CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
Dasar Aneh


__ADS_3

"Pria tadi, kekasih kamu?" tanya Arka.


"Hahh, kekasih? Yang mana?"


Arka berdecak lalu fokus pada dokumen yang diberikan Mihika, tidak ingin terlihat terlalu kepo pada urusan Mihika.


Mihika mengambil kembali dokumen yang sudah mendapatkan approval dari Arka dan meninggalkan ruangan itu.


"Pak Arka sibuk, nggak bisa diganggu," ujar Mae sambil fokus pada tugasnya.


"Ada apa?" tanya Mihika pada Mae dan ada Lela dihadapannya.


"Mau ketemu Pak Arka, tapi nggak jelas. Pak Arka sendiri yang bilang tidak ingin diganggu karena ada teleconference," sahut Mae. Mihika tahu Mae sepertinya mencegah Lela untuk bertemu Arka, karena Arka sepertinya tidak sesibuk yang tadi dikatakannya.


"Hei, kalian jangan macam-macam kalau masih betah kerja disini. Tahu 'kan gue siapa? Jadi biarkan gue bertemu Pak Arka."


Mae dan Mihika saling tatap lalu mengendikkan bahunya, "Memang kamu siapa?" tanya Mihika berlagak bodoh.


"Hika," panggil Arka masih berada ditengah pintu.


Mihika dan Lela yang masih berada di depan meja Mae menoleh. "Pak Arka," panggil Lela menghampiri Arka.

__ADS_1


"Ada apa? Aku sedang sibuk," sahut Arka.


"Boleh aku masuk?" tanya Lela dengan manja.


"Aku sedang sibuk," ujar Arka. "Hika, bawakan aku laporan proyek yang selesai bulan lalu," titah Arka lalu menutup pintu ruang kerjanya.


Lela menghentakan kakinya karena penolakan Arka. "Ya sudahlah, mending balik kerja daripada makan gaji buta," ledek Mae.


Mihika dengan penuh semangat menuju ruang arsip. Selain mengerjakan tugas dari Arka, sekaligus dia melanjutkan penyelidikannya. Bahkan tidak terasa sudah lebih dari dua jam Mihika berada di ruang Arsip.


Setelah mendapatkan apa yang Arka minta termasuk dokumen yang dia cari, dengan wajah ceria dia keluar dari ruang arsip. Tidak lupa dia menutup kembali pintu ruangan, memastikannya sudah terkunci kembali.


"Nggak trauma masuk ke ruangan itu lagi."


Dio dan Mihika masih terlibat obrolan, menceritakan bagaimana kedua OB yang menduga Mihika adalah hantu penunggu ruangan karena menimbulkan bunyi dan berisik. Mihika terkekeh mendengar cerita Dio.


Tanpa mereka sadari, Arka yang menunggu dokumen terlalu lama akhirnya menyusul Mihika ke ruang arsip. Menyaksikan kembali Dio dan Mihika yang terlihat akrab, apalagi Mihika dengan wajah penuh senyum karena tertawa terlihat menggemaskan. Ada rasa tidak suka melihat kedua orang itu terlihat akrab.


"HIKA!"


Dio dan Mihika menoleh ke arah suara. Arka yang berteriak memanggil Mihika. Senyum di wajah Mihika langsung lenyap mendengar panggilan dari Arka.

__ADS_1


"Apa kalian berdua direkrut hanya untuk ngobrol dan tertawa saja. Kembali ke divisimu," titah Arka pada Dio. Arka menatap tajam Mihika, "Ikut denganku," titahnya pada Mihika.


Mihika menghela nafas agar tetap sabar menghadapi Arka yang sering bersikap arogant dan menyebalkan padanya. Mengekor langkah Arka menuju ruang kerjanya.


Mihika menuju meja Arka saat mereka sudah berada di ruang kerja pria yang saat ini sudah menjadi suaminya. Meletakan dokumen yang tadi diminta Arka.


Mihika berbalik bermaksud meninggalkan ruangan Arka. "Mau kemana kamu? Ingin menemui pria itu lagi?" tanya Arka.


"Maaf Pak Arka saya harus kembali ke ruangan saya, ada pekerjaan lain yang sudah menunggu," pamit Mihika, tidak ingin emosinya terpancing oleh ucapan Arka.


"Siapa yang mengijinkan kamu pergi?"


"Pak Arka, please jangan nyebelin. Aku sudah berusaha lakukan yang Pak Arka minta jadi ... Auwww."


Arka tiba-tiba mencengkram wajah Mihika. Dia benci dengan wajah yang selalu menunjukkan kebencian dan kekesalan padanya tapi bisa tampak manis pada orang lain.


"Jangan bicara," titah Arka melepaskan cengkraman dan beralih menatap wajah Mihika. Melepaskan kaca mata yang Mihika kenakan, menatap kedua mata hazel lalu turun bibir yang kerap berucap ketus padanya.


Shitt maki Arka dalam hati. Dia pun berbalik memunggungi Mihika yang kebingungan dengan sikap Arka.


Ada apa denganku, batin Arka lalu menyugar rambutnya. "Keluarlah!"

__ADS_1


"Dasar aneh," gumam Mihika.


\=\=\=\=\=\=\= Emang Arka aneh,


__ADS_2