CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
ANTARA CINTA DAN KEBUTUHAN 2


__ADS_3

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤


Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.


tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.


Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰


...****************...


Aku menandatangani surat perjanjian itu. Tuan Vino langsung memeluk ku. Tubuh bidang itu membuat ku kehilangan kendali. Aku sangat suka sentuhan nya. Tatapan mata nya. Ia ingin aku bercerita lebih jelas tentang kehidupan ku. Ia pun juga bercerita tentang kehidupan nya.


"Aku tidak memaksamu melakukan hubungan dengan ku malam ini. Kalau kamu belum siap tidak apa apa kita lakukan di lain waktu"


Kenapa aku kecewa ketika Tuan Vino mengatakan seperti itu. Apa karna setelah Ia bercerita kalau istrinya tidak bisa memuaskan dirinya. Istrinya sibuk dengan geng sosialita nya. Sampai melupakan suaminya yang ingin kepuasan darinya.


Aku lekas mengangguk dan tersenyum kearah Tuan Vino. Menandakan kalau aku bersedia melakukan nya sekarang. Selain wajah nya yang membuat ku terpesona Karna kebaikan nya diatas segalanya. Aku menaruh kembali surat perjanjian itu di dalam tas ku. Tiba tiba dari belakang Ia mengikuti ku. Aku digendong nya menuju kasur kingsize nya.


Tatapan matanya tak jauh dariku. Ia menaruh tubuh ku perlahan diatas kasur. Dari ujung kepala ia mencumbu ku sampai ke ujung kaki. Aku menahan agar erangan dan ******* tidak keluar dari mulut ku. Perlahan lahan dia membuka tali piyama tipis ku. Wajah ku habis dilahap oleh nya.


Piyama ku dilucuti sampai tak ada benang sedikit pun di tubuh ku. Ia Terperangah melihat badan putih dan mont*k. Terlihat dari wajahnya kalau Ia tak sabar menghabisi ku. Sekarang gantian aku yang melayani nya karna sedari tadi aku yang dilayani. Ku cumbu dari atas sampai bawah seperti Ia mencumbu ku.


Piyama nya ku buka sampai tidak terlihat kain apapun yang menempel di badan nya. Awww kobra nya sangat besar dan berotot. Sangat jauh berbeda dengan suami ku. Ku lahap habis kobra itu sampai tenggorokan ku tidak menerima nya karena kepanjangan. ia menikmati permainan ku. Ah ia mendorong ku pelan. Tampaknya sangat kehausan sampai melahap habis kedua gun*ng kemb*r ku yang besar.


Aku menjadi sangat panas malam ini. Padahal suhu AC sangat dingin. Pemanasan kami selama satu jam lebih. Sampai akhirnya aku sendiri tidak kuat. Akhir nya aku lah yang merengek meminta segera dimasukkan kobra nya kedalam sarangku. Ahhhhhhhhh Sakittt sekaliii.


Aku menarik keras rambut Tuan Vino saat kobra nya menyerang masuk kedalam sarangnya. Sarang ku sangat sempit sampai kobra milik Tuan Vino sulit masuk kedalam. Si kobra tidak patah semangat. Tuan Vino tidak tega melihat ke arah ku yang sedang meringis menahan sakit.


Ia berkali-kali mengelus rambut ku dan mencium kening ku. Ia sempat ingin menyudahi karna tidak tega melihat ku yang menahan sakit. Padahal aku sudah melahirkan anak ku secara normal. Mungkin karna aku sangat menjaga area sensitif ku jadi terawat walaupun sudah melahirkan anak satu.


Ia meminta izin untuk memakan sarang ku. Ia sudah lama tidak memakan sarang. Terakhir makan sarang saat pengantin baru kata nya. Aku mengiyakan saja. Wajah Tuan Vino tepat berada di depan sarang ku dan siap melahap nya.


Aku sangat menikmati perlakuan Tuan Vino kepadaku. Ia berada lama di hadapan sarang ku. Ia benar benar menghabiskan sarang ku sampai tak tersisa. Aku yang sudah tidak tahan lagi karna ulah nya. Merengek meminta kobra nya untuk memasuki sarang ku lagi.


Melihat wajah tampan Tuan Vino yang berkeringat. Membuat ku semakin ingin di puasin. Dengan tiga kali hentakan kobra berhasil memasuki sarang ku yang telah lama tidak berpenghuni itu. Aku menangis teringat suamiku. Wajahnya terbayang di hadapan ku. Aku mengeluarkan air mata tiada henti.


Tuan Vino mengusap rambut ku beberapa kali. Ia mel*mat seluruh mulut ku tak tersisa. Aku mulai menikmati kembali serangan kobra yang dilakukan Tuan Vino. Ia meremas habis g*n*ng kemb*rku. Kami mencapai puncak secara bersamaan. Kobra mengeluarkan bisa nya di dalam.


kami saling tukar posisi dengan berbagai gaya di lakukan sampai tak terhitung. Beberapa kali kita menikmati puncak. Sampai akhirnya kami benar benar lelah dan tidur berpelukan dibawah selimut sampai pagi.


Pada saat pagi datang aku teringat kejadian tadi malam. Aku kembali teringat suamiku. Air mata kembali keluar. Tiba tiba saja tangan Tuan Vino menyeka air mata di pipiku.


"Sudah jangan terlalu kamu pikirkan. Ingat kamu melakukan ini karena mereka. Demi mereka. Apa kamu tidak menyukai ku? hm Kenapa aku berani bayar kamu mahal. Karena dari dulu Aku sudah mengincar kamu."


Aku semakin tidak mengerti dengan perkataan Tuan Vino. Ia kembali menjelaskan bahwa dari aku sekolah SMK sampai kuliah Ia terus mengikuti ku. Aku rada ingat ingat lupa kalau dirinya sering menolong dan sering menemaniku saat Suami ku tak di samping ku.


Aku menjadi wanita budak **** dari Tuan Vino. Setiap ia membutuhkan ku aku harus selalu siap. Sesuai isi perjanjian yang sudah ku tandatangani. Setiap selesai melayani Tuan Vino. Aku selalu di kasih tips 10 juta. Entah aku harus senang apa bersedih karna sudah berkhianat dengan suami ku sendiri.


Kini keadaan suamiku mulai membaik. Ia kembali bekerja di perusahaan Diamond terbesar di Negara ini. Ia bersama sahabat karib nya membangun perusahaan sampai sukses. Mas Tio mulai curiga dengan pekerjaan ku yang selalu berada di luar kota 2-3 minggu lama nya.


Namun aku selalu meyakinkan Mas Tio agar percaya kalau aku bekerja bersama teman ku di luar kota. Setiap aku melakukan hubungan badan dengan nya Ia selalu merasa aneh di badan ku. Kata Mas Tio sarang ku sekarang semakin lebar. Tidak seperti dulu yang sempit dan legit. Aku menghiraukan perkataan nya.


Sangking sering nya aku berada diluar kota. Anak ku sendiri menjauh dari ku. Ia lebih akrab dengan Mbok Nur ketimbang aku yang ibu kandung nya sendiri. Mungkin penyebab nya karna dari kecil yang merawat nya ialah Mbok Nur.


Hingga suatu hari saat waktu nya aku pergi ke luar kota yang di jemput oleh Mita teman ku. Iya Mita memang teman ku. Namun Aku membayarnya buat menjemput ku dan mengantarkan aku ke luar kota. Pada saat itu Mas Tio juga izin karna ada meeting di luar negeri bersama rekan kerja nya. Aku tidak menyangka kalau Mas Tio akan mengikuti ku sampai apartemen yang Tuan Vino belikan untuk kita bercinta. Hubungan terlarang kami berjalan hampir lima tahun. Rasa cinta dan sayang mulai tumbuh di hati kami.


Tuan Vino menyambut ku di depan Apartemen. Sementara didalam mobil Mas Tio mengepalkan tangan nya yang tidak sabar untuk menghabisi ku dan juga Tuan Vino. Seperti biasa kekasih gelap ku ini langsung menggendong ku membawa ku ke kamar kami.

__ADS_1


Mas Tio terus mengikuti sampai ke kamar. Tuan Vino yang tidak sabar ingin melahap ku langsung melucuti semua baju yang kita gunakan. Hanya dengan pemanasan sebentar Tuan Vino sudah tidak kuat ingin segera menggenj*t ku.


Ahhhhhhhhhhh Desa*h*n kami bersama-sama.


Setelah sekian lama. Akhir nya aku bisa merasakan nikmat nya kobra besar milik Tuan Vino.


"Kurang ajar kalian berdua ya. Dasar wanita penghianat" Plakkkkkk


Bugggghhhhhhh


"Kamu juga sudah tua bangka masih doyan m*m*k wanita yang sudah memiliki istri. Kalian berdua sungguh biadab"


Papahhh!!!!!! Mbak Kirana!!!!


"Kenapa kalian tega mengkhianati pasangan kalian masing-masing heh?"


Kacau. Kenapa suamiku bisa berada di sini. Mas Eric juga kenapa memanggil Tuan Vino dengan sebutan papa. Tidak. kenapa semua nya bisa kacau begini. Aku dan Tuan Vino mencoba saling menutupi tubuh kami yang bertelanj*ng bulat.


"Hahaha Kenapa kalian berdua bingung menutupi tubuh kalian sendiri. Sudah lepas kan saja. Lagian kalian sudah tidak punya moral. Kalian baj*ngan brengs*k"


Aku langsung memakai pakaian haram ku di depan suami ku. Wajah nya terlihat sangat marah. Terlihat dari tangan nya yang sedari tadi mengepal. Aku bersujud pada nya meminta maaf. Ia menarik rambut ku dan mendorong badan ku kepangkuan Tuan Vino.


"Mass tolong maaaf kan aku mas. Aku terpaksa melakukan semua ini mas. Aku terpaksaaaaa Masssss tolong maaaaf kan aku mas" Lirih ku dengan suara parau.


Aku mencoba mendekati Mas Tio lagi. Namun lagi lagi Mas Tio mencampakkan ku. Terdengar juga suara amarah dari Mas Eric karna papanya bisa bisa nya pada saat istrinya sakit malah enak enakan dengan istri sahabat karib nya.


"Papa mencari kesenangan di luar. Karna mamamu sendiri yang mencampakkan papa. Dia selalu sibuk dengan teman teman sosialita nya. Papah bekerja keras emang untuk siapa kalau bukan untuk mama mu. Tapi mama mu sekalipun tidak pernah menyentuh papa. Papa butuh hak papa Eric. Papa selalu mengajak mama mu berhubungan namun alasan nya selalu capek. Coba bayangin kalau kamu ada di posisi papa" Tuan Vino menjelaskan sejelas jelas nya kepada Mas Eric dan juga suami ku. Wajah Kedua nya sangat tidak bersahabat denganku dan Tuan Vino.


Tuan Vino berusaha sabar dengan sikap istri nya yang sangat arogan. Sibuk sendiri dan selalu menghiraukan nya. Dimana ada pria yang betah selama hampir tiga tahun tidak melakukan hubungan suami istri tanpa alasan yang jelas.


"Siapa yang ingin hidup nya seperti ini Mas. Aku sudah mencoba kesana kemari mencari pekerjaan dengan gaji yang besar. Agar bisa mengobati mu dan juga menghidupi anak kita yang masih berumur 1 tahun. Aku sempat bekerja di sebuah rumah makan. Bos nya ingin berbuat mesum kepadaku untung nya ada seseorang yang menolongku pada saat itu. Aku sudah melakukan semuanya demi kamu Mas demi masa depan kita. Sampai akhir nya aku bertemu dengan Rosa dan Tuan Vino. Mereka berdua membantu ku walaupun dengan cara yang salah. Mereka membantu ku untuk mengobati mu sampai kamu sembuh. Mereka juga membiayai hidup anak kita mas" Aku terisak meluapkan semua unek-unek ku.


"Menurut mu aku melakukan hubungan dengan Tuan Vino tidak merasa bersalah gitu? salah Mas Aku selalu menangis dan dadaku terasa sesak saat melakukan hubungan terlarang ini. Wajar kamu dan Mas Eric kecewa kepada ku karna aku salah iya aku selalu salah. Tolong maaaf kan aku Mas " Tak henti henti nya aku bersujud dihadapan Mas Eric dan Mas Tio.


Mendengarkan penjelasan ku Mas Tio mendekati ku dan mendekap ku. Ia juga meminta maaf atas kegagalan nya sebagai suami. Ia tidak bisa menjadi suami yang baik dan berguna untuk ku. Ia memeluk ku sembari mengelus rambut ku.


Tatapan amarah Mas Eric dan Mas Tio mulai agak memudar kepada kami. Kami menjelaskan semuanya kepada mereka. Dengan berat hati Mas Eric dan Mas Tio memaafkan kami. Aku bersama suami ku pulang. Sedangkan Mas Eric membawa Tuan Vino pulang.


Masalah tak selesai begitu saja. Saat aku sedang tidur di pelukan Mas Tio. Suara keributan datang dari luar membangunkan kami. Kami yang sedang bertelanj*ng akhirnya memakai piyama dengan cepat. Aku mengikuti Mas Tio yang berjalan menuju suara keributan itu.


Plaaaakkkk Plaaaakkkk


" Dasar wanita ******!!


Apa suami mu tidak membahagiakan mu sampai-sampai kau berani membagikan tubuhmu dengan pria yang sudah beristri. Tega teganya kamu selama Lima tahun mengkhianati suami mu. Berapa banyak papa ku menghabiskan uang nya untuk pelac*r seperti mu. Aku tidak mau tau kau harus menggantikan uang yang sudah papa habiskan untukmu 10 kali lipat. Tandatangani perjanjian ini sebagai hutang. Jika kau tidak setuju maka aku akan melaporkan kalian berdua polisi " Ancam gadis itu dengan tegas seraya matanya melotot ke arah ku.


Viona adik dari mas Eric datang mengacaukan malam ku yang sedang bermesraan lagi bersama suamiku. Ia datang bersama istri dari Tuan Vino yang sedang duduk di kursi roda. Walaupun sakit namun ekspresi wajah nya tidak bisa dibohongi. Wajah kedua nya merah menyala kearah kami.


Aku semakin mempererat memeluk pinggang suami ku. Pelukan ku ditepis oleh Viona.


"Kamu sudah tidak pantas untuk menjadi istri dari mas Tio. Kamu tuh pantas nya ke club malam bersama om om tua yang bangkotan itu. Cepat kalian tandatangani surat perjanjian ini. Cepaaattt" Hardik Viona dengan melempar bolpoin dan kertas nya ke atas lantai.


Ada seseorang yang memunguti kertas dan bolpoin yang dilemparkan Viona.


"Sudah Viona, Mbak Kirana tidak sepenuhnya salah. Papa juga ikut andil dalam masalah ini. Jangan menyalahkan Mbak Kirana seperti ini. Apa apa an ini. Ini surat perjanjian apa?. Uang yang sudah di berikan kepada Mbak Kirana tidak bisa untuk di tarik kembali. Itu sangat tidak masuk akal Viona" Jelas Mas Eric menghardik adiknya.


Mbak Sheila mendekati ku. Aku sempat takut karna tatapan nya tajam kearah ku. Saat Ia berada di sampingku. Aku memejamkan mata Karna takut diapa-apa kan nya. Namun dugaan ku salah. Justru ia menangis dan mengusap lembut rambutku. Tangis ku pecah saat Mbak Sheila memperlakukan ku seperti ini. Ia mencoba menenangkan ku karna sedari tadi aku menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Ssstttt sudah aku mengerti ini memang kesalahan mu. Namun kau melakukan karna ada nya sebab. Jika kau menceritakan semua masalah mu pasti kami semua akan membantu sayang. Sudah sudah hentikan tangisan mu. Tidak usah kau gubris perkataan Viona ini. Kamu sekarang harus lebih terbuka dengan suami mu. Kalaupun ada sesuatu tolong jangan segan segan beritahu kepada kami. Kami sudah menganggap Mas Tio dan kamu bagaian keluarga kami" Aku semakin bersalah saat mendengar penjelasan dari Mbak Sheila.


Pada saat Mas Eric ingin merobek kertas itu tiba-tiba Mas Tio malah merebutnya dan menandatangani surat perjanjian itu. Ia sanggup membayar semua uang yang sudah dikeluarkan Tuan Vino 10 kali lipat. walaupun dengan cara menyicil nya. Kami semua melihat kearah mas Tio.


"Aku sudah menandatangani surat itu. Aku akan membayar nya walaupun dengan cara menyicil. Mungkin dengan cara membayar uang Tuan Vino. Aku sedikit membayar rasa bersalah ku kepada istri ku" Ucap tegas suami ku di hadapan mereka.


"Jika Mas Tio menyanggupi kesepakatan ini. Aku sebagai saudara dan sahabat karib Mas Tio akan selalu mendukung nya dan membantu membayar nya hingga lunas. Keputusan ini tidak bisa diganggu gugat siapapun. "


Viona yang tidak terima dengan usul Kakak kandung nya itupun pergi dari rumah ini dengan mendorong kursi roda Ibu nya yang sedari tadi melotot kearah ku. Aku sangat berterima kasih kepada semua nya karna sudah membantuku.


Aku membantu suamiku bekerja untuk membayar hutang hutang ke kepada keluarga Vino. Aku menjalankan bisnis yang sudah bekerja sama dengan Mbak Sheila. Setiap bulan aku menyicil nya kepada keluarga Vino.


Tiga tahun kemudian....


Kabar duka menyelimuti keluarga Vino alana yuan. Tuan Vino mengalami penyakit kelamin hingga merenggut nyawa nya. Masih dengan kebiasaan nya yang suka mencicipi wanita wanita diluar sana bergantian.


5 bulan kemudian suamiku menyusul Tuan Vino menghadap sang Pencipta. Penyakit ginjal akut nya kambuh lagi. Aku tidak tau dengan apa aku harus membayar hutang hutang ku kepada keluarga Vino. Aku menyekolahkan anak ku agar bisa menempuh pendidikan nya setinggi mungkin. Pada saat Rain diumumkan lulus di universitas Harvard University Amerika. Ia mengikuti jejak Ayahnya nya bekerja di perusahaan Mas Eric.


Untuk menghapus semua hutang dan hutang di anggap lunas Tuan Vino berpesan sebelum meninggal. Jika Rain dan Sellyn sudah besar mereka harus dijodohkan agar hubungan kedua keluarga tidak putus. Kami sebagai orang tua hanya menurut perkataan Tuan Vino.


Apalagi Rain dan Sellyn sudah dari kecil selalu bermain bersama. Mereka berpisah sejak mereka kuliah di universitas yang berbeda. Jadi hubungan mereka sedikit renggang karena perpisahan sementara itu.


FLASHBACK OFF


...----------------...


Cukup lama Tuan Rain menunggu sampai menguap berkali kali.


Begini nih kalau wanita berdandan. Suka tidak ingat waktu dan tempat.


Ia berbicara dalam hati nya.


Sellyn datang dengan memakai Dress hitam tanpa lengan. Dengan panjang selutut yang membuat Tuan Rain terperangah.


"Biasa aja kali lihat nya. Baik baik tuh mulut nanti ga bisa ditutup. Ayo pergi kamu masih nungguin siapa. Kalau kamu masih mau duduk disitu ya sudah aku pergi sendiri saja" Ucap Sellyn kepada Tuan Rain sembari melangkahkan kakinya berlalu pergi meninggalkan Tuan Rain sendiri.


Tuan Rain menyusul dan menggandeng tangan Sellyn. Ia tersenyum melihat tangan nya di gandeng seperti pasangan di film-film. Mereka pergi dengan menaiki mobil mewah milik Tuan Rain menuju tempat rapat bersama Tuan Ben.



Terlihat Tuan Ben dan sekretaris nya sedang duduk menunggu dirinya. Sekretaris Tuan Ben terpanah melihat Tuan Rain yang terlihat tampan menggunakan jas biru navy kesukaan nya. Ia mengalihkan pandangan nya saat wajahnya bertatap dengan Sellyn yang digandeng Tuan Rain.


Tuan Ben tak kalah takjub dengan penampilan sexy Sellyn yang memperlihatkan lekuk tubuh nya. Ia tak sabar ingin segera melahapnya. Melihat tatapan Tuan Ben dengan penuh niat jahat kearah Sellyn Tuan Rain menegur nya.


"Eekhem Sebaik nya rapat ini segera dimulai biar tidak kemalaman disini. Tidak baik kalau lama lama menatap wajah seseorang yang bukan milik nya dengan tatapan penuh nafsu begitu" Sambil sedikit tersenyum Tuan Rain menyindir Tuan Ben tepat di hadapan nya.


Pada saat rapat tak henti-henti nya Tuan Ben melihat kearah dada Sellyn. Tuan Rain yang melihat kearah nya. Ia pun melepas kan jas nya dan segera menutup tubuh bagian atas wanita itu sembari tersenyum karena tatapan Sellyn tidak mengenakan kepada dirinya.


Setelah rapat selesai, saat nya memakan hidangan penutup yang sudah disediakan untuk mereka semua. Pada saat enak enak nya makan tiba tiba mereka dikaget kan dengan suara Tuan Ben yang sedang membentak seorang pelayan. Pelayan itu tak sengaja menyiramkan sop buntut sisa dari pembeli.


Tuan Ben menyiram pelayan itu dengan puding bekas dirinya. Tuan Rain yang tak Terima dengan sikap kurang ajar nya Tuan Ben kepada pelayan tersebut naik pitam.


"Sudah cukup Tuan Ben. Pelayan ini tidak sengaja menjatuhkan sop itu ke wajah kamu. Aku melihat nya sendiri kalau pelayan itu tersenggol oleh tamu yang berlari menuju depan" Tuan Rain membela pelayan tersebut karena tak bersalah.


Pada saat Tuan Rain ingin memberikan Tip kepada pelayan itu Tiba tiba ada seseorang yang menyiram nya dari belakang.


Bersambung.... Dulu yaaaa.....

__ADS_1


__ADS_2