sangat faham dengan sentuhan seseorang. Sebuah getaran ia rasakan di seluruh tubuh nya.


Cuppppphhhh


Ia terperangah ternyata benar yang diduga nya muncul. Mencium nya dari belakang. Bak disambar petir Ia sangat malu. Karna menikmati setiap pijatan laki laki ini.


Gadis itu terperanjat langsung menutup tubuh nya dengan handuk. "Kamu sudah berapa lama di sini. Berani berani nya menyentuh semua bagian tubuh ku" Geram Sellyn.

__ADS_1


Tuan Rain menceritakan kenapa dirinya bisa berada disini. Berawal Ia melihat Sekretaris Aditya membawa tas yang berisi baju wanita nya di kediaman Tuan Eric. Kebetulan Ia mengantarkan Ibu nya menemui Nyonya Sheila.


Ia berencana untuk mengantarkan hanya sampai resepsionis saja. Namun melihat di depan tidak ada orang. Ia langsung pergi memasuki ruangan yang bertuliskan nama Nona Sellyn. Sewaktu memasuki ruangan Ia melihat Sellyn sedang telungkup tanpa pendamping karyawan spa.


Pada saat datang, Sellyn sendiri lah yang menyuruh. Untuk memijat bagian tubuh yang diinginkan. Ketika mendengar perintah tersebut tak ayal Ia menurut saja. Ini kesempatan juga kapan lagi bisa memegang kulit mulus pujaan hatinya.


"Sudah kamu pergi sana. Aku mau membersihkan badan dulu. Aku tidak mau mendengar alasan apapun. Sekarang kamu keluar dan pulang lah. Aku pergi ke rapat sendirian" Hardik Sellyn setelah mendengar penjelasan yang menurut dirinya tidak masuk akal. Itu semua hanya akal akalan pria itu agar terselamatkan dari amukan nya.


Cukup lama Tuan Rain menunggu sampai menguap berkali kali. Begini nih kalau wanita berdandan. Suka tidak ingat waktu dan tempat.


......................


Sementara di kediaman Tuan Eric terlihat seseorang sedang duduk bersamanya. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.


Raut wajah ketiga nya menandakan bahwa ada sesuatu yang harus di selesai kan.


"Tolong mas jangan pernah memberitahu Keduanya tentang masalah ini. Biarkan mereka menikah karena cinta. Aku tidak mau menyusahkan anak ku lagi mas. Aku akan segera memberitahu Anak ku Rain kalau waktunya sudah tepat" Tangis wanita itu pecah sembari tangan nya memohon ke arah Tuan Eric dan Nyonya Sheila.


"Kami juga berpikir seperti itu Mbak. Ayo lah ku mohon jangan memohon kepada kami seperti itu. Kami sudah menganggap Rain seperti anak kami. Apalagi kalau ingat perjuangan Mas Baramantio dalam mengurus perusahaan. Jika tanpa campur tangan Mas Tio kami tak kan sejaya ini mbak. Masa lalu biar lah masa lalu. Cukup di jadikan pembelajaran buat kita semua. Kita boleh melihat ke masa lalu hanya untuk mengingat nya saja. Namun kita tidak boleh terjebak dengan masa lalu" pinta Nyonya Sheila.


" Benar apa yang di katakan Istriku. Kami sudah menganggap kalian bagian dari keluarga kami. Biar semua hutang Mu kami anggap lunas saja. Kamu tidak perlu pusing mikirin semua. Kalau kamu sakit kasihan Nak Rain. Saat ini Ia bekerja buat kamu mbak... " Ucapan Tuan Eric terpotong oleh kakak nya yang datang tiba-tiba.


"... Enak saja hutang ya tetap hutang harus di bayar dengan uang. Tidak ada tuh nama nya hutang di bayar omongan. Jika Mas Eric sudah mengikhlaskan hutang mu. Aku yang akan mengambil alih. Sekarang urusan kamu dengan ku. jika kamu tidak mencicil segera hutang itu, maka bunga nya akan bertambah 3 lipat.. " Tegas nya wanita itu menghardik wanita yang berada di depan nya.


Mendengar makian dari Viona membuat mama dan papa Sellyn naik pitam. Nyonya Sheila membungkam mulut ipar nya dengan tamparan di pipi kanan nya. Ia tak suka melihat atau pun mendengar seseorang menghina, memaki, merendahkan siapapun. Apalagi yang di depan nya sekarang adalah bagian dari keluarga nya.


"Oh iya buat kamu si wanita laknat!! Hutang kamu akan selalu berjalan. saat diri kamu sudah tak sanggup membayar nya bunga nya akan bertambah. Urusan hutang mu langsung dengan ku. Bukan dengan Mas Eric atau pun Mbak Sheila lagi. Ingat itu baik baik wanita laknat" Viona semakin menginjak injak harga diri Nyonya Kirana.


"Itu sudah masa lalu jangan dibahas lagi. Kamu ini keterlaluan Viona. Jangan bicarakan Masa lalu Kirana lagi. Apalagi ada anak-anak. Kalau kamu masih ada niatan untuk membahasnya aku tidak segan segan mencabut fasilitas yang sudah diberikan Ayah kepada mu" Hardik Tuan Eric.


"Bela aja terus. Sebenarnya yang Adik kakak itu aku apa wanita ini sih" Viona semakin murka mendengar kakak nya membela wanita yang dianggapnya penghancur keluarga nya itu.


Ia mengangkat kaki nya keluar dari kediaman Tuan Eric dengan membawa dendam yang masih tersisa kepada wanita yang sudah memecah belah keluarga nya.


FLASHBACK ON


Kirana memiliki masa lalu yang pahit dengan keluarga Tuan Daniel. Pada malam itu terlihat wanita yang baru pulang dari bekerja duduk di lorong atas di sebuah terminal. Malam itu hanya ada beberapa orang saja yang berlalu lalang di sana. Tangan yang gemetaran menyentuh perut yang sedari tadi berbunyi tanda nya ingin dimasukkan sesuatu makanan ke dalam perutnya.


Sepi dan sunyi lorong ini menjadi tanda bisu perjuangan seorang Ibu yang membesarkan anak nya dan merawat suami sedang sakit sakitan yang tak kunjung sembuh. Ia berjalan tertatih tatih menuju tempat keluarga kecil nya berkumpul. Suara tangisan anak nya seakan menyambut kedatangan langkah kaki sang Ibu yang baru pulang bekerja seharian penuh.


Melihat suami tercinta nya yang tak kunjung sembuh membuat hatinya semakin tercabik-cabik. Jika Ia punya uang lebih pasti sudah membawa suami nya ke rumah sakit. Untuk cuci darah 2 minggu sekali sesuai saran dokter yang pada saat itu Ia membawakan ke klinik di dekat rumah nya. Untuk melihat daftar harganya saja sudah tidak mampu. Apalagi membayar nya.Namun apa mau di kata jangan kan buat cuci darah. Buat makan saja susah.


Malam hari yang malang melintang. Malam yang tak pernah gagal membunuh jiwa yang sunyi. Ia melangkah kan kaki nya untuk menemui teman nya yang akan memberikan pekerjaaan. Ia berjalan kaki menuju rumah teman yang akan menjanjikan memperoleh uang banyak. Melebihi kebutuhan nya.


"Permisi selamat malam Pak bisa bertemu dengan Rosalina. Saya sudah membuat janji dengan nya" Ucap kirana kepada dua satpam yang menjaga di pintu gerbang. Rumah ini terlihat mewah dan sangat besar. Apa ini rumah nya Rosa? Dari mana Ia bisa mendapatkan rumah yang begitu besar. Sebenarnya pekerjaan nya apa sampai bisa membeli rumah yang sangat megah. Padahal dulu nya Ia hanya pelayan di rumah makan biasa dengan gaji yang tak terlalu besar.


Dua satpam melihat ke arah Kirana dengan tatapan memprihatinkan. Ia memandang karena keadaan tubuh wanita dihadapan nya yang tidak terawat. Padahal jika tubuh nya di rawat body mulus dan montok akan terlihat sangat menonjol. Membuat siapapun yang melihat nya terpanah akan penampilan nya. Dua gun*ng k*mb*r yang besar tidak bisa di tutupi dengan baju lusuh nya. Membuat dua satpam itu tak bisa memalingkan wajah nya.

__ADS_1


Pak satpam terlihat sedang menghubungi seseorang. Ia mempersilahkan untuk memasuki rumah megah itu. Kirana melihat tatapan kedua satpam itu sangat tak biasa. Terlihat wajah mereka penuh nafsu kepada nya.


"Silahkan duduk di kursi panjang depan rumah itu ya bu. Bu Rosa sebentar lagi akan keluar menemui mu. Apa Ibu mau kita temani biar tidak merasa kesepian." Ucapan dan tatapan mata nakal dari dua orang satpam ini membuat nya bergidik ngeri.


Ia langsung menggeleng saat mendengar perkataan dua lelaki itu. Merasa risih dengan tatapan satpam Ia membuang wajah nya arah lain.


"Seperti nya Ia calon dari anak anak nya Bu Rosa Bro. Dari wajah nya saja sudah pantas kok. Ga sabar aku ingin segera memboking tubuh nya yang pehhhh mantap bener"


"Kita main bertiga saja kan enak tuh ya. Palingan tarif awal nya murah Bro"


"Sebenarnya sayang sekali. Ia salah langkah dalam memilih pekerjaan"


"Sudahlah mau gimana lagi. Sudah jalan nya kalau sudah begitu kita tidak bisa apa apa"


Mendengar perbincangan dari dua satpam itu tak ayal dirinya menjadi gelisah. Sebenarnya pekerjaan apa yang akan di berikan Rosa untuk ku.


"Oh Kinara ayo masuk. Kenapa ga langsung masuk sih. Daripada duduk disini sendirian" Teriakan histeris dari Rosa menyambut Kirana.



Kirana yang melihat penampilan Rosa hanya berbalut tanktop tampak terlihat sangat sexy dengan belahan dada rendah. Ia terpukau sekaligus kaget dengan perubahan sahabat karib yang dulu sederhana sekarang bisa berpenampilan modis.


Masih dengan tatapan yang tak percaya Kirana melangkahkan kaki kedalam rumah megah. Mereka berdua duduk di meja tepi kolam renang sembari menikmati pemandangan Ibu kota dari atas.


Kirana menceritakan semua kisah hidup nya yang menyedihkan kepada sahabat karib nya. Rosa menatap dengan tatapan sendu. Ia menyodorkan uang senilai 180 juta ke dalam genggaman Kirana. Untuk membantu suami nya berobat dan biaya membesarkan anak nya Kirana yang masih berumur 1 tahun.


"Sudah sudah hentikan kisah sedih mu itu. Aku tidak mau mendengar lagi. Kamu jangan berpikir panjang lagi untuk pekerjaan yang satu ini. Memang pekerjaan satu ini memiliki resiko yang sangat tinggi. Namun bisa merubah peliknya hidup mu" Ucap Rosa memotong cerita.


Rosa juga akan merubah penampilan kucel dan lusuh sahabat nya ini menjadi wanita yang modis seperti dirinya. Tanpa pikir panjang Kirana mengiyakan tidak bertanya seperti apa pekerjaan nya itu. yang di pikiran nya sekarang kesembuhan suami dan masa depan anak nya.


Malam ini Ia mencari rumah kecil-kecilan untuk suami dan anak nya agar bisa tidur dengan layak. Dengan bantuan Rosa ia berkeliling kesana kemari sampai akhir nya menemukan rumah yang terbilang bagus dan harga nya pun cocok. Ia memboyong suami dan anak nya kerumah baru.


Keesokan pagi nya Wanita itu mengantarkan suaminya untuk cuci darah pertama nya. Anak nya dititipkan ke mbok Nur yang mulai saat ini membantu Kirana untuk mengurus Anak nya dan juga keperluan rumah. Ia juga pergi ke salon untuk merawat tubuhnya sesuai yang diminta Rosa. Ia juga membeli sejumlah baju yang terbilang sexy dan terbuka. Penampilan nya sekarang sudah modis dan terlihat sangat cantik.


Suami selalu menanyakan dari mana bisa beli rumah dan untuk membayar cuci darah yang akan di lakukan pagi ini. Kirana menjelaskan kalau dirinya sudah mendapatkan pekerjaan yang layak dan bos yang baik. Suami sempat curiga namun dirinya mencoba meyakini.


Malam ini Kirana harus pergi menemui Rosa. Karna malam ini Ia mulai bekerja. Dengan tanktop coklat dan rok mini bunga bunga. Ia pergi menemui Rosa di sebuah club yang terkenal tamu nya hanya seorang pejabat kaya yang butuh kehangatan.



Tidak ada jalan lain selain bekerja di tempat yang di benci sejuta umat. Pekerjaan yang diambil ialah menjadi simpanan suami orang. Untuk memuaskan hasrat mereka di ranjang. Ia melangkah kan kaki nya menuju tempat yang ia sendiri tidak pernah terpikir kan untuk masuk ke dalam nya.


Ia duduk di kursi depan bartender menunggu Rosa datang. Hatinya sangat teriris tidak menyangka jalan hidup yang diambil akan seperti ini. Ia merasa bersalah kepada suami nya sudah mengkhianati cinta yang dibangun sejak mereka kuliah. Teringat semua kenangan indah bersama suami. Tak terasa air mata mulai membasahi pipi.


Tiba tiba ada seseorang yang duduk di samping nya dan mengisi gelas kosong di hadapan nya. Pria itu menyapa dan mencoba ngobrol dengan nya.


Bersambung dulu ya... Kira kira siapa pria yang mendekati Kirana? lanjut up nanti ya beb🥰

__ADS_1


__ADS_2